SENJAKALA

SENJAKALA
Surat Misterius


__ADS_3

Kini tersisa hanya ada Kala dan Yugo, Senja baru saja pulang dengan sopir Yugo.


"Bukan nya lo kemaren udah ke cafe itu ya Kal, ko sekarang kesitu lagi?"


"Kalo kemaren kan emang buat ngopi, kalo sekarang nggak" jawab Kala yang kini berada di motor Yugo.


"Udah lo ikut aja nanti gue jelasin disana" ucap Kala tatkala melihat muka Yugo yang kebingungan.


Motor Yugo pun melaju keluar menuju Cafe itu, ntah apa yang di lakukan oleh Kala, Yugo hanya menuruti nya saja.


Karena jarak Cafe nya dekat dari sekolah, ia tidak perlu waktu lama0 untuk sampai ke cafe nya.


Sesampainya Kala di cafe itu, ia langsung turun dari motor Yugo dan bergegas masuk meninggalkan Yugo sendirian


"Ngapain si dia, main nyelonong aja lagi" batin Yugo.


Yugo pun memasuki cafe itu dan mata nya mencari sosok Kala, ia melihat-lihat sekililkng namun tak kunjung juga ia menemukan sosok Kala.


Ia terus-menerus melihat sekelilingnya mencari Kala, dan ketemu!


"Kala? Dia ngobrol sama siapa"batin Yugo yang melihat Kala sedang mengobrol dengan sosok laki-laki


Yugo pun mendekat ke arah Kala namu obrolan mereka pun selesai dan laki-laki tersebut meningglkan Kala.


"Lo ngapain disini Go?" Tanya Kala yang melihat Yugo mendekati dirinya.


"Harusnya gue yang tanya, lo ngapain disini Kal gue cariin lo dari tadi juga"


"Oh sory-sory gue tadi gugup jadi langsung lari hehehe, lo tunggu disini dulu ya Go, gue mau ke atas dulu sebentar" ucap Kala pada Yugo dan kemudian meninggalkan Yugo sendiri.


Yugo pun menunggu Kala di bawah, ntah apa rencana dan tujuan Kala disini, ia tak tau dan hanya menunggu nya.


Setelah hampir 30menit Yugo menunggu, akhir nya Kala pun turun dan langsung menghampiri Yugo


"Ada apa sih Kal?" tanya Yugo yang sedari tadi penasaran apa tujuan Kala.


"Udah yuk keluar dulu, nanti gue jelasin di luar jangan disini" ucap Kala sembari menarik tangan Yugo untuk keluar.


Yugo pun hanya menuruti Kala untuk keluar meskipun ia bingung apa yang Kala lakukan.

__ADS_1


"Kal kita mau kemana lagi si?" Tanya Yugo yang kini sudah berada di parkiran motor.


"Go gue bakal jelasin semua nya tapi nggak disini, kita pulang dulu oke. Gue jelasin di rumah gue" jelas Kala pada Yugo.


Lagi-lagi Yugo hanya mengiyakan ajakan Kala, ia pun memasangkan helm Kala dan bergegas menuju rumah Kala.


Di sepanjang perjalan tidak ada obrolan apapun dari mereka, Kala yang sibuk dengan pikiran nya sendiri dan Yugo yang sibuk memikirkan Kala.


Motor besar itu sampai pada halaman rumah Kala


"Kal lo nggak papa-papa?" tanya Yugo pada Kala karena tak biasanya Kala diam seperti ini


"Gue nggak papa Go, lo tunggu di taman belakang dulu ya gue mau ganti baju dulu nanti gue kesitu" jelas Kala pada Yugo.


Kala pun memasuki rumah nya dan melihat Bunda nya yang sedang menonton tv dengan Senja


"Udah pulang nak? Yugo nya mana?" Tanya Bunda Kala


"Ada ko Bun, itu lagi di taman nanti mau ngobrol lagi sama Kala, Kala naik dulu ya Bun"


Melihat gelagat Kala, Senja yakin ada yang tidak beres pada Kala ia pun kemudian menyusul Kala untuk menanyakan ada apa


"Gue ada berita baik dan berita buruk, lo mau tau yang mana dulu?" tanya Kala


Senja pun bingung akan jawaban Kala


"Apapun itu yang menurut lu enak buat ngasih tau kasih tau dulu" jawab Senja nya.


"Gue dapet pesan juga kaya lo, isi pesan nya juga sama dan nomor nya juga udah nggak aktif, itu kabar buruk nya" kata Kala


"Dan kabar baik nya gue ketrima di cafe itu jadi karyawan part time tapi nunggu 3hari dulu karena karyawan yang lama nya baru resign 3hari nanti" jelas Kala lagi.


Senja hanya diam tidak tau mau menjawab apa, pikiran nya kacau. Rupanya pesan itu bukan kareng keisengan orang lain itu seperti sebuah peringatan.


"Kala lo tenang aja, masalah pesan itu Yugo bakal cari tau siapa pengirim pesan itu jadi lo tenang aja oke, ada gue" ucap Senja menenangkan Kala .


"Gue takut Senja, gue takut lo kenapa-kenapa" ucap Kala menahan tangis nya, melihat itu Senja langsung memeluk Kala


"Hey gue nggak kenapa-kenapa, lo sendiri yang bilang kan kalau itu cuma orang iseng? Udah-udah mending lo turun kasian Yugo udah nungguin lo dari tadi, kita bahas bareng Yugo ya" kata Senja yang masih memeluk Kala.

__ADS_1


Kala melepas pelukan Senja dan ia bergegas untuk berganti pakaian, namun mata nya tertuju pada sebuah amplop yang ada di meja belajar nya


"Senja? Ini punya lo?" tanya Kala


"Lah gue pikir itu punya lo makanya nggak gue buka" jawab Senja yang mendekat ke arah Kala.


Kala pun membuka amplop itu dan membaca surat itu, betapa kaget nya Kala dan Senja setelah membaca amplop itu.


Kala terduduk lemas di lantai masih tidak menyangka, siapa yang berani mengirim surat itu, kenapa harus Kala? Apa salah Kala.


"Kala, lo tenang aja nanti kita tanyain ke Bunda ya" ucap Senja menenangkan Kala.


"Senja, kaya nya orang itu ngincer gue deh bukan lo" kata Kala menatap Senja


"Nggak, lo jangan ngmong gitu. Ada gue sama Yugo oke, ayo dong Kal lawan rasa takut lo itu kita cari tau sama-sama"


Kala pun tersadar dengan ucapan Senja, ia benar Kala harus cepat mencari tau tentang siapa pengirim surat tersebut.


Ia pun melanjutkan langkah nya untuk bersih-bersih.


Setelah selesai bersih-bersih Senja dan Kala pun turun menghampiri Bunda nya untuk bertanya siapa pengirim surat tersebut.


"Bun tadi ada yang ngirim surat kesini?" tanya Kala mendekati Bunda nya.


"Oh iya, tadi katanya buat Kala, Bunda lupa tadi nggak ngmong ke Kala, kenapa nak?" tanya sang Bunda.


"Bunda tau tidak siapa pengidim nya?" tanya Senja.


"Tadi kata nya mah dari pengagum rahasia Kala, tapi dia nggak bilang namanya" kata Bunda nya itu membuat Kala dan Senja saling menatap


"Ya udah deh Bun makasih ya, Kala sama Senja keluar dulu kasian Yugo" pamit Kala pada Bunda nya .


"Jadi surat itu memang tertuju buat gue dan teror itu juga tertuju buat gue, tapi kenapa Senja juga dapat pesan itu? Siapa pengirimnya apa tujuan nya?" Batin Kala sendiri.


Kala berfikir ia tidak punya musuh namun siapa yang tega melakukan itu pada Kala,


Kala harus cepat-cepat cari tau sebelum teror itu makin menjadi


Untuk sementara ini jangan sampai orangtuanya tau, jika orangtuanya tau maka urusan nya makin jadi panjang

__ADS_1


__ADS_2