
"Kal lo mending nggak usah cari tahu lebih dalam tentang Shaka deh" ucap Senja tiba-tiba, Kala hanya menautkan kedua alisnya saja.
"Firasat gue nggak enak Kal . . " lanjutnya
"Lah tiba-tiba banget tadi aja lo ngedukung" ucap Kala
"Ya gue tiba-tiba kepikiran aja, dari awal aja hidup Shaka udah aneh banget"
"Gue tau lo khawatir ke gue, tapi tenang aja Senja gue bisa jaga diri gue sendiri ko. Kalo nanti gue ngerasa ada yang nggak beres gue janji bakal langsung cerita ke lo oke" ucap Kala meyakinkan kembaran nya itu
Senja hanya pasrah saja dengan keputusan Kala, mekipun dirinya benar-benar khawatir tapi mau bagaimana lagi itu sudah menjadi keputusan Kala
"Senja tolong rahasiain ini dulu yah dari Zea dan Kia" pinta Kala
"Nanti gue sendiri aja yang cerita ke mereka kalo waktu nya udah tepat" lanjut Kala.
Senja hanya mengangguk saja tanpa mengucap satu kata pun
"Lo yakin Kal mau ngedeketin Shaka? Terus Yugo gimana?" tanya Senja yang masih belum yakin pada Kala
"Kenapa? Emang ada apa sama si Yugo? Gue sama Yugo kam cuma sebatas sahabat dan lo tau itu"
"Maksud gue, dia yakin bakal setuju kalo lo kerja di cafe?" tanya nya-
"Senja, gue sama Yugo nggak ada hubungan apa-apa, jadi kalau pun Yugo nggak setuju juga gue nggak peduli karena gue nggak perlu persetujuan juga dari dia kan." ujar Kala panjang lebar.
"Udah la lo kebanyakan mikir yang nggak-nggak deh, mending kita tidur besok lanjut lagi ngobrol nya" ucap Kala menutup obrolan mereka
_padahal Yugo suka lo tapi lo nggak pernah sadar akan hal itu Kal_ batin Senja.
Ntah kenapa Senja benar-benar punya firasat buruk tentang Shaka, Senja berharap firasat nya salah dan semoga keputusan Kala yang dia buat tidak mencelakai diri nya sendiri.
Sungguh Senja tidak ingin melihat Kala menderita, dan Senja berharap semoga ia bisa terus melindungi Kala kapan pun dan dimana pun
_Kala, kalaupun gue harus ngorbanin impian gue demi lo, gue siap ! Gue bakal lakuin apa aja asal bisa terus bareng lo_ ucap Senja lirih .
__ADS_1
Kala mendengar ucapan kembaran nya itu, sebenarnya Kala belum tidur hanya saja jika ia tidak pura-pura tidur pasti kembaran nya akan tambah khawatir
_Gue juga bakal lakuin apapun buat lo Senja jika itu ngebuat lo bahagia sekalipun harus mengorbankan kebahagiaan gue, gue bakal lakuin itu buat lo_ batin Kala
Kala tidak tau bagaimana nasib nya jika tidak ada Senja, Kala sangat beruntung mempunyai kembaran seperti Senja.
Sosok yang dewasa dan selalu sayang pada Kala membuat Kala merasa bahagia.
Matahari pun sudah terbit menunjukan waktu sudah pagi, kini Kala dan Senja sedang bersiap-siap untuk bersekolah.
"Lo bareng Yugo lagi?" tanya Senja membuka suara.
"Kalau dia kesini ya bareng kalau nggak ya brarti gue bareng lo" ucap Kala santai.
Mereka berdua pun menuruni anak tangga dan bersiap untuk sarapan, sang Ayah dan Bunda nya sudah sedari tadi menunggu dua putri nya di meja makan
"Pagi Ayah Bunda" ucap Kala pada orangtuanya
"Pagi sayang, hari ini berangkat sama siapa nak?" tanya Ayah nya.
"Eumm Yah, Senja boleh minta sesuatu?" ucap Senja tiba-tiba di kala keheningan.
Orangtuanya hanya saling menatap pasalnya kedua putri nya tidak pernah meminta apapun dari orangtuanya.
"Tentu sayang, Senja mau minta apa nak?" tanya Ayah nya.
"Ayah boleh nggak kalau Senja minta di antar jemput saja sama sopir?" kata Senja pada orangtuanya.
"Loh tumben, kemarin-kemarin nggak mau pakai sopir, Senja ada masalah?" tanya Bunda nya khawatir.
"Nggak Bun, Senja baik-baik aja kok, Kala kan mau kerja di cafe katanya jadi nanti biar pulang nya bareng Senja aja sama sopir biar nggak pakai grab juga bun" jelas Senja pada orangtuanya.
Orangtuanya hanya tersenyum, ia tau sebenarnya Senja sangat khawatir pada Kala.
"Boleh sayang, besok Ayah cari kan sopir untuk kamu dan Kala yah, jangankan sopir kamu minta di belikan mobil saja pasti Ayah kasih" kata Ayah nya.
__ADS_1
"Padahal Kala nggak papa kalau pulang sendiri" ucap Kala yang kini menatap orangtuanya.
"Nggak Kal, malam itu terlalu bahaya buat kita para cewe, kita nggak tau apa yang bakal terjadi. Jadi buat jaga-jaga aja, dan gue nggak bakal pulang kalau nggak bareng lo" ucap Senja
"Jangan gitu dong, lo nanti makin capek kalau nungguin gue pulang Senja, lo pulang aja nanti kalo mau jemput lo boleh ikut"
"Capek gimana si Kal, gue nungguin lo juga nggak sambil lari-lari, gue tungguin di dalem mobil sambil tiduran kalau bosen tinggal ngopi di lo" jelas Senja yang tak mau kalah dari Kala.
"Senja benar nak, lebih baik kamu di tungguin kan kamu juga belum ada pengalaman apa-apa, toh Senja juga nggak bakal gangguin kamu kan? Kamu mau kalau Senja pulang tapi dia nggak tenang karena kamu belum pulang?" ucap Bunda nya.
"Ayah juga setuju dengan Bunda, Senja begitu karena dia sayang sama kamu, kalau kamu keberatan dengan itu yasudah Ayah nggak izinin kamu buat kerja" sambung Ayah nya.
"Iya iya Kala mau, tapi lo harus janji sama gue, kalau lo ngerasa capek lo harus langsung pulang nggak boleh nungguin gue ! Pikirin juga kesehatan lo!" perintah Kala pada Senja .
"Iya iya gue janji Kala, bawel lo." Balas Senja sambil menyubit pipi Kala.
"Seperti nya Yugo nggak kesini, brarti kamu berangkat bareng Ayah ya" ucap Ayah nya.
Kala hanya mengangguk saja
_segitunya lo khawatir sama gue Senja, padahal gue tau sendiri lo pasti capek karena ekskul tapi tetep milih buat ngelindungin gue, Senja gue juga pengin ngelakuin hal yang sama kaya lo_ batin Kala
Aktivitas sarapan pagi pun sudah selesai, kini mereka sudah siap untuk berangkat
"Hati-hati ya Yah, jangan ngebut-ngebut" ucap Sarah pada Suaminya
"Senja sama Kala berangkat ya bun" pamit Senja pada Bunda nya yang hanya di balas anggukan dari Bunda nya
Kini suasana di dalam mobil pun hening, baik Senja maupun Kala mereka sama-sama diam
"Kala nanti ke cafe nya bareng siapa nak?" Tanya Ayah nya memecah kan hening itu
"Bareng gue aja Kal, gue hari ini nggak ada rapat jadi free" ucap Senja pada Kala
Kala hanya mengangguk saja tanpa menjawab perkataan Senja
__ADS_1