SENJAKALA

SENJAKALA
Penasaran


__ADS_3

Mobil yang mereka kendarai pun kini sudah berada si depan sekolah nya, macet nya kota Jakarta membuat Kala yang sedikit Mual


Setelah berpamitan dengan Ayah nya kini dua gadis itu sedang berjalan menuju kelas nya


"Lo nggak papa?" tanya Senja khawatir


"Biasa, sedikit mual tapi nggak papa ko" jawab Kala santai .


Suasana koridor sekolah seperti biasanya selalu ramai akan murid-muridnya.


" Eh tumben ini bidadari berangkat bareng"


"Gila gila gue sekarang jadi pengin punya pacar dua coi"


"Ya ampun satu aja udah susah ngedeketinnya apalagi dua"


"Senja lo mau nggak jadi pacar gue"


"Kala lo sama gue aja motor gue lebih bagus dari si Yugo"


Seperti biasa, Senja dan Kala hanya menanggapi dengan senyuman aja.


"Kalo kita punya pacar kira-kira mereka bakal tetep kaya gini ngga ya?" tanya Kala pada Senja .


Senja hanya mengidahkan bahu nya menandakan tidak tau


"Senja dari banyak nya cowo disini nggak ada satupun yang buat lo tertarik?"


"Nggak ada Kala, sekalipun ada juga dia nggak bakal sadar kalau gue suka sama dia" ujar Senja menatap Kala


"Oh jadi ada cowo yang lo suka? Sama dong kaya si Yugo, si Yugo juga lagi suka sama orang katanya" . .


"Apa . . . Orang itu jangan-jangan lo Senja ??" ungkap Kala histeris


_orang itu lo Kala, lo orang yang Yugo sukai_ batin Senja


"Kalau orang yang Yugo suka ternyata lo gimana Kal?" Bukan nya menjawab pertanyaan Kala, ia justru bertanya balik pada Kala


"Ngaco lo ! Mana mungkin dia suka gue, lo tau sendiri kita sahabatan bertiga jadi nggak mungkin si" terang Kala


"Ya itu lo tau kalau kita sahabatan jadi nggak mungkin juga dia suka gue" ucap Kala yang kini tangan nya merangkul Kala

__ADS_1


"Iya juga sih, terus siapa dong orang yang Yugo suka?" tanya Kala yang penasaran itu, Senja hanya diam saja tanpa menjawab perkataan Kala karena dirinya sudah tau siapa orang yang Yugo suka.


"Senjaaaaaa Kalaaaa . . . " Teriak dua teman nya seraya berlari menuju mereka


"Kalian ko tumben berangkat bareng?" tanya Zea yang melihat kedua teman nya itu


"Oh , lo lagi berantem ya sama si Yugo?" lanjutna, Kala hanya menggelengkan kepalanya menandakan tidak.


"Yugo berangkat lebih awal kaya nya jadi gue nggak bareng dia" terang Kala pada sahabat nya itu.


"Kal lo tau nggak si Instagram gue jadi rame gara-gara lo" ucap Zea denggan bangga nya


"Dan lo tau berapa followers gue sekarang???" lanjunya


"Berapa emang? Udah bisa buat endors belum?" tanya Kia yang penasaran akan hal itu.


"Nih liatt ahhh gue rasa nya pengin teriakkk" ucap Zea yang menunjukan ponsel nya pada mereka.


"Masih banyak kan followers gue sama Senja si, ya ngga" ujar Kala dengan sombong sambil menyenggol kembaran nya.


Senja hanya terkekeh melihat wajah Zea yang seketika berubah


"Kampret lo, nggak bisa gitu loh liat temen nya seneng" ujar Zea pura-pura kesal


Senja yang sedang membaca buku, Kia yang sedang melihat-lihat cogan, Zea yang masih saja memandangi ponselnya karena tak percaya followers instagramnya bertambah pesat dan Kala yang tertidur di meja.


"Senja, lo di panggil Bu Rini" kata teman satu kelas nya.


Senja hanya mengangguk dan langsung bergegas ke kantor .


"Kalau Kala nyariin, bilang aja gue lagi di kantor ya" ucap Senja pada teman nya sebelum meninggalkan kelas.


Ketika Senja sedang berjalan menuju kantor, ia tidak sengaja mendengar suara piano di dalam ruangan musik.


Ia pun mengendap kan langkah nya untuk mengintip siapa yang sedang bermain piano


_Shaka !! Gue ngga salah liat? Itu Shaka??_ batinnya tak percaya apa yang dia liat.


"Kalau dia suka main piano kenapa nggak ikut ekskul music aja" batin nya kembali yang masih tak percaya apa yang dia lihat sekarang.


"Woiii lo ngapainn .. !!" Suara itu berhasil membuat Senja kaget dan buru-buru menarik tangan pemilik suara tersebut.

__ADS_1


"Lo ngapain sih segala teriak begitu, kaget gue bego" ucap Senja kesal


"Lah lagian lo ngapain ngintip-ngintip begitu kaya maling aja, liatin siapa sih?" ucap Yugo sang pemilik suara tadi.


"Gue ngeliatin Shaka, kaget aja gue baru tau kalau dia bisa main piano" jelas nya pada Yugo yang sekarang mereka berhadapan .


"Ohh si Shaka. Dia emang jago si hampir semua kaya nya alat musik dia bisa mainin"


"Terus kenapa dia nggak ikut ekskul music aja ya Go" tanya Senja yang bingung.


"Mana gue tau emang gue abang nya" ucap Yugo yang keliatan kesal.


"Oh ya Go, Shaka bukan nya dulu ikut ekskul basket juga kaya lo? Terus kenapa dia keluar?" tanya Senja yang penasaran


"Alasannya si karena susah ngebagi waktu nya kan dia ikut osis juga dan lo tau sendiri Osis sama basket sering bentrok jadwal nya jadi ya gitu" kata Yugo menjelaskan apa yang dia tau.


"Jangan bilang lo naksir Shaka??" ucap Yugo yang seakan-akan terkerjut dengan itu


"Dih gila, ya nggak lah gue cuma penasaran aja" kata Senja .


"Kala gimana? Aman kan dia? Duh gue lupa ngabarin dia tadi pagi, dia marah nggak ya kira-kira?" tanya Yugo pada Senja


"Kaya nya si marah deh Go, soalnya Kala daritadi badmood mulu dia muka nya" jawab Senja yang sengaja menakut-nakuti Yugo.


"Duh anjir gawat nih kalau Kala mode badmood, yaudah deh nanti biar Kala pulang nya bareng gue"


"Ehh jangan, Kala mau pulang bareng gue" ucap Senja, ia dengan Kala kan sudah janjian mau ke cafe itu


"Mau kemana dah tumbenan amat, eh tapi gue ikut ya kan kita juga udah jarang banget ngumpul bertiga" ucap Yugo


"Duh kapan-kapan aja deh Go kita pergi bertiga jangan hari ini" jelas Senja yang gugup jika Yugo nanti nya banyak nanya


"Ayo dongg Senjaaa pleasee gue ikut ya, gue hari ini juga nggak ada jadwal latihan, ya ya ya please senjaa izinin gue ikut yaaa" ucap Yugo memohon pada Senja.


"Duh mampus gue harus jawab apa ini, apa gue jujur aja? Nggak-nggak , nanti Kala bisa marah" batin Senja yang kebingungan.


"Ehh anu, ehmm gini Go, gue sama Kala tuh mau ke mall mau ke salon mau belanja, kan gue sama Kala udah lama nih nggak ke salon jadi hari ini kita mau nyalon. Ya kalau lo kekeuh mau ikut mah ayo aja asal jangan ngeluh ya kalau lama, lo tau sendiri Kala kalau udah ke salon lama nya kaya apa" jelas Senja panjang lebar.


Membayangkan nya saja sudah membuat Yugo bergidik ngeri, pasalnya memang benar Kala bakal lama sekali jika sudah berurusan dengan kata "salon" .


"Heheh kalau gitu bener lo deh kita pergi bertiga nya kapan-kapan aja, yaudah gue duluan ya" ucap Yugo berpamitan pada Senja .

__ADS_1


Senja menghela nafas "syukur lah si Yugo nggak jadi ikut" batin Senja tenang.


__ADS_2