
Sesampainya di kantor Reno menelepon Deni.
“Den, kamu sibuk nggak?”
“Not really…” jawab Deni
“Ada apa?” Tanyanya sambil membolak-balik proposal di meja kerjanya.
“Aku ketemu dengan Julia barusan,” ujar Reno
“Lalu?…Apa hubungannya denganku?” Jawab Deni datar
“Pastinya ada lah hubungannya denganmu,” jawab Reno terkekeh.
“Jangan bilang…kalau dia mau mengadakan acara, terus berencana ngundang teman-teman kuliah lagi…Jangan terlalu berharap, karena sudah pasti aku tidak akan datang.” Ujar Deni
“Hahahha…Ge eR kamu,” Reno terbahak
“Siapa yang mau ngundang kamu,” lanjut Reno meledek.
“Trus hubungannya sama aku apa?” Tanya Deni
“Penasaran juga kamu rupanya…” Reno masih meledek Deni
“Terserah…. “ ujar Deni singkat
“Sepertinya dia masih mengharapkan kamu.” kata Reno kemudian.
Deni tersenyum kecut.
“Apa yang dia harapkan dariku.” Ujar Deni terkekeh
“Cinta pastinya.” Reno terbahak.
“Makan itu cinta…” Denipun tertawa menanggapi Reno.
“Makanya…nggak usah suka tebar pesona kamu Den…hahaha,” Reno masih meledek Deni
“Hahaha….Nggak tebar pesona pun cewek-cewek sudah banyak yang kecantol sama aku. Gimana kalau aku tebar pesona, bisa-bisa kamu nggak kebagian Ren.” Balas Deni meledek Reno.
“Hahhaha…iya percaya kamu sudah menang sejak lahir.” Sindir Reno
“Oh..ya tadi dia juga menyinggung soal Mira,” lanjut Reno
Deni menghentikan pekerjaannya sejenak.
“Apa yang dia mau dari Mira?” Tanya Deni pada Reno
“Entahlah…Dia hanya menanyakan, apakah kamu sering menceritakan tentang Mira padaku.” Ujar Reno.
“Dari raut wajahnya, sepertinya dia cemburu dengan Mira.” lanjut Reno
Deni menarik nafas dalam-dalam.
“Aku tidak mau dia mengganggu Mira.” ujar Deni was-was
“Sebaiknya kamu ngomong aja sama Julia, kalau hubungan kamu dan Mira itu serius.” Saran Reno
“Aku sudah pernah mengatakannya Ren, tapi sepertinya dia tidak peduli.” Jawab Deni.
“Julia memang nekat, aku tadi juga tidak habis pikir, tiba-tiba dia menghubungiku dan mengajakku bertemu dengannya.” Kata Reno
“Jangan-jangan….dia suka sama kamu,” seloroh Deni
“Enakkk aja…..kamu ya habis manis sepah dibuang,” balas Reno
“Whatt?” Pekik Deni
__ADS_1
“Itu peribahasanya tidak masuk buat aku, karena selama ini aku tidak pernah membutuhkan dia, apalagi sampai mencampakkannya.” Ujar Deni membela diri
“Apa jangan-jangan kamu cemburu karena Julia mengajakku bertemu,” Reno terbahak
“Cemburu?? hahahaha…Aku tidak punya hak untuk cemburu pada kalian..” tepis Deni.
Setelah selesai berbicara dengan Reno, Deni menutup telponnya.
Ia mengamati jalanan dari jendela kaca kantornya. Pikirannya mulai gusar.
“Bagaimana kalau Julia nekat menemui Mira, lalu berkata yang tidak-tidak dan menyakiti hati Mira.” Batinnya.
Ia lalu cepat-cepat mengambil ponselnya di atas meja dan menelepon Meira.
Deni 📞
“Halo Mir, nanti sore aku jemput ya, sekalian kita makan malam.”
Mira 📞
“Oke Den, tapi mungkin aku pulangnya agak telat sekitar tiga puluh menit. Nanti ada meeting dan baru mulai 16.30.”
Deni 📞
Oke…sampai nanti ya Mir.
***
Sore hari Deni menjemput Meira di depan kantornya. Sambil menunggu kekasihnya, Deni memutar saluran radio di tape mobilnya. Tembang lawas milik Stevie B yang berjudul When I Dream About You, benar-benar mampu memanjakan telinganya di kabin mobil.
🎵🎵🎵
… There was a time in my life
When I opened my eyes and there you were
You were mode than a dream
That was long ago
… There are something that I guess I'll never know
When you love someone you got to learn to let them go
… When I dream about you
Thats when everything's alright
You’re in my arms, here next to me, forever
When I dream about you
Girl you never go away
Just close my eyes wait for my dreams
Cuz I still love loving you
… How can I get you to see
That I'm fallin apart since you‘ve been gone
I could never be sure
I could never let go
Your love is much be strong
__ADS_1
… There are something that I guess I'll never know
When you love someone you got to go learn to let them go
… When I dream about you
Thats when everything’s alright
You’re in my arms, here next to me, forever
When I dream about you
Girl you never go away
Just close my eyes wait for my dreams
Cuz I still love loving you
🎵🎵🎵
Tidak lama berselang terlihat Meira keluar dari kantor, dan berjalan cepat menuju mobil Deni. Ada senyum terurai yang menghiasi wajah cantiknya. Deni mengamati wajah cantik Meira dari dalam mobil.
“Sorry Den, kamu nunggu lama ya,” ujar Meira sambil mengelus pipi Deni
Deni menggelengkan kepalanya sambil tersenyum lalu mengecup pipi Meira dengan lembut.
“Mau makan dimana kita Mir?” Tanya Deni.
Sesaat Meira berpikir.
“Kalau di kafe Chez gimana,” Meira memberi ide
“Boleh.” jawab Deni.
Lalu Deni memacu mobilnya menuju kafe yang dipilih oleh Meira.
Sesampainya di kafe, seperti biasa mereka memilih tempat duduk di sisi jendela agar bisa menikmati pemandangan sore yang indah.
Sore itu kafe Chez yang nyaman sedang sepi. Lagu-lagu Top Ten lawas mengalun pelan.
“Tumben tadi rapatnya sore Mir,” tanya Deni
“Tadi pagi ada kunjungan soalnya.” Jawab Meira
“Ohh…” Deni mengangguk
Apa yang ingin Deni bicarakan pada Meira tentang Julia seakan buyar. Melihat wajah manis Meira yang sedang asik bercerita, seakan Deni tidak tega untuk merubah situasi yang hangat dan menyenangkan ini menjadi tegang. Ia enggan membicarakan masalah Julia karena dirasa tidak penting, tapi kalau dirinya tidak membahas ini, ia takut jika keduluan Julia yang mendatangi Meira dan Meira sakit hati karena mempercayai omongan Julia yang sering dilebih-lebihkan.
“Oh iya Den….aku mau cerita,” ujar Meira
“Cerita apa…?” tanya Deni
“Tentang Julia.”sahut Meira
“Uhukk..uhukk …Julia??” Deni tersedak minumannya.
“Iyaa,,, Julia.” Meira meyakinkan
“Kenapa….kamu mimpi dia lagi?” Deni menenggak minumannya untuk melancarkan tenggorokannya.
“Enggak mimpi Den, tapi dia menemui aku kemarin,” cerita Meira
Pruttt!! Minuman di mulut Deni menyemprot keluar ke mana-mana.
Meira tertawa-tawa. Dengan sehelai tisu, Meira menolong Deni mengeringkan wajahnya. Disapunya tisu itu ke wajah Deni.
“Kamu kenapa kaget gitu Den?” Tanya Meira masih dengan tawanya
__ADS_1
“Aku cuma heran aja, dia menemui kamu…emang ada urusan apa antara dia sama kamu?” Gerutu Deni
Deni mamandangi Meira dengan sedikit heran, tidak biasanya Meira tertawa-tawa kalau membahas masalah Julia.