SENJAKALA

SENJAKALA
Shaka dan Kala


__ADS_3

Pagi hari nya, mereka berangkat seperti biasa. Senja dan Kala sepakat untuk tidak membahas apapun di depan Kia dan Zea, ia tidak ingin hubungan persahabatan mereka rusak karena masalah ini.


"Kal ingat! Lo harus bersikap biasa aja, jangan pikirin masalah itu apalagi depan Kia" ucap Senja pada Kia


"Lo percaya Kia kan? Jadi buang pikiran lo yang nggak-nggak itu. Bukti belum kuat, belum tentu Kia pelakunya." Ucap Senja kembali


Ntah kenapa Kala masih memikirkan itu, jika benar pelakunya adalah Kia bagaimana? Kala berharap semoga itu hanya asumsi diri nya saja.


"Senja! Kala!" panggil Zea dari kejauhan membuat pemilik nama tersebut berhenti


"Lo nggak sama Kia?" tanya Kala yang tak melihat sosok Kia


"Nggak. Dia bilang ada urusan, jadi gue duluan deh" ucap Zea dengan riang.


"Gimana Kal hari pertama lo kerja?" tanya Zea yang penasaran, Kala hanya melirik Zea kemudian menghela nafas nya kasar


"Capek" ucap Kala singkat.


Mendengar ucapan Kala membuat Zea ingin tertawa sebenarnya, bagaimana mungkin seorang Kala yang manja itu bekerja di cafe.


"Gue mau ketawa apa mau sedih ya, bingung" kata Zea, Senja yang tau akan ucapan Zea hanya terkekeh.


"Kurang ajar lo" balas Kala menyenggol siku Zea.


"Kal ini kata Shaka, hari ini cafe libur" ucap Senja menunjukan ponsel miliknya pada Kala.


"Bagus deh! Gue juga mau ke gramed mau cari buku" balas Kala dengan semangat.


"Anterin yaa" ucap Kala pada Zea dan Senja


"Yah sory Kal, gue hari ini mau ada acara bareng keluarga jadi nggak bisa deh" terang Zea yang merasa bersalah.


"Tungguin gue aja ya Kal, hari ini rapat anggota inti doang ko paling sebentar" balas Senja kemudian


"Sebentar nya lo mah sampai 2jam, gue sendiri aja deh sama pak sopir nanti" balas Kala dengan wajah kesal.

__ADS_1


Kala sebenarnya ingin jalan-jalan saja, karena pekerjaan ia kemarin membuat kepalanya pening ia butuh refreshing untuk otak nya.


"Kia ko belum datang ya" ucap Zea yang mebuat Senja dan Kala bertatapan.


"Coba lo chat di grup Ze"


"Nggak di balas Kal, di telfon juga nggak aktif nomor nya" balas Zea dengan nada khawatir


"Duh perasaan gue ko nggak enak ya, gue takut dia di pukulin sama bokap nya" ucap Zea kembali


"Jangan asal ngomong ah!" terang Senja tak suka dengan ucapan Zea


"Udah lo tenang aja pasti nanti Kia balas ko" ucap Kala menenangkan Zea yang ada di depan nya.


Senja bingung apa yang terjadi pada Kia, apa ini ada sangkut pautnya dengan gelang itu? melihat Senja yang seperti kebingungan membuat Kala sadar jika kembaran nya itu pasti memikirkan hal yang sama.


"Ini Kia balas!" ucap Zea dengan semangat


"Apa kata nya Ze?" tanya Kala yang penasaran apa isi chat nya.


"Kata nya dia nggak masuk, ada urusan bareng bokap nya" terang Zea pada ke dua sahabat nya itu. Sementara Senja dan Kala merasa tenang mendengar itu.


"Bareng Shaka aja Kal, dia kata nya mau nyari buku jadi ngajakin lo bareng" ucap Senja, Kala hanya mengernyitkan alis nya tak mengerti apa maksud Senja.


"Gue tadi pas mau ke toilet papasan sama dia, terus dia nanya gue pulang bareng lo apa nggak. Gue jawab aja nggak, gue bilang kalau lo mau ke gramed terus si Shaka bilang oh ya udah bareng gue aja gue juga mau kesana biar sekalian. Gitu" terang Senja.


Mendengar jawaban Senja, tentu nya membuat Kala senang! Satu motor dengan Shaka?


"Udah sana! Itu lo udah di tungguin Shaka di depan. Nanti minta anterin Shaka sampai rumah aja, dia orang baik ko" kata Senja dan hanya di balas anggukan oleh Kala, Kala pun berpamitan pada Senja lalu meninggalkan Senja sendiri di kelas.


"Nggak ngerepotin nih Shak?" tanya Kala basa basi


"Santai aja Kal, gue kebetulan juga mau kesana juga ko jadi sekalian aja" balas Shaka dengan senyuman manis nya sembari memberikan helm pada Kala.


Tanpa menunggu lama, motor Shaka langsung meninggalkan sekolah dan menuju gramed, tidak ada obrolan apapun dari mereka berdua. Shaka yang fokus menyetir sementara Kala yang fokus melihat wajah Shaka dari spion. Melihat wajah Shaka yang serius itu membuat Kala tersenyum tipis.

__ADS_1


Sesampainya di gramed, mereka pun berpisah untuk mencari buku masing-masing yang ia ingin beli. Tanpa Shaka sadari ternyata sedari tadi Kala memotret diri nya dari jauh.


"Udah ketemu Kal buku nya?" tanya Shaka mendekati Kala


"Ehh itu nggak ada buku nya Shak, kata mbak nya kosong" balas Kala berbohong.


Nyata nya sedari tadi sampai di gramed Kala hanya foto Shaka diam-diam.


"Duduk dulu nggak papa ya Kal? Gue mau baca soalnya" ucap Shaka yang kini duduk di depan Kala.


"Iya nggak papa Shak, gue juga mau baca komik sebentar" balas Kala berbohong, nyatanya Kala sedari tadi diam-diam melirik Shaka.


"Lo sama Senja nggak pernah berantem Kal?" tanya Shaka tiba-tiba sembari menutup bukunya.


"Nggak sih, sejauh ini gue sama Senja saling ngalah. Ya meskipun Senja lebih banyak ngalah nya si" balas Kala dengan senyuman.


"Enak ya lo punya kembaran, keluarga harmonis. Hidup lo sempurna banget ya Kal" terang Shaka.


Kala tidak menjawab apapun ucapan Shaka, namun dari nada Shaka, ia tau jika Shaka ada masalah di hidup nya. Merasa tidak pantas menanyakan lebih, Kala memilih diam.


"Beda banget sama keluarga gue. Nyokap gue masuk RS, bokap gue suka main tangan ke gue" balas Shaka dengan tatapan sendu. Shaka pun menceritakan tentang hidup nya pada Kala, Kala tak menyangka jika kehidupan Shaka seperti ini.


"Shak kalau lo butuh temen cerita gue selalu siap buat lo, jangan pernah lo ngerasain hidup sendiri karena ada gue dan Senja yang selalu ada buat lo" balas Kala dengan tulus


"Thanks ya Kal, lo udah mau dengerin cerita gue" ucap Shaka


"Lo nanti kapan-kapan main aja ke rumah gue, kita main bareng Yugo bareng sahabat gue juga" ajak Kala dengan semangat.


"Emang boleh?"


"Boleh banget! Gue malah seneng kalau lo mau jadi bagian dari kita!" ucap Kala dengan semangat. Mendengar itu membuat Shaka tersenyum.


"Ya udah balik yu Kal, udah sore juga" ajak Shaka dan langsung di iyakan oleh Kala.


Saat Kala hendak keluar ia melihat seseorang yang ia kenal menggunakan sepatu kets merah seperti sedang memperhatikan sesuatu.

__ADS_1


"Ko gue kaya nggak asing sama dia" batin Kala, ia pun mendekati perempuan itu. Dan betapa terkejutnya ia mengetahui siapa yang ada di balik tudung jaket itu!


"Kia!!" Batin Kala yang terkejut melihat Kia ada di sana


__ADS_2