
Besok pagi nya, Senja dan Kala berangkat sekolah dan siap untuk menjalankan misi nya
"Gue hari ini izin dulu deh part time nya" ucap Kala
"Nggak usah di paksain Kal, gue bisa handle ini sendiri ko" balas Senja sembari menepuk pundak Kala.
"Nggak Senja, gue juga mau tau kebenarannya gimana. Nanti gue izin ke Shaka, lagian cuma sehari" mendengar jawaban Kala, Senja pun hanya diam.
Sesampainya di sekolah, mereka berdua langsung menuju kantin untuk membahas rencana awal mereka. Saat ini mereka sedang menunggu kehadiran Yugo
"Sory ya gue telat" kata Yugo sembari duduk di sebelah Kala
"Jadi gimana? Kalian siap?" tanya Yugo memastikan kembali. Senja dan Kala hanya saling melirik satu sama lain
"Lo percaya nggak Go sama Kia?" pertanyaan Kala membuat Yugo bingung menjawabnya.
"Gue? Gue nggak tau, gue kan jarang ngumpul bareng Kia, ya ibarat nya gue cuma sekedar kenal nama doang Kal. Jadi kalau lo nanya gue percaya apa nggak ya jawaban gue nggak tau" terang Yugo.
Jawaban Yugo membuat Kala dan Senja makin bingung, karena jika mereka setuju dengan rencana Yugo, ia harus mengorbankan persahabatan nya.
"Gue bingung Go" ucap Senja yang kemudian di balas anggukan oleh Kala
"Itu keputusan kalian berdua mau gimana. Gue tahu ko rasa nya jadi kalian" ucap Yugo dengan pelan.
"Senja Kala!!" teriak Zea dari kejauhan itu.
"Gue cariin kalian kemana ehh ternyata disini. Hai Go" kata Zea sembari mendekat ke arah mereka, sementara Yugo hanya tersenyum membalas sapaan Zea
"Lo tumben berangkat pagi banget Ze?" tanya Senja yang merasa ada yang aneh dengan Zea akhir-akhir ini
"Ah itu bokap gue ada meeting kebetulan satu arah sama sekolah gue jadi ya udah gue nebeng bokap aja" balas Zea dengan gugup
"Kia?" tanya Kala singkat yang menatap mata Zea
"Dia nggak ada kabar, jadi ya udah gue berangkat duluan deh. Kalian lagi ngomongin apa si" tanya Zea yang penasaran.
Senja dan Kala hanya memandang satu sama lain sebelum ia memutuskan untuk bercerita pada Zea.
"Lo janji dulu harus rahasiain ini dari siapapun terutama Kia" kata Senja dengan serius
"Iya, ada apa emang?" tanya Zea dengan sangat penasaran.
__ADS_1
Kala pun menceritakan semua nya dari awal mereka mendapat teror itu, semua nya Kala ceritakan dengan detail. Mendengar cerita itu membuat Zea kaget tak menyangka
"Kia? Lo yakin Kia pelaku nya?" tanya Zea pada Kala
"Mereka juga belum yakin Ze, tapi untuk saat ini semua bukti mengarah ke Kia" balas Yugo
"Lo juga tau Ze, gue sama Kala nggak pernah ada masalah sedikitpun sama Kia" kata Senja
"Benar-bentar, gue nggak bermaksud nuduh Kia yang nggak-nggak. Kalian ingat nggak? Kia pernah cerita soal dia nggak akur sama kaka nya?" tanya Zea pada Senja dan Kala
"Kia nggak akur sama kaka nya? Kenapa?" tanya Yugo yang tak tahu apa-apa
"Kaka nya kia lebih pintar dari Kia, itu ngebuat orangtua Kia jadi sering marah-marah bahkan nggak jarang mereka mukulin Kia karena menganggap Kia itu bodoh" terang Zea pada Yugo
"Terus apa hubungan nya sama teror ini?" tanya Yugo yang tak mengerti apa maksud Zea
"Kalian ingat? Dia pernah bilang kalau Kia itu iri sama kalian berdua, kalian berdua bisa saling menyayangi" jawab Zea yang kini beralih melihat Senja dan Kala.
"Tapi kalian jangan percaya langsung sama gue, itu cuma pemikiran gue aja" kata Zea lagi. Tidak ada respon apapun dari mereka bertiga
"Terus rencana kalian gimana?" tanya Zea kembali
"Gue hari ini mau main ke rumah Kia, mau nyari barang bukti nya langsung di rumah dia" jawab Kala.
Mereka pun memutuskan untuk masuk kelas karena bel sudah berbunyi.
"Kalian baru berangkat?" tanya Kia yang melihat mereka memasuki kelas
"Iya kita tadi mampir dulu ke kantin karena belum sarapan. Lo baru sampai Ki?" tanya Kala balik pada Kia
"Iya" jawab Kia singkat lalu melanjutkan aktivitas nya.
"Lo kenapa dari kemarin susah di hubungin Ki?" tanya Zea yang kini duduk di sebelah Kia
"Ah itu, kemarin gue sibuk banget Ze nggak sempet buka hp . Sory ya" jawab Kia dengan merasa bersalah.
"Lo ada masalah Ki?" tanya Senja yang merasa ada yang nggak beres dengan Kia
"Nggak ko, kalau gue ada masalah kan gue pasti langsung cerita ke kalian" balas Kia dengan menatap lekat sahabat nya itu.
"Kemarin kemana Ki sama bokap?" tanya Kala
__ADS_1
"Gue juga nggak tahu Kal dimana, yang jelas gue di suruh nemenin bokap aja ketemu klien nya" jawab Kia
Senja merasa ada yang Kia sembunyikan dari mereka. Ntah apa itu namun dari gelagat Kia saja sudah jelas bahwa Kia menyembunyikan sesuatu.
"Ki hari ini lo free nggak? Pengin main ke rumah lo" tanya Zea dengan excited
"Iya Ki, gue kan udah lama nggak main ke rumah lo" jawab Kala
"Boleh ko. Kebetulan rumah gue juga sepi" balas Kia dengan tersenyum
Mereka pun melanjutkan aktivitas sekolah seperti biasa nya. Tidak ada yang berbeda dari mereka, Senja dan Kala memutuskan untuk biasa saja pada Kia. Ia tak mau mengintimidasi Kia dulu karena ia belum tahu fakta nya.
"Kepala gue pusing banget anjir, itu kepala botak kapan resign dah" ucap Zea kesal sembari memegang kepala nya
"Udah ayo buru, sopir gue udah di depan" ajak Kia langsung pada teman-temannya.
"Yugo?!" panggil Kala yang melihat Yugo berdiri di luar kelas mereka
"Kal pergi yuk" ajak Yugo pada Kala
"Yah gue nggak bisa, mau main gue ke rumah Kia" ucap Kala dengan merasa bersalah
"Yah gue sendiri dong, gue boleh ikut nggak?" tanya Yugo
Kala hanya melirik Kia seolah-olah meminta persetujuan Kia.
"Boleh ko, justru biar makin rame" ucap Kia yang seolah mengerti maksud Kala.
Yugo pun memutuskan untuk ikut bersama ke rumah Kia, ia menggunakan motor nya dengan Kala sementara Senja dan Zea menggunakan mobil Kia
"Lo ngapain si segala ikut, ini kan urusan ciwi-ciwi" ucap Kala sembari menabok lengan Yugo
"Ya gue mau jadi penengah, barangkali kalian nanti adu kekuatan" ucap Yugo dengan santai.
Tanpa menunggu waktu lama, mereka pun sampai di rumah Kia. Mereka semua langsung menuju ke kamar Kia sementara Kia turun ke bawah untuk menyiapkan cemilan.
"Kita harus cari barang bukti itu" ucap Yugo dan langsung di setujui oleh mereka.
Mereka bertiga pun mencari barang bukti di kamar Kia, tapi nihil. Mereka tidak menemukan apa-apa. Bahkan gelang yang Senja temui pada saat itu pun tidak ada di tempat nya.
"Gue nggak nemu apa-apa" kata Kala
__ADS_1
"Gue juga, bahkan gelang itu nggak ada di sini" balas Senja
"Kalian cari apa?" tanya Kia memasuki kamar nya membuat mereka semua terkejut.