SENJA DI HATI MEIRA

SENJA DI HATI MEIRA
Episode 15


__ADS_3

Keesokan harinya


“Mir nanti siang makan bareng yuk, aku mau ajak Andre, dan kamu ajak Farah ya” ajak Deni di telepon


“Astaga aku hampir lupa, aku juga belum sempat menentukan hari, kapan kita berempat bisa makan siang bareng” jawab Meira


“Ya udah nggak apa-apa Mir, mumpung aku dan Andre ada sedikit waktu longgar” kata Deni


“Berarti Andre udah tahu kalau mau dikenalin sama Farah ya Den?” tanya Meira


“Dia nggak tahu Mir, kalau dia tahu, nanti dia pasti malu, terus nggak mau ikut” ujar Deni


“Tapi tadi Andre sempat bilang, kenapa Mira nggak diajak sekalian, kan kantornya dekat, aku jawab ya nantilah gampang” lanjut Deni


Meira tertawa “Dia nggak curiga kan kenapa makan siangnya jauh”


“Dia curiga aku modus, supaya bisa makan siang bareng kamu Mir” Deni terbahak


“O ya?” ujar Meira terkikik


“Ya Mir, waktu aku bilang kita makan di green resto yuk, dia bilang halahh bilang aja pengen ketemu Mira” ujar Deni masih dengan tawanya.


“Polos sekali dia ya” kata Meira


“Ya..Kita lihat saja nanti kelanjutannya” kata Deni


“Sekarang aku lanjut kerja dulu ya Mir” ujar Deni lagi


“Oke Den, kalau gitu habis ini aku ngomong ke Farah ya” kata Meira


“Oke Mir, sampai nanti ya” Deni menutup teleponnya


***


Meira mendekati Farah yang sedang memfotokopi berkas.


“Far, nanti kita makan siang bareng Deni dan Andre ya” kata Meira


Mata Farah langsung berbinar “Beneran Mir?” Ujar Farah


“Bener lah” tegas Meira


“Kita mau makan dimana Mir?” Tanya Farah


“Di Green Resto, mau nggak?” Jawab Meira


“Aku sih dimana aja mau Mir” tutur Farah


“Tapi…kenapa kamu nggak bilang dari kemarin sih Mir, kan aku belum persiapan, aku deg-degan nih Mir” ujar Farah


Meira tersenyum “Deni juga ngomongnya baru tadi…Santai aja Far, Andre juga nggak tahu kok kalau mau dikenalin sama kamu.”


“Jadi dia nggak tahu Mir, kalau nanti kamu bawa teman” tanya Farah


“Dia nggak tahu sama sekali, jadi kamu bisa tenang” jawab Meira


“Oke deh Mir” tutur Farah bersemangat

__ADS_1


“Sampai nanti ya, jangan lupa dandan yang cantik” goda Meira sambil mengedipkan matanya.


Farah tersipu malu


***


Pada saat jam istirahat makan siang tiba, Meira mengajak Farah untuk bergegas menuju restoran yang dimaksud Deni.


“Kita jalan kaki aja ya Far, kalau naik mobil ribet harus putar balik” kata Meira


“Iya Mir, dekat ini kok” jawab Farah


“Aku makin deg-deg nih Mir” ujar Farah


“Udah tenang ajalah, nggak usah tegang, nanti malah Andre curiga lho” jawab Meira


“Ngomong-ngomong dia ganteng nggak Mir?” tanya Farah sambil terkikik


“Ganteng” jawab Meira


“Ganteng kayak Deni?” tanya Farah lagi


“Haduhh, udah nanti dilihat sendiri” tukas Meira


Meira mempercepat langkahnya diikuti oleh Farah.


“Mereka udah sampe resto Mir?” desak Farah


“Masih di jalan” jawab Meira singkat


Meira mempercepat langkahnya, supaya segera sampai di restoran.


“Kalau kita segera sampai di resto, kan kamu bisa menenangkan diri dulu Far, jadi saat Andre datang dia nggak curiga ngeliat muka kamu yang tegang dan keluar keringat dingin gitu” tutur Meira sambil terus berjalan


“Hah, memang aku keliatan tegang ya Mir?” Tanya Farah


Meira mengangguk


“Tapi aku nggak keluar keringat dingin” protes Farah


“Tapi detak jantung kamu kedengaran sampai telingaku” Meira tertawa


“Ngaco kamu Mir” Farah pura-pura cemberut


Sesampainya di restoran mereka mencari tempat duduk yang nyaman. Setelah memesan minuman keduanya mengobrol. Meira melihat ketegangan di wajah Farah, melihat Farah tegang ia pun jadi ikut tegang. Menjadi mak comblang untuk sahabat memang menjadi hal yang sangat seru, menyenangkan, sekaligus menegangkan. Apalagi kalau perjodohan berhasil hingga ke pernikahan, pastinya Meira akan merasa bangga.


Jodoh memang bisa datang dari mana saja, dan salah satunya adalah dari perantara teman. Namun perjodohan yang telah dianggap berhasil juga belum tentu berujung dengan pernikahan. Sebagai seorang mak comblang Meira harus bisa menerima itu, bahkan jika keduanya tidak cocok saat dipertemukan, jangankan menikah, pacaran pun tentunya tidak terjadi.


“Sorry ya kalian jadi nunggu lama, di boulevard macetnya parah banget” ujar Deni yang sudah tiba bersama Andre


“Halo Far, apa kabar?” Sapa Deni sambil menarik kursi diikuti oleh Andre


“Baik Den” jawab Farah singkat


“Deni sudah nggak sabar pengen ketemu kamu Mir” timpal Andre menggoda Meira


“Ah,,Kalau Deni sih nggak sabarnya buat ketemu makanan” tepis Meira

__ADS_1


‘Oh ya Ndre, kenalin ini teman kantor aku Farah” Meira memperkenalkan Farah pada Andre


Ketika mereka saling menjabat tangan dan menyebutkan nama masing-masing, Meira dan Deni yang duduk berhadapan juga saling berpandangan-pandangan sambil menahan senyum. Terlihat pipi Farah memerah, tapi kalau Andre tetap cool. Memang betul kata Deni, Andre tidak merasa curiga sama sekali.


“Kalian sudah pesan makan?” tanya Deni


“Belum, tadi baru pesan minum, sambil nunggu kalian datang” ujar Meira.


“Ya udah yuk kita pesan aja sekarang” kata Deni


Laku mereka sibuk memilih menu yang akan mereka pesan.


Sambil menunggu pesanan datang mereka kembali mengobrol.


“Ngomong-ngomong sekarang pacar kamu siapa Far?” Deni mulai memancing dengan bertanya pada Farah


“Ah kamu Den, nanyanya kok gitu sih” jawab Farah malu-malu


“Loh pertanyaan aku emang salah ya?” tanya Deni


“Sebenarnya Farah lagi nyari pacar” celetuk Meira sambil melirik Andre


Farah menendang kaki Meira, dan matanya sedikit melotot.


“Kenapa sih? Katanya mau dijodohkan” bisik Meira


“Tapi, jangan to the point gitu, aku malu tau” bisik Farah kesal


“Sorry, aku terlalu bersemangat Far” ujar Meira menahan tawa.


Meira melirik Andre yang masih sibuk dengan handphonenya, lalu mengedipkan mata memberi kode pada Deni untuk mengajak Andre memulai obrolan.


“Hehh kamu nih…maen handphone aja, lagi kirim pesan ke siapa? Pacar? Gebetan?” Deni menepuk bahu Andre


Andre meletakkan handphonenya.


“Pacar? Pacar siapa? Orang aku lagi main game” tegas Andre


“Kirainya lagi ngasih kabar ke pacar, habis kelihatannya sibuk banget dari tadi” ujar Meira


“Pacar darimana Mir, aku nggak ada pacar” jawab Andre


Meira melirik ke Farah yang sedari tadi tidak banyak bicara.


“Wah kebetulan dong, Farah juga lagi nggak ada pacar kan” ujar Deni sambil tersenyum


Andre menoleh ke Deni “Maksudnya apa?”


“Ya kali aja kalian bisa cocok” jawab Deni


“Cocok apa nih?” Desak Andre


“Ya cocok ngobrol lah, masak dari tadi yang ngobrol cuma aku sama Mira” kata Deni


Andre tersenyum tipis. “Kan memang tujuanku ke sini mengantar kamu ketemu Mira”


“Kan Mira juga bawa teman, ajak dong temennya ngobrol, masak dicuekin” sergah Deni

__ADS_1


Andre dan Farah tersenyum malu.


__ADS_2