SENJA DI HATI MEIRA

SENJA DI HATI MEIRA
Episode26


__ADS_3

“Makan di luar yuk Mir, bosan makan di kantin terus,” ajak Farah.


“Males….panas Far, siang bolong gini.” sahut Meira


Farah mengerucutkan bibirnya.


“Bagaimana kalau nanti sore aja, pulang kantor kita ke mall sekalian cari kado buat Ocha, minggu depan dia ulang tahun kan..” usul Meira


Farah menanggapi dengan senyum sumringah “Boleh..boleh Mir.”


“Oke kalau gitu sampai nanti sore ya,” jawab Meira


Meira kembali ke meja kerjanya. Ia membaca kembali kertas-kertas presentasinya, sambil menikmati makanan yang ia pesan dari kantin. Meira memutar lagu If Tomorrow Never Comes milik Ronan Keating, suara Ronan Keating yang merdu, mengalun indah di telinganya.


🎵🎵🎵


Sometimes late at night


I lie awake and watch her sleeping


She's lost in peace full dreams


So I turn, out the light and lay there in the dark


And the thought crosses my mind


If i never wake in the morning


Would she ever doubt the way i feel


About her in my heart


If tomorrow never comes


Will she know how much i love her


Did I try in every way to show her everyday


That’s she’s my only one


And If my time on earth ere through


And she must face this world without me


Is the love i gave her in the past


Gonna be enough to last


If tomorrow never comes


'Cause I've lost love ones in my life


Who never knew how much I loved them


Now I live with the regret


That my true feelings for them never were revealed


So I made a promise to myself


To say each day how much she means to me

__ADS_1


And avoid that circumstance


Where there’s no second chance to tell her how i fell


If tomorrow never comes


Will she knew how much i love her


Did I try in every way to show her everyday


That she's my only one


And If my time on earth were through


And she must face this world without me


Is the love I gave her in the past


Gonna be enough to last


If tomorrow never comes


So tell that someone that you love


Just what you’re thinking of


If tomorrow never comes


🎵🎵🎵


Meira mengerjap-ngerjapkan matanya, untuk menahan air mata yang hampir jatuh di pipinya. Entah mengapa siang ini ia begitu mellow.


Lagu If Tomorrow Never Comes sangat mewakili perasaannya.


Ting…! Ting..!


Meira membuka ponselnya. Terpampang senyum bahagia di wajahnya. Ada dua pesan masuk dari Deni.


“Mir…Gimana presentasinya tadi?”


“Kamu sudah makan?”


Meira lalu membalasnya.


“Presentasi dan makan sama-sama sudah beres Den.”


“Owhh…Syukurlah kalau gitu, aku seneng dengernya 😉😘” (balasan dari Deni)


Meira kemudian membalas dengan emoticon ❤️


“Kamu sudah makan Den?”


“Belum…aku masih lanjut meeting Mir, selesai meeting nanti langsung makan.”


“Oke..jangan sampai lupa makan ya,” balas Meira mengingatkan


“Oke Mir…”


“I love you Deni.❤️😘" Meira mengungkapkan perasaannya.


“Love you too Mir .😘😘" Balas Deni

__ADS_1


***


Sore harinya, Meira dan Farah sedang berada di sebuah mall mencari kado buat Ocha. Mereka memilih hampers perlengkapan mandi yang terdiri dari sabun, lulur, shampo, minyak esensial dan handuk. Begitu urusan mencari dan membungkus kado selesai, Meira dan Farah mencari tempat untuk makan. Mereka melewati sebuah restoran pizza dimana mereka pernah makan di sana. “ Mau makan di situ?” Meira menujuk restoran pizza di depannya.


Farah menggelang “Nggak Mir..Aku lagi pengen makan nasi,” jawab Farah. Mereka masih menyusuri jalan di depan restoran pizza yang bentuknya memanjang itu.


“Ahh…aku sudah ingat sekarang,” ujar Meira sambil tersenyum lebar.


“Ingat apa Mir?” Tanya Farah dengan wajah heran.


“Kamu ingat cowok yang aku ceritakan kemarin kan Far?”


“Cowok yang di tempat service mobil itu?”


“Yaa betul..” Meira mengangguk.


“Aku pernah ketemu dia di restoran ini Far, sama kamu juga…waktu itu aku cari gaun pesta, dan setelahnya kita makan di sini.” Terang Meira.


Farah mencoba mengingat-ingat.


“Ohhhh… aku juga ingat, cowok berjaket biru itu kan?” Farah mencoba menebak.


“Bukan yang itu…tapi temannya,” sahut Meira


“Berarti yang pakai kemeja hitam?” Farah mencoba menebak lagi.


“Betul sekali,” jawab Meira.


“Sebuah misteri telah terjawab.” Meira tersenyum geli.


“Ehh Mir…..ternyata bener juga kan yang aku bilang kemarin?” Celetuk Farah


“Bilang apa?”


“Kemarin kan aku bilang..halahh palingan ketemu penggemar kamu…hahhahaha,” ledek Farah


Meira mengernyitkan keningnya. “Penggemar?”


“Iyaa…Tahu nggak, waktu kita makan, cowok itu ngliatin kamu terus…beberapa kali aku memergokinya, tapi sepertinya kamu nggak paham, karena aku lihat kamu lagi nunduk main ponsel, atau nggak lagi sibuk makan,” cerita Farah.


Meira melebarkan matanya pura-pura terkejut.


“Beneran Mir, aku nggak bohong, kan kamu tahu waktu itu aku fokus ngliatin si cowok berjaket biru …eh yang ada aku malah memergoki temannya lagi ngliatin kamu," terang Farah


“Jangan-jangan emang dia beneran suka sama kamu, terus nguntit kamu kemana-mana?” Kata Farah


“Hahh…yang bener?” Tanya Meira antara percaya dan tidak.


“Bisa jadi kan..” jawab Farah


“Masak sih…jangan mengada-ada kamu,” ujar Meira sambil mengamati sekeliling.


Farah menyeringai ketika melihat wajah Meira tampak ketakutan.


“Jangan-jangan bener kata Farah, cowok itu mengikutiku,” batin Meira paranoid.


“Mir, kita makan di resto Padang itu aja yuk” ajak Farah sambil menunjuk restoran Padang di depannya.


“Boleh..” sahut Meira cepat karena perutnya sudah mulai keroncongan.


Sambil berjalan masuk ke dalam restoran padang, Meira menghirup aroma masakan Padang yang sangat menggugah selera.

__ADS_1


Meira memilih menu nasi rendang dan paru goreng, sedangkan Farah memilih nasi rendang dan ayam pop.


Keduanya sedang menunggu pesanan sambil mengobrol, ketika tiba-tiba dari belakang ada seseorang yang menepuk bahu Meira.


__ADS_2