
Matahari pun sudah terbit menandakan pagi sudah datang, kini ada Kala yang sudah rapih dan siap untuk berangkat sekolah pagi-pagi buta begini.
"Gue ngmong ke Ayah Bunda nya gimana ya, mesti mereka tanya ko tumben berangkat pagi-pagi banget" ucap Kala yang bertanya pada Senja
Sementara Senja yang masih tertidur hanya diam saja tanpa menjawab
"Senja ih bangun" ucap Kala yang kesal, pasal nya tadi Senja itu sudah bangun tapi ia malah tidur lagi
"Apa sih Kal, lo kalau mau berangkat ya berangkat aja gue masih ngantuk banget" balas Senja dengan mata yang masih merem
"Dasar lo kebo" ucap Kala meninggalkan Senja. Kini ia pun turun dari kamar nya dan syukur nya hanya ada Bunda nya saja di bawah sana
"Loh ko pagi-pagi banget nak?" tanya Bunda nya yang melihat Kala sudah siap untuk berangkat
"Eh itu Bun, Kala mau ada urusan anterin Yugo nggak tau deh dia mau kemana sekalian Kala juga mau makan bubur di tempat biasa" kata Kala berbohong
"Oh ya sudah kalau begitu, hati-hati ya sayang" balas Bunda nya tersenyum, sementara itu ia buru-buru keluar untuk menghampiri Yugo
"Dih ko lo nggak masuk si Go tumben banget?" tanya Kala yang melihat Yugo sudah ada di halaman rumah nya.
"Hehe sengaja, kalau gue masuk nanti pasti di tanyain Ayah Bunda kenapa berangkat pagi-pagi buta begini, gue bingung nanti cari alasannya" balas Yugo sembari memasangkan helm pada Kala sementara Kala hanya memasang wajah yang kesal karena jawaban Yugo
"Gemes banget si lo Kal kalau lagi manyun begitu" ucap Yugo nyeletuk pada Kala sembari tangan nya mencubit pipi Kala yang gemoy itu.
Blushh
Pipi Kala memerah, pasal nya Yugo tidak pernah bicara seperti itu pada nya.
"Apaan si lo, udah ah ayo berangkat" ucap Kala menghindar sembari naik di motor Yugo.
"Mampir dulu ya Kal di tukang bubur, lo pasti belum makan" ucap Yugo pada Kala dan hanya di balas anggukan oleh Kala.
Wajah Kala terlihat di balik spion Yugo, Yugo juga tidak sadar mengapa ia berbicara seperti itu yang jelas melihat Kala dengan pipi merah nya membuat Kala terlihat makin menggemaskan.
"Yaampun gemes amat si pengin gue karungin rasa nya"Batin Yugo yang masih melihat wajah Kala di balik spion itu.
"Go langsung ke sekolah aja deh, nanti sarapan di kantin aja" ucap Kala dan hanya di balas anggukan oleh Yugo.
Kini motor besar itu sudah berada di halaman sekolah mereka dan sekolah masih sangat sepi
"Gue berasa jadi anak rajin jam segini udah berangkat" ucap Kala sembari turun dari motor Yugo
__ADS_1
"Kalau gue si emang anak rajin ya, jadi wajar aja si kalau gue berangkat jam segini" balas Yugo yang kini sedang melepaskan helm Yugo
"Iya iya si paling rajin" ucap Kala yang terpaksa sementara Yugo hanya tertawa mendengar jawaban Kala.
"Terus kita mau gimana Go rencananya?" tanya Kala yang memang tak mengerti rencana awal nya bagaimana.
"Kita awasin aja dulu dari jauh, nanti gue yang lari kejar dia lagi" ucap Yugo.
Kini Yugo dan Kala sedang bersembunyi di balik tembok yang tak jauh dari loker Kala
Sudah cukup lama ia menunggu namun tidak ada tanda-tanda orang itu datang bahkan sekolah pun sudah mulai banyak murid yang datang
"Go dia kaya nya nggak dateng deh, ini udah cukup siang Go" kata Kala.
"Oh iya spycam itu nyambung di ponsel lo kan?" Tanya Yugo dan hanya di balas anggukan oleh Kala
Buru-buru ia menarik tangan Kala menuju kantin.
"Bentar gue pesen makan dulu" ucpa Yugo pada Kala setelah mereka sampai ke kantin.
Sembari menunggu Yugo, Kala pun melihat ponsel nya dan betapa terkejutnya dia
"Sial, ternyata dia lebih pinter dari dugaan gue" batin Kala sendiri.
Kala hanya memberikan ponselnya tanpa mengeluarkan satu kata pun.
"Dia dateng lebih pagi lagi dari kita?" tanya Yugo pada Kala.
"Kaya nya dia tau deh Go kalau kita pasti masih penasaran sama dia makanya dia dateng lebih awal lagi dari kita" ucap Kala yang kini sedang menikmati makan nya.
"Terus kita harus berangkat dari jam berapa coba Kal?" tanya Yugo.
"Udah la mending lo makan dulu nanti bahas lagi sama Senja" balas Kala
Namun bukan nya makan, Yugo justru masih sibuk dengan memperhatikan ponsel Kala. Ia berharap ia menemukan petunjuk dari orang itu
"Kal coba lo liat" ucap Yugo pada Kala sembari menunjukan ponsel
"Dia pakai gelang yang kemarin, brarti dia nggak cuma punya 1 gelang kan?" ucap Yugo.
Yugo benar, orang itu menggunakan gelang yang sama seperti gelang yang Kala temukan kemarin.
__ADS_1
"Coba lo ingat-ingat, barangkali ada teman lo yang suka ngoleksi gelang atau aksesoris gitu" ucap Yugo
"Nggak ada Go, Zea sama Kia juga nggak pernah dia pakai gelang" kata Kala
"Berarti pelaku nya bukan mereka kan?" Lanjut Kala lagi
"Nggak ada bukti kalau bukan mereka pelaku nya, inti nya lo sepulang sekolah harus main di rumah Zea" jelas Yugo dan hanya di balas anggukan oleh Kala.
"Kal gue duluan ya, lo nggak papa kan sendirian? Gue ada tugas soalnya" ucap Yugo berpamitan pada Kala
"Iya nggak papa, gue juga bentar lagi selesai ko" jawab Kala dengan tersenyum.
Bukan nya lanjut makan ia justru malah melamun memikirkan siapa pelaku itu dan apa tujuan ia melakukan nya.
Kala pun pergi meninggalkan kantin dan berjalan menuju kelas nya.
"Kal gjmana?" tanya Senja yang baru datang
"Gagal, orang itu dateng lebih awal dari kita" ucap Kala
"Jadi maksud lo dia tau kalau lo bakal dateng pagi lagi?" Tanya Senja yang tak menyangka, dan Kala hanya mengangguk saja.
"Udah kita masuk dulu, dan untuk rencana main di rumah Zea jadi ya" ucap Kala mengajak Senja masuk ke kelas.
Sementara itu di kelas sudah ada Zea dan Kia yang kini sedang mengobrol.
"Kalian tumben banget dateng siangan?" Tanya Zea yang melihat Senja dan Kala duduk di kursi nya.
"Iya kesingan gue bangun nya" ucap Senja
"Kalian pulang sekolah ada acara nggak?" Tanya Kala pada teman nya. Dan hanya di balas gelengan oleh mereka semua.
"Gue gabut, gimana kalau kita main?"
"Ih setuju gue, daripada gue suntuk kan di rumah liat maklampif" balas Kia yang setuju dengan Kala
"Boleh juga tuh, gue juga udah lama nggak main nih. Mau kemana kita?" tanya Zea
"Ke rumah kalian aja gimana?" Jawab Kia yang melirik Senja dan Kala
"Bosen banget gue masa setiap main di rumah gue mulu" ucap Senja pura-pura lesu
__ADS_1
"Iya juga sih, yaudah gimana kalau di rumah lo aja Ze, mau di rumah gue kan nggak mungkin" kata Kia
"Boleh deh boleh, kebetukan orangtua gue juga lagi pergi jadu kita bisa party di rumah gue" balas Zea yang penuh semangat.