SENJAKALA

SENJAKALA
Penderitaan Kia


__ADS_3

Setelah menyelesaikan sarapan nya, kini Yugo dan Kala berjalan menuju kelas Masing-masing.


"Kal rahasiain ini dulu ya dari teman-teman lo, apalagi soal tadi" ucap Yugo pada Kala.


"Iya Go lo tenang aja, gue duluan ya ohya jangan lupa ya Go pulang sekolah" jawab Kala dengan melambaikan tangan nya ke arah Yugo


Kala masih menerka-nerka siapa orang yang berani melakukan ini pada Kala, terlebih Kala tidak pernah ada musuh ataupun berbuat salah pada seseorang, jadi siapa yang membenci nya ? mengapa ia tega melakukan ini pada Kala


"Kalanaa" teriak Senja dari kejauhan Kala hanya melambaikan tangan pada Senja tanpa berniat membalas panggilan dari Senja


"Gimana? Udah lo masukin semua surat nya?" Tanya Senja dan Kala pun hanya mengangguk saja


"Jangan bahas soal ini di depan Kia dan Zea ya, ada yang perlu gue omongin juga" bisik Kala pada Senja, belum sempat Senja mejawab nya suara panggilan seseorang itu mengurungkan niat Senja untuk bertanya lebih


"Senjaa Kalaa" teriak Zea yang kini berlari menuju ke arah mereka


"Tumben lo nggak bareng Kia, dia kemana?" Tanya Kala yang tak melihat keberadaan Kia


"Oh dia ke toilet dulu, mau gue temenin tapi nggak mau dia nya, yaudah gue duluan deh. Yuk masuk" ajak Zea merangkul kedua teman nya.


"Oh ya lo udah sembuh?" tanya Zea pada Senja


"Ahh udah ko, lagian gue juga nggak kenapa-kenapa, cuma kecapean aja" ujar Zea.


Mereka pun kini duduk di kursi masing-masing dan bercerita banyak hal dan sesekali tertawa bersama.


Seketika obrolan mereka pun berhenti tatkala melihat Kia yang baru saja masuk kelas dengan wajah yang pucat dan badan yang lemas.


"Kia? Lo sakit?" tanya Senja awal kali melihat Kia, tanpa ada jawaban apapun dari Kia ia hanya duduk dan melamun.

__ADS_1


"Ki? Lo kenapa?" tanya Zea sembari tangan nya menggoyangkan badan Kia, hening... Masih saja tanpa jawaban dari Kia membuat teman-temannya khawatir.


"Kia lo kenapa? Ada masalah?" Sekarang giliran Kala yang bertanya


"Ah sory-sory gue nggak ada masalah apa-apa ko, gue cuma ngerasa sedikit nggak enak badan aja" ucap Kia pada sahabatnya


"Gue anter ke klinik ya?" tanya Zea


"Nggak usah Ze, gue serius. Udah kalian nggak perlu khawatir oke" ucap Kia meyakinkan teman-temannya itu.


Tak mau bertanya lebih pada Kia, mereka memutuskan untuk berhenti bertanya pada Kia.


Pelajaran matematika pun di mulai, kini murid kelas Senja sedang mengerjakan tugas dari guru nya itu.


"Baru aja mulai pelajaran, eh udah di kasih soal seabrek lagian tu guru kalau nggak masuk mah nggak masuk aja kali, ini mah orang nya nggak masuk eh malah di kasih soal" keluh Kala yang melihat tumpukan soal di depan nya, mendengar itu Senja hanya terkekeh


"Kia jangan pernah lo ngerasain sendiri, ada gue Senja sama Zea disini yang bakal terus sama lo" ucap Kala dengan tiba-tiba sembari memegang tangan Kia.


"Kala benar Ki, lo kalau ada masalah sharing ke kita, masalah lo masalah kita juga Kia" lanjut Zea merangkul pundak Kala


Bukan nya Kia menjawab ia justru malah menangis, membuat teman-temanya bingung ada apa dengan Kia


"Kia nggak papa kalau lo mau nangis, nangis sepuas nya kalau lo udah siap cerita sama kita-kita nanti cerita ya" ucap Senja yang kini tangan nya mengusap rambut Kia.


Ntah apa yang di alami oleh Kia, teman-temannya juga bingung karena ini kali pertama mereka melihat Kia menangis sesenggukan seperti ini.


"Gue boleh cerita?" Ungkap Kia tiba-tiba setelah selesai menangis.


"Tentu, lo boleh cerita semua nya ke kita" balas Kala tulus pada Kia.

__ADS_1


Tidak menjawab ucapan Kala, Kia hanya melanjutkan tangis nya. Teman-temannya pun hanya menemani Kia hingga ia siap bercerita.


Kriingggggggg


Bel istirahat pun berbunyi, para siswa keluar kelas untuk menuju kantin. Dan kini di kelas hanya tersisa Senja Kala Kia dan Zea, mereka masih menunggu Kia bercerita


"Gue punya kaka, kaka gue itu cewe dia kuliah dan sekarang kuliah di London. Gue sama dia berbeda jauh banget, kaka gue yang pintar dan gue yang bodoh" ucap Kia tiba-tiba dengan terbata-bata karena tangis nya.


"Setiap hari, kalau orangtua gue lagi ada masalah di kantor, selalu gue yang jadi bahan pelampiasannya makanya tak heran kalau gue sering di pukulin mereka" suara tangis Kia semakin pecah tatkala menceritakan semua nya.


"Hampir tiap hari gue di beda-bedain sama kaka gue, kata nya kaka gue anak pembawa untung lah sedang kan gue anak pembawa sial, kalau kaka gue pulang, gue yang harus jadi pembantu pribadi dia nyiapin makanan nyuciin baju nya beresin kamar nya bahkan gue harus mau bawain belanjaan dia kalau dia ke mall" lanjut Kia panjang lebar.


"Kalau kalian tanya kenapa nggak sama pembantu jawaban nya karena kaka gue nggak mau, dia mau nya gue yang jadi pembantu pribadi nya. Kalau gue nolak dia bakal ngadu ke bokap dan nanti gue bakal di pukulin"


"Gue selalu iri Kal lihat kebersamaan lo sama Senja, lihat kekompakan kalian berdua, lihat kalian berdua saling menyayangi. Sementara gue? Gue disini stres Kal hampir gila gue" ucap Kia yang semakin menangis


Melihat teman nya menangis seperti itu membuat hati mereka terasa sakit nya, mereka nggak tau sehancur apa keluarga Kia. Karena yang mereka tau juga keluarga Kia selama ini baik-baik aja.


"Gue juga iri Ze sama lo, lo anak tunggal yang paling di sayang sama orangtua lo, mereka nggak pernah marah atau bahkan mukul lo sekalipun nilai raport lo jelek, kenapa cuma gue? Kenapa cuma gue yang hidup nya nggak beruntung sama sekali di antara kalian?" ucap Kia yang tak sanggup dan makin menangis.


"Kia lo masih punya kita, kita yang nggak akan pernah ninggalin lo nggak akan pernah ngehakimi lo atau bahkan menganggap lo seperti pembantu" ucap Senja yang kini berada di samping Kia untuk memeluknya


"Kia gue nggak tau ternyata lo punya masalah seberat ini. Mungkin lo nggak beruntung masalah keluarga tapi lo beruntung atas sikap lo yang selama ini kuat Kia, lo udah sanggup bertahan sejauh ini bukan hal yang mudah tapi lo? Lo hebat bisa bertahan sejauh ini" ucap Kala yang masih memegang tangan Kia.


"Kia lo nggak boleh keep masalah lo sendiri, cerita ke kita bagi semua beban lo masalah lo ke kita" ungkap Zea dengan lembut


"Makasih semua nya, meskipun gue nggak beruntung dalam keluarga seenggaknya gue beruntung punya kalian" ucap Kia yang hanya di balas pelukan dari teman-temannya


"Kita semua juga beruntung punya lo Kia, mulai saat ini janji ya sama gue buat selalu cerita apapun"ucap Senja dan hanya di balas anggukan oleh Kia

__ADS_1


__ADS_2