Selir Kesayangan King Mafia

Selir Kesayangan King Mafia
SKKM BAB 23 - Keputusan


__ADS_3

Dan sesuai keinginan Izek saat kembali ke rumah yang berada di kota De Servant, Izek langsung memandikan Grace.


Seperti biasa, Grace hanya pasrah ketika Izek menjamah tubuhnya walaupun dia malu setengah mati.


"Keramas dulu," ucap Izek seraya mengambil sampo dan menggosok rambut Grace.


Gadis itu duduk di dalam bathub yang sudah penuh dengan air.


"Angkat tanganmu kalau aku terlalu kuat, aku akan mengurangi tenagaku," ucap Izek lagi. Dia sudah menggosok-gosok rambut Grace dan berusaha tidak menyakiti kucing manis itu.


Grace tampak diam saja sampai Izek selesai menggosok rambutnya kemudian lelaki itu membasuh tubuhnya dengan sabun. Grace hanya bisa menggigit bibir bawahnya.


"Jangan digigit, itu adalah tugasku," ucap Izek seraya mengusap bibir Grace. Gadis itu tampak menutupi rasa takutnya.


Awalnya Izek ingin menyambar bibir itu tapi karena melihat ekspresi Grace, Izek mengurungkan niatnya. Dia melanjutkan membersihkan tubuh Grace kemudian menggendongnya ketika selesai.


"Kau bisa memakai baju sendiri, 'kan?" tanya Izek.


Grace mengangguk dan mengambil dress putih untuk dia kenakan. Dia begitu gugup karena Izek yang terus memandanginya.


Pasti karena bekas luka di punggungku

__ADS_1


Seketika ingatan kejadian dulu kembali terputar di otaknya, bagaimana dia dicambuk sampai mau mati. Kalau dia berteriak dan minta ampun maka cambukan itu akan lebih keras lagi diterimanya.


Sejak saat itu Grace memilih diam dan membuatnya kehilangan suara, mungkin otaknya mensugesti kalau dia diam, dia akan aman, dia tidak akan sakit.


"Apa ada yang sakit?" tanya Izek karena Grace yang tiba-tiba menangis. "Apa sebegitu takutnya kau padaku?"


Izek mengira jika Grace masih takut padanya walau bagaimana pun gadis itu juga terpaksa sekarang bersamanya.


"Aku akan pergi," ucap Izek yang ingin keluar dari kamar Grace supaya gadis itu tidak menangis lagi.


Kaki Izek melangkah ke arah pintu tapi sejurus kemudian dia merasakan tubrukan pelukan dari belakang. Grace berlari dan memeluknya, kedua tangan kurus itu melingkar di perutnya.


"King..." panggil Lurika seraya mengetuk pintu kamar Grace. Dia baru saja mendapat panggilan dari king mafia itu.


"Masuklah!" sahut Izek dari dalam.


Saat Lurika masuk, dia mendapati Izek yang duduk menyender di atas ranjang dengan Grace yang berada di dekapannya.


"Apa anda perlu sesuatu, King?" tanya Lurika.


"Bagaimana dulu kau belajar bahasa isyarat?" Izek justru bertanya balik, dia ingin belajar bahasa isyarat supaya bisa berbicara pada Grace dan tahu apa yang gadis itu rasakan.

__ADS_1


"Saya belajar dari nona Grace sendiri, King. Karena terbiasa jadi saya secara otomatis mengerti sendiri," jawab Lurika.


Jadi, Izek hanya perlu membiasakan diri. Tapi, dia tidak bisa dua puluh empat jam bersama gadis itu. Dan seperti sekarang sudah waktunya kembali ke istana.


"Siapkan barang-barang Grace. Aku akan membawanya ke istana, Izzy akan mengajari Grace banyak hal," ucap Izek kemudian.


Akhirnya dia memutuskan untuk membawa ke istana dengan begitu Grace akan selalu dalam jangkauannya. Semoga keputusannya adalah keputusan yang tepat.


"Aku akan memperkenalkan Grace sebagai tunanganku jadi jangan sampai identitas aslinya terbongkar,"


"Baik, King."


_


Othor bakal kejar cerita Izzy biar sampai di timeline yang sama kaya Izek. Jangan lupa mampir di rumah F juga ya bestie...


Judul : The Secret Bedroom


Napen : Shim Chung


__ADS_1


__ADS_2