
Hari Sabtu, Meira membantu Mama di dapur. Papa sedang membersihkan aquarium.
“Mau masak apa kita untuk siang nanti Ma?” tanya Meira.
“Coba kamu lihat isi lemari es Mir, kita punya bahan apa untuk dimasak” jawab Mama
Meira meneliti isi dalam lemari es, lalu mengeluarkan bahan-bahan yang ada. Ada kerang, wortel, kol, tauge, dan sedikit sayur pakcoy.
“Kita masak kerang aja ya Ma” saran Meira
“Boleh” jawab Mama.
“Boleh Mira yang masak Ma hari ini Ma?” tanya Meira
“Tentu saja boleh Mir” jawab Mama senang
“Rencana kerangnya mau kamu masak apa?” tanya Mama
“Kerang cabai hijau ma” sahut Meira
“Wahh, enak pastinya Mir” ujar Mama
“Semoga ya Ma” jawab Meira malu-malu
“Harus yakin dong Mir jawabnya, pasti enak” Mama meyakinkan
“Ya Ma, harus enak” seru Meira
“Oke kalau gitu, hari ini kamu mengambil alih tugas mama yaitu memasak, dan Mama gantian yang beberes rumah” kata Mama
Meira mengangguk.
“Semoga berhasil Mir” bisik mama
“Siap Ma” seru Meira
Meira mulai menyiapkan bahan-bahan untuk memasak kerang cabai hijau, yaitu kerang, bawang putih, bawang merah, cabai hijau keriting, gula pasir, garam, jahe, daun salam, laos dan daun jeruk.
Meira mencuci kerangnya sampai tiga kali supaya bersih, kemudian menumis bawang merah dan bawang putih hingga harum. Ia memasukkan laos, daun salam, daun jeruk dan jahe ke dalam wajan, lalu melanjutkan menumisnya sampai bau wangi. Setelah itu ia memasukkan irisan cabai keriting hijau, lalu memasukkan kerang, garam dan gula pasir. Ia mengaduknya sampai bumbu meresap dan menambahkan sedikit air. Meira mencicipinya “Hmmmm,,, masih agak hambar”. Lalu ia menambahkan sedikit kaldu jamur ke dalam masakannya, mengaduknya sebentar hingga semua tercampur rata. Ia mengoreksi rasanya sekali lagi. Kali ini ia tersenyum puas “Mantapp…” serunya bangga.
“Sekarang enaknya bikin apa lagi ya” Meira berpikir
Ia menoleh ke kol, taoge, wortel dan pakcoy yang tergeletak di atas meja dapur.
“Pak coynya aku rebus aja untuk lalapan, terus kol, wortel dan tauge ya aku bikin bakwan sayur.” Meira mendapat ide.
Setelah semua sayuran dicuci bersih, Meira memarut wortel, mengiris-iris tipis kol, lalu mencampurnya dengan tauge, tepung terigu dan air serta bumbu yang telah ia haluskan, dan siap menggorengnya. Ia menggorengnya hingga berwarna kecoklatan.
“Sudah beres dan siap disajikan” ujarnya bahagia. Lalu ia menata masakan yang ia masak di atas meja makan.
Meira berlari ke depan mencari kedua orangtuanya.
“Pa, masakannya sudah matang” serunya saat melihat Papa di depan.
“Wow, boleh Papa mencoba masakanmu? Sedari tadi Papa hanya mencium baunya yang enak” canda Papa yang kebetulan baru selesai memasukkan ikan-ikan ke dalam aquarium yang sudah bersih.
__ADS_1
“Boleh banget Pa, kan Meira masak buat Papa dan Mama, pasti Papa dan Mama suka” ujar Meira yakin
“Coba Papa mau icip” jawab Papa
Meira dengan senang hati menggandeng tangan Papa ke ruang makan.
“Ehh sebentar, Mama dimana ya?” tanya Meira
“Mamamu ada di atas” jawab Papa.
“Mira ke atas dulu Pa, mau cari Mama” ujar Meira
Papa mengangguk.
Meira menyusul Mama yang sedang membereskan ruangan di atas.
“Maaa, ayo kita makan, masakan Mira udah siap nihh” ajaknya
“Oke Mir, Mama segera turun, kamu temani Papa dulu” jawab Mama
Meira dan Papa menunggu Mama di ruang makan. Setelah mama datang mereka makan bersama.
“Enak juga masakan kamu Mir, boleh lah besok Papa minta dimasakin lagi” puji Papa sambil menikmati kerang cabai hijau
Meira tersenyum “Siapa dulu dong Pa gurunya”
“Siapa?” gurau Papa
“Ya Mama lah” jawab Meira cepat
“Rupanya bakat Mama turun ke kamu Mir, ya kan Ma” Papa meminta persetujuan Mama.
“Nggak lah, lebih enak masakanmu ini” jawab Mama merendah
“Enak mama lah” jawab Meira tidak mau kalah
“Semua sama-sama enak” ucap Papa, disambut senyum Meira dan Mama.
“Ngomong-ngomong Deni nggak kamu ajak makan di sini Mir, biar dia ikut juga ngerasain masakan kamu” Mama mengingatkan
“Iya betul” Papa menimpali
“Hari ini Deni main futsal sama teman-temannya, kemungkinan bisa sampai sore” jawab Meira
“Jadi dia nggak ke sini hari ini” tanya Mama
“Enggak Ma, habis futsal biasanya Deni capek.” Jawab Meira
“Ohh ya sudah kalau begitu” ucap Mama
‘Enak nih Mir, bakwan sayurnya, gurihnya pas dan krispinya” Mama mencicipi bakwan buatan Meira
“Syukurlah kalau Mama suka” ujar Meira
Selesai makan Meira membereskan meja makan, dan mencuci semua peralatan yang kotor di dapur. Seperti biasa, ia juga mengepel lantai dapur hingga kesat.
__ADS_1
Hari Sabtu ini terasa sangat panjang bagi Meira. Padahal dari tadi dia sudah beberes kamar, masak, mencuci peralatan dapur yang kotor, serta mengepel lantainya, tapi sekarang jam masih menunjukkan pukul 12.30
“Gerah banget, aku mau mandi lagi aja” gumamnya
Ia menuju kamarnya di lantai atas dan bergegas ke kamar mandi, biasanya ia mandi sambil membersihkan kamar mandi.
Selasai mandi Meira berencana akan membaca novel yang belum sempat ia baca sedikitpun, padahal sudah lama dibelinya.
Keluar dari kamar mandi, ia mendengar suara ponselnya berbunyi. Sepertinya ada pesan masuk.
Meira mengambil handphonenya, untuk melihat siapa yang mengirim pesan.
“Farahh” pekiknya
“Kenapa dia?” gumamnya. Farah meneleponnya lima kali dan mengirim pesan memanggil nama Meira dengan emoticon menangis.
Meira mencoba balik menelpon Farah. “Ada apa Far? Kamu kenapa?” tanya Meira panik
“Aku lagi sedih Mir” jawab Farah dari ujung telepon
“Sedih kenapa?” tanya Meira lagi.
“Dimas Mir” ucap Farah sedih
“Kenapa dia?” tuntut Meira
“Haduhhh Mir, panjang banget kalau diceritakan di sini” ujar Farah
“Terus mau kamu gimana?” tanya Meira
“Kita ketemuan aja yuk Mir, di coffee shop baru dekat kantor” pinta Farah
“Oke aku kalau gitu ganti baju dulu, terus kita ketemu di sana” jawab Meira
“Oke Mir” Farah menutup teleponnya.
Selesai ganti baju, Meira pamit ke Mamanya untuk keluar sebentar.
“Ma, Meira pergi sebentar ya mau ketemu Farah?” pamitnya
“Farah?Tumben biasanya dia yang maen ke sini” jawab Mama
“Dia mau curhat Ma, malu kali kalau curhat di sini” Meira meringis
“Curhat?” tanya Mama heran
“Ya Ma, biasalah masalah cinta” ungkap Meira.
“Oalah…” Mama tersenyum geli
“Oh ya..Papa dimana Ma?” tanya Meira
“Papa istirahat di kamar” jawab Mama
“Tolong pamitin ke Papa ya Ma, Mira berangkat dulu” pamit Meira lagi
__ADS_1
“Ya Mir, hati-hati kamu, nggak usah buru-buru” pesan Mama
“Oke Ma” Meira melambaikan tangannya.