Selir Kesayangan King Mafia

Selir Kesayangan King Mafia
SKKM BAB 50 - Sang Pengantin


__ADS_3

Acara gladiator akan tiba, di istana De Servant semakin sibuk untuk persiapan acara. Selama persiapan semua pasangan tidak boleh saling bertemu sampai hari H tiba, itu keputusan yang diambil bersama karena tidak mau ada insiden lain.


Semua harus diselesaikan secara adil dan harapan setelah ini tidak akan ada lagi perselisihan.


Kali ini Draco dan Ellen yang menyambut para tamu yang datang.


Karena istana tidak mampu menampung para tamu, sesuai rencana Izek sebelumnya, mereka semua menginap di kota De Servant.


Dan tentunya hal itu akan menguntungkan karena para tamu akan membayar uang sewa.


Sementara peserta sendiri tengah berlatih dengan kuda dan tombak yang telah disediakan.


Para lady juga datang, selain untuk menyaksikan mereka juga ingin melihat Grace yang rumornya sudah tersebar luas.


"Kau sudah punya cara untuk melawan para lady? Saat jamuan teh, mereka akan terus memojokkanmu," ucap Izzy yang membantu Grace merapikan penampilannya.


"Um, aku rasa sepertinya aktingku cukup bagus," sahut Grace.


Izzy tersenyum karena Grace yang sudah bisa diajak bicara. "Kalau begitu, ayo temui mereka!"


"Kau tidak apa-apa?" tanya Grace yang mendengar sedikit masalah Izzy.


"Aku percaya dengan paman Ruzel," ucap Izzy percaya diri.

__ADS_1


Sepertinya Grace bisa merasakan apa yang Izzy rasakan sekarang.


Mereka pun akhirnya mendatangi jamuan teh yang berada di taman istana. Para lady melihat kedatangan Grace, mereka mengamati dari ujung kepala sampai ujung kaki.


"Pasti kalian semua sudah tahu namanya, 'kan? Namanya Grace," ucap Izzy di sana.


Grace tersenyum dan melihat para lady satu persatu. "Salam kenal semuanya!"


"Kami sangat penasaran dengan anda," ucap Lady Ale si biang gosip.


"Apalagi saat rumor beredar," timpal yang lainnya.


Sesuai dugaan Grace pasti akan diserang dengan rumor itu. Dan Grace akan memanfaatkan kesempatan, dia harus bersikap licik untuk membalik keadaan.


"Jadi, para lady semua percaya pada rumor itu?" tanya Grace dengan wajah dibuat sesedih mungkin.


Gadis itu mengeluarkan air mata seolah teraniaya.


"Kenapa berpisah?" Lady Ale jadi panik. Kalau sampai Grace mengadu pada Izek dan meminta berpisah pasti king De Servant itu akan marah.


Jangan sampai Izek memutuskan kerja sama dengan bisnis mereka.


"Tentu saja kami tidak terpengaruh dan percaya, calon Queen De Servant pasti tidak akan mengkhianati calon suaminya,"

__ADS_1


Semua cari aman dan Grace merasa kesenangan.


"Dasar kucing licik!" Ellen melihat apa yang dilakukan Grace dari kejauhan. Gadis itu sudah banyak perubahan bahkan bisa menipu para lady.


Setelah acara jamuan teh, Ellen pun meminta Grace untuk menemuinya.


Ellen menunggu Grace di kastil paling tinggi di istana yang bisa melihat pemandangan seluruh istana dan wilayah De Servant.


"Anda mencari saya?" tanya Grace yang membuyarkan lamunan Ellen. Bahkan gadis itu sudah bertanya duluan padanya.


"Kemarilah!" pinta Ellen supaya Grace mendekat.


Grace berdiri di samping Ellen dan mantan Queen itu meminta Grace mengulurkan tangannya.


Ternyata Ellen memasangkan cincin Yvone yang pas dijari manis Grace.


"Cincin Yvone akan memilih pemiliknya sendiri, sekarang kau pengantin Izek dan tanggung jawabmu sangat besar. Aku harap kau bisa jauh lebih baik dari aku," ucap Ellen.


"Dan panggil aku Ibu mulai sekarang!"


Grace melihat cincin Yvone dengan mata berkaca-kaca. "Aku pasti akan berusaha, terima kasih Ibu!"


Mau tidak mau, Grace harus lebih percaya diri sekarang walaupun dia masih harus banyak belajar.

__ADS_1


"Aku tahu kau pasti bisa, buatlah De Servant bangga akan dirimu, kau hanya perlu mengasah bakatmu," ucap Ellen seraya memeluk Grace.


Grace memejamkan matanya, dia merasa memiliki ibu sekarang.


__ADS_2