
Kabar mengenai Izzy yang marah pada Grace langsung tersebar di penjuru istana De Servant. Posisi Grace menjadi cibiran dan mereka tidak rela jika Grace menjadi Queen nantinya.
Izzy kemudian meminta Daniel untuk cepat-cepat memanggil Ellen datang karena hanya Ellen yang bisa membereskan kekacauan yang ada.
Izzy juga yakin jika Izek dan Draco akan segera kembali karena rumor ini.
"Ibuku pasti mengerti jadi minta dia untuk segera datang," ucap Izzy.
"Baiklah, Nona," sahut Daniel patuh seperti biasanya.
"Bagaimana keadaan Grace?" tanya Izzy yang belum mendengar kabar gadis itu lagi.
"Yang saya dengar, dia mengurung dirinya di kamar, Nona," jawab Daniel.
Sudah Izzy duga, Grace akan melakukan hal itu.
Dan tak lama setelah Daniel pergi, Akash yang marah menemui Izzy. Lelaki itu tidak terima jika Grace mendapat perlakuan kasar.
"Apa yang kau lakukan Izzy? Kau bisa merusak mental Grace, dia baru mulai tahu dunia luar jadi wajar kalau dia ingin banyak tahu sesuatu," protes Akash.
"Dengan melukis kau yang bertelanjang dada?" balas Izzy dengan sinis.
"Aku yang memaksanya untuk melakukan hal itu!" elak Akash mencari pembenaran.
__ADS_1
Izzy berjalan mendekati sepupunya seraya menunjuk dada lelaki itu memakai jari telunjuknya. "Aku tidak menyalahkan seratus persen pada Grace karena kau memang memanfaatkan gadis polos itu!"
"Seharusnya kau tahu Akash kalau Grace itu tunangan kakakku!"
Mendengar itu Akash tertawa karena Izzy masih belum tahu siapa Grace yang sebenarnya.
"Tunangan dari mana? Apa mereka secara resmi bertunangan?"
"Kenapa Izek tidak bicara pada ibumu? Bukankah calon Queen De Servant harus memiliki cincin Yvone?"
Akash akan memberitahu Izzy siapa Grace ssbenarnya hari ini supaya gadis itu berhenti menyalahkan dirinya. Seharusnya Izzy menyalahkan Izek dan Draco serta tradisi De Servant yang harus dirubah.
"Kau tidak bisa menjawabnya bukan?" cecar Akash.
Sekarang giliran Akash yang maju dan membuat Izzy memundurkan langkahnya.
Mata Izzy terbelalak mendengarnya, rasanya tidak mungkin Draco memiliki selir.
"Kebohongan apa ini Akash!" seru Izzy tidak terima.
"Kau bisa konfirmasi langsung pada ayahmu, saat Izek naik tahta otomatis Grace menjadi selir Izek karena selir hanya milik king. Kau seharusnya tahu tradisi itu bukan?" jelas Akash.
"Tidak mungkin." Izzy masih tidak percaya dengan kebenaran yang diungkapkan Akash. Dia tidak tahu hal seperti ini akan terjadi pada keluarganya.
__ADS_1
"Sekarang kau tahu rasanya jadi Grace yang harus digilir sana sini. Jadi jangan salahkan Grace jika dia lebih nyaman bersamaku!" seru Akash sambil berlalu pergi.
Izzy mematung di tempatnya karena masih mencerna semuanya.
"Ibu, apa ibuku tahu?" Izzy jadi tidak sabar bertemu dengan Ellen. Dia sangat yakin jika ayahnya sangat mencintai ibunya.
"Pasti Akash belum tahu sepenuhnya apa yang terjadi. Aku tahu ayahku seperti apa."
Izzy tetap mempercayai Draco dan dia ingin tahu hal ini lebih detail, dia tidak mau buru-buru menyimpulkan seperti yang dilakukan Akash.
"Aku harus membicarakan ini pada ibu," gumam Izzy.
Gadis itu mondar-mandir tidak jelas, Izzy sudah berada di kamar Ellen dan menunggu ibunya itu tiba.
"Izzy..." panggil Ellen saat sampai.
Perempuan itu berpenampilan anggun seperti biasanya. Ellen memeluk Izzy supaya anak gadisnya tenang.
"Baru ayah dan ibu tinggal, keadaan sudah kacau," komentar Ellen.
"Ibu..." Izzy membalas pelukan Ellen padanya. "Seberapa ibu mempercayai ayah?"
"Ibu mempercayai ayahmu dengan segenap hatiku. Ada apa?" tanya Ellen.
__ADS_1
_
Ini kan yang kalian tunggu, reaksi Ellen pas tahu siapa Grace.