Selir Kesayangan King Mafia

Selir Kesayangan King Mafia
SKKM BAB 34 - Ex King & Queen


__ADS_3

Sebelumnya, Izek mendapat laporan mengenai rumor Grace dan Akash yang ada di istana. Bohong kalau dia tidak marah saat mendengar kabar itu.


Izek bahkan menghancurkan barang-barang yang ada di apartemennya.


Namun, dia mencoba berpikir dengan kepala dingin tanpa menuruti emosinya. Pasti semua orang akan menyalahkan Grace dan tidak ada yang berada di pihak gadis itu.


Dan Akash akan menggunakan kesempatan itu untuk membawa Grace pergi darinya. Atau memang niat Akash ingin menyebarkan rumor itu supaya punya banyak pendukung untuk menggulingkan dirinya dengan begitu, Akash bisa memiliki Grace.


Segala kemungkinan mengarah pada Grace jadi Izek memutuskan untuk menurunkan semua egonya.


"Jangan menangis lagi!" Izek masih berusaha membujuk Grace.


Mata Grace sudah sembab, gadis itu mengira jika Izek akan marah besar padanya tapi ternyata dia sekarang ada di pelukan lelaki itu.


Jujur saja, Grace merasa terlindungi dengan sikap Izek.


Sementara Ellen mengumpulkan semua pelayan untuk dia tertibkan.


"Minta Ruzel juga mengumpulkan para penjaga dan anak buah, Izzy. Aku yakin Ruzel pasti tahu apa yang harus dia lakukan," ucap Ellen memberi perintah pada putrinya.


"Baiklah." Izzy segera pergi untuk menemui sang paman.


Izzy pergi ke kastil dewan di mana Ruzel berada, pada saat itu Ruzel baru mendengar Izek sudah kembali. Niatnya ingin menemui king mafia itu tapi saat Izzy datang, dia mengurungkan niatnya.


"Benar kata Ellen, kalau rumor tersebar banyak hal yang akan terjadi apalagi acara gladiator tahunan semakin dekat, semua pasti penasaran dengan sosok Grace. Dan bisa jadi para pembelot akan berada di sisi Akash," komentar Ruzel setelah mendengar perintah Ellen.


"Aku tidak menyukai ini, Paman," ucap Izzy seraya memeluk Ruzel.


"Lebih baik, kita cepat ke aula dan mengumpulkan anak buah dan pengawal sesuai perintah Ellen," balas lelaki itu.


Mereka segera ke aula untuk melaksanakan tugas mereka, Ruzel memberi instruksi supaya semua tidak terpengaruh oleh rumor yang beredar. Dan Ruzel berusaha meyakinkan kalau masalah pasti akan cepat selesai.


Dan sesuai prediksi Izzy, Etnel kembali keesokan harinya.


Sebagai calon istrinya, Izzy menyambut kedatangan lelaki itu.


"Izzy..." Etnel mengangkat tubuh gadis itu dan memutarnya. "Aku selalu memikirkanmu!"


"Etnel, kita dilihat banyak orang," protes Izzy.


Namun, Etnel tidak mau menurunkan Izzy justru lelaki itu semakin mengangkat tubuh calon istrinya.

__ADS_1


Terpaksa Izzy mengalungkan tangannya di leher Etnel karena bisa saja dia terjatuh.


"Apa kau merindukanku, Izzy?"


"Aku menunggu informasi darimu,"


"Ada syaratnya jika kau ingin tahu,"


"Apa syaratnya?"


"Cium aku!"


Etnel menurunkan Izzy kemudian menunjuk bibirnya. "Di sini!"


"Aku tidak mau!" tolak Izzy.


"Bagaimana kalau aku memaksamu!" Etnel ingin menerkam Izzy dan gadis itu segera berlari untuk menghindar.


"Jangan lari, Izzy!"


"Aaa... Jangan mengejarku!"


Pemandangan itu dilihat oleh Draco dengan senyuman tipis, lelaki itu datang bersama Etnel.


"Sepertinya ada yang perlu kau jelaskan, Drac!" tuntut Ellen.


...***...


Draco membawa Ellen untuk duduk berdua di taman yang ada di istana. Terlihat Ellen menggeser duduknya supaya jauh dari suaminya.


Justru sikap Ellen seperti itu membuat Draco terkekeh.


Dari dulu Ellen selalu menggodanya jadi saat menjauh seperti itu akan terlihat aneh.


"Jadi, apa kau sudah melihat Grace?" tanya Draco membuka suara.


"Gadis itu bahkan tidak ada apa-apanya dibanding dengan diriku," balas Ellen.


Bukan itu poinnya, dia tahu kalau Draco tidak akan tertarik dengan Grace.


"Aku ingin memberitahumu tapi Izek melarangnya. Sepertinya dia mulai tumbuh perasaan suka pada Grace jadi dia ingin semua orang tidak ada yang tahu masa lalu gadis itu dan menguburnya dalam-dalam," jelas Draco yang mengingat obrolannya dengan Izek beberapa waktu lalu.

__ADS_1


"Kalian menganggapku orang lain, aku sangat kecewa, Drac. Jika kau memberitahuku dari awal mungkin aku akan membantumu semaksimal mungkin, aku bisa jamin tidak ada orang yang akan tahu masalah ini. Tapi sekarang..." Ellen berdiri dari tempat duduknya.


"Aku tidak mau ikut campur lagi, aku sudah menertibkan semua yang ada di istana ini tapi aku tidak bisa mengontrol rumor yang sudah tersebar di luar sana!"


Ellen menghembuskan nafasnya kasar. "Kau menghancurkan reputasiku yang sudah aku bangun puluhan tahun!"


Saat Ellen akan pergi, Draco mencekal tangan istrinya itu.


"Ini tujuan Akash untuk memecah belah kita, kalau kita terpancing dalam permainannya maka dia akan menang," ucap Draco.


Draco diam-diam mengamati gerak-gerik keponakannya itu. Akash sudah merencanakan semuanya saat mendekati Grace secara terang-terangan.


Darah Eros memang mendominasi sebagai komandan strategi tak khayal Akash bisa memanfaatkan keadaan yang ada.


"Apa tujuannya?" tanya Ellen.


"Kursi King dan Grace sebagai trofinya," jawab Draco.


"Eros dan Freya?" tanya Ellen lagi.


"Mereka tidak meninggalkan jejak apapun jadi mereka tidak tahu dengan apa yang Akash lakukan," jelas Draco.


Ellen jadi duduk kembali walaupun kesal setengah mati. "Apa dia sudah mempunyai banyak pendukung?"


"Dia berani karena dukungan di belakangnya," jawab Draco yang sekarang menarik Ellen ke dalam pangkuannya.


"Jadi lupakan amarahmu dan jangan terjebak di dalamnya. Simpan amarah itu nanti ketika semuanya selesai," sambung Draco.


"Kalau nanti-nanti aku bisa lupa," kesal Ellen.


Draco meraih rambut Ellen kemudian menciumnya. "Kau selalu tidak tahan untuk menggodaku, bukan?"


"Aku melihatmu saat acara fashion week kemarin." Draco meremas bokong istrinya. "Kau sangat seksi!"


Biasanya Ellen memang tidak tahan marah dengan Draco tapi kali ini dia benar-benar kecewa.


"Tidak semudah itu, kau bisa menyentuhku, Drac!" Ellen menangkap tangan Draco yang ada di bokongnya kemudian memutar tangan suaminya itu.


Draco dibuat meringis karena menahan rasa sakit.


"Kita bisa bekerja sebagai tim, bukan suami istri!" tegas Ellen yang langsung turun dari pangkuan suaminya.

__ADS_1


Ellen bergegas pergi meninggalkan Draco begitu saja.


__ADS_2