SENJAKALA

SENJAKALA
Masalah Shaka


__ADS_3

Bagian 21


Setelah menyelesaikan misi awal nya kini mereka bergegas untuk pulang, mereka berharap semoga kali ini Misi nya berhasil.


"Lo jadi kan ketemu si Shaka?" tanya Kala ketika berada di mobil


"Ketemu? Sama si Shaka? Dalam rangka apa?" Tanya Yugo penasaran


"Iya jadi, ah itu cuma sebagai ucapan terimakasih aja ko karena gue nggak mau punya hutang budi"


"Terus lo sama siapa kesana nya?" Tanya Yugo kembali


"Sama sopir gue" jelas Senja singkat


Kini mobil mereka sudah berada di halaman rumah masing-masing, karena sekarang jam sudah menunjukan angka 6 Senja pun bersiap-siap untuk pergi.


"Kal lo beneran nggak papa gue ketemuan sama Shaka?" tanya Senja memastikan


"Senja nggak papa, sekalian tanyain ya dia udah punya pacar apa belum hehe" ucap Kala


Tak mau menanggapi perkataan Kala, senja pun hanya melongos keluar meninggalkan Kala sendiri.


Terlihat di ruang tv ada bunda nya yang sedang bersantai Senja pun berpamitan terlebih dahulu


"Bun, Senja izin keluar ya sama pak sopir ko" pamit Senja


"Mau kemana nak ko nggak sama Kala?"


"Senja mau beli keperluan Osis doang ko Bun sebentar" kata Senja berbohong, ia mana mungkin izin pergi bertemu dengan laki-laki yang ada tidak dapat izin


"Ya sudah hati-hati ya sayang, jangan kemaleman pulang nya." Ucap Bunda memberikan izin .


Belum lama Senja keluar, Kala pun menyusul dan izin ke Bunda nya juga


"Bun Kala mau keluar ya sama Yugo" izin Kala pada Bunda nya


"Iya hati-hati ya nak" ucap Bunda nya. Memang jika pergi dengan Yugo, Bunda nya ini tidak banyak tanya


Kala menunggu Yugo di luar rumah nya, karena menghindari kejadian tadi pagi Kala lebih memilih untuk menunggu di luar.

__ADS_1


"Tumben lo nunggu disitu" ucap Yugo yang keluar dari rumah nya.


"Nggak papa pengin disini aja Go" ucap Kala lesuh


"Ada masalah Kal?" Tanya Yugo seolah mengerti apa yang sedang Kala rasakan.


"Ahh nggak, gue cuma gabut aja di tinggal Senja"


"Lo nggak bisa bohongin gue Kal, mau cerita?" Ucap Yugo menawarkan


"Go kalau kita cuma penasaran sama seseorang itu di kategorikan suka ya?" tanya Kala memulai pertanyaan itu, Yugo yang tidak maksud apa yang Kala bicarakan ia hanya diam


"Gue penasaran tentang Shaka, siapa Shaka sebenarnya bagaimana kehidupan dia, tapi ngeliat dia bareng Senja ntah kenapa gue ngerasa aneh pada peraaan gue, gue padahal cuma sekedar kenal nama aja nggak lebih tapi kenapa gue bisa punya perasaan aneh ke Shaka" jelas Kala panjang lebar pada Yugo


Deg.


Ada sakit yang menjalar di hati Yugo, ia tak mampu bagaimana cara nya menanggapi ucapan Kala


"Jadi ini alasan lo mau kerja di cafe?" tanya Yugo yang kini baru sadar jika ternyata alasan Kala bekerja adalah Shaka.


"Iya, gue awal nya pure cuma penasaran sama dia Go nggak ada rasa suka sama sekali" balas Kala yang merasa aneh pada perasaan nya.


"Kal, lo nggak bisa nyimpulin kalau itu perasaan suka, lo kan belum tau siapa Shaka mungkin setelah penasaran lo itu kejawab bisa aja perasaan aneh lo ikutan ilang" ucap Yugo meyakinkan Kala


Yugo benar, semoga saja perasaan itu hanya sekedar rasa penasaran saja tidak lebih. Karena ia pun belum pernah ngerasain yang nama nya jatuh cinta.


"Mau ke pasar malam nggak Kal?" tanya Yugo


"Boleh deh sekalian ngilangin gabut"


"Yaudah bentar gue ambil motor dulu" ucap Yugo meninggalkan Kala


"Kal gue harap perasaan lo ke Shaka cuma karena penaran aja" batin Yugo memohon .


Sementara di tempat lain ada Senja dan Shaka yang sedang menikmati bakso nya


"Sory ya Shak nunggu lama, macet soalnya"


"Nggak ko gue juga baru dateng, lo mau pesen apa?"

__ADS_1


"Bakso aja Shak nggak pakai sayur nggak pakai mie, polosan aja"


"Nggak pakai kuah juga?" Tanya Shaka cengengesan.


Senja hanya diam tanpa menjawab lelucon Shaka. Senja sejujur nya canggung berduaan dengan Shaka seperti ini apalagi sebelumnya ia hanya saling mengenal.


"Senja, lo kenapa?" tanya Shaka yang melihat Senja sedang melamun .


"Ahh nggak Shak, udah lo pesenin?"


"Udah, gue nggak tau lo mau minum apa jadi gue pesenin es jeruk aja"


"Iya nggak papa, gue juga suka ko"


"Suka gue?" tanya Shaka dengan ejekan .


"Hahah nggak nggak gue cuma becanda, muka lo sampai merah gitu" ucap Shaka yang terlihat senang menggoda Senja.


"Oh iya Shak, lo hari ini nggak kerja" ucap Senja yang mengalihkan pembicaraan Shaka.


"Nggak si emang hari ini jatah gue off" Jelas Shaka dan hanya di balas anggukan oleh Senja.


Makanan mereka pun datang dan sudah tidak ada obrolan apapun di antara mereka, baik Senja maupun Shaka sama-sama menikmati makanan nya.


"Kalau nanti gue ajak lo ke suatu tempat, lo mau nggak?" tanya Shaka di sela-sela aktifitas makan nya


"Kemana?" Tanya Senja


"Jenguk Bunda gue" kata Shaka Singkat.


Senja sebenarnya tau Bunda yang di maksud Shaka itu siapa namun ia enggan bertanya karena bagi Senja itu privasi Shaka. Jadi Senja hanya diam saja tanpa menjawab ajakan Shaka.


"Bunda gue masih hidup Senja, gue mau ajak lo ketemu Bunda di rumah sakit" ucap Shaka tiba-tiba yang membuat Senja menatap laki-laki itu.


"Orangtua gue cerai dari gue kecil, dulu keluarga gue baik-baik aja sebelum bokap gue bangkrut. Dia berubah jadi suami yang temperamental, bunda gue jadi bahan samsak setiap bokap pulang dari kantor. Kejadian itu berlangsung selama 10 tahun tapi Bunda gue nggak mau ngelepasin bajingan itu" ucap Shaka dengan pelan, Senja seperti merasakan apa yang Shaka rasakan.


"Shak, kalau lo nggak sanggup cerita jangan di lanjut" pinta Senja


"Saat usaha bokap gue mulai stabil gue kira keluarga gue bakal balik kaya dulu ternyata nggak, bokap malah milih buat nikah lagi sama wanita yang lebih muda. Setelah itu bokap buang Bunda layak nya sampah gitu aja. Gue yang lebih memilih tinggal bareng bunda ngebuat bokap marah sampai akhirnya bokap berhenti buat ngebiayain hidup gue"

__ADS_1


"Ngeliat Bunda yang mati-matian cari duit buat gue yang akhirnya berujung Bunda sakit-sakitan. Ngeliat Bunda kaya gitu ngebuat gue nggak tega dan akhir nya gue setuju buat tinggal sama bokap asal bokap setuju bayarin pengobatan Bunda. Bokap juga setuju buat biayayain semua pengobatan Bunda asal gue harus mau bersikap seolah-olah gue anak kandung dari ibu tiri gue" jelas Shaka panjang lebar, Senja hanya mendengarkan semua keluh kesah Shaka, ia tidak menyangka jika ternyata Shaka sehancur itu hidup nya.


__ADS_2