
"Kala, ini makan dulu nak" kata Bunda yang memasuki kamar Kala.
"Oh ya nak ada Yugo di bawah, tadi Bunda suruh naik katanya nggak mau ganggu istirahat kamu" ucap Bunda nya kembali
"Yugo di bawah Bun?" tanya Kala yang tak menyangka
"Iya, itu buah dari Yugo. Senja kamu turun gih rayu Yugo buat kesini" ucap Bunda dan hanya di balas anggukan oleh Senja.
Senja pun turun untuk menghampiri Yugo yang kini sedang duduk di ruang tamu.
"Nggak mau naik Go?" tanya Senja sembari menuruni anak tangga
"Disini aja, gue juga bentar lagi balik ko. Kala gimana?" tanya Yugo
"Lo khawatir tapi lo juga yang gengsi" ejek Senja yang kini duduk di depan Yugo.
"Udah mendingan ko, itu lagi di suapin sama Bunda" balas Senja dan Yugo hanya mengangguk saja mendengar ucapan dari Senja.
"Go lo mikir ginih nggak si? Sebenarnya tujuan teror itu buat ngadu domba kita semua?" ucap Senja yang membuat Yugo kebingungan.
"Maksud lo?" tanya nya pada Senja
"Maksud gue gini, ini belum apa-apa aja lo sama Kala udah berantem cuma karena salah paham. Nanti kalau Zea tau kita semua curiga sama dia juga pasti dia bakal marah dan kecewa banget sama gue dan Kala kan? Nah jadi tujuan si peneror itu ya sebenarnya mau buat kita adu domba. Makanya dia pake clue orang terdekat sebagai senjata biar gue fokus sama orang terdekat gue" jelas Senja panjang lebar
"Masuk akal juga si, terus rencana lo mau apa?" tanya Yugo yang ingin tau rencana Senja berikutnya
"Nggak ada, gue sama Kala sepakat buat bodoamat sama teror itu. Selagi gue masih bareng-bareng kalian hidup gue nggak bakal hancur" kata Senja meyakinkan Yugo
"Kalau itu keputusan kalian berdua ya udah gue dukung, tapi kalau butuh bantuan langsung kabarin gue ya" balas Yugo dan hanya di balas anggukan oleh Senja
Mungkin yang dikatakan Senja ada benarnya, jadi selain menghargai keputusan mereka, Yugo hanya mengikuti saja bagaimana nantinya
"Lo nggak sedih liat Kala kaya gini?" tanya Senja yang membuyarkan lamunan Yugo
"Go jangan siksa diri lo sendiri dengan kaya gini" kata Senja kembali.
"Kala nggak benci gue?" tanya Yugo, Senja hanya menggelengkan kepala nya saja
"Kalau dia benci lo nggak mungkin dia nangisin lo segitunya Go" balas Senja
"Hubungan lo sama Kala harus cepat di perbaiki sebelum nanti kalian makin asing dan nantinya akan menjadi terbiasa"
__ADS_1
Senja benar, jika Yugo seperti ini terus nanti nya lama kelamaan hubungan mereka makin renggang dan makin jauh, dan Yugo tidak ingin seperti itu
"Senja, gue boleh ke kamar Kala?" tanya Yugo dan Senja hanya mengangguk sembari bangun dari tempat duduknya.
"Yuk" ajak Senja singkat dan di ikuti oleh Yugo di belakang nya.
Ini kali pertama Yugo menemui Kala dengan situasi seperti ini, pasalnya ia dan Kala tidak pernah bertengkar apalagi sampai perang dingin seperti ini.
"Senja" panggil Yugo dan membuat langkah senja berhenti
"Nanti aja deh, gue bingung harus gimana nantinya kalau ketemu Kala" ucap Yugo ragu.
"Santai aja kali, seenggaknya lo harus coba Go. Masalah Kala mau baikan sama lo itu urusan belakang yang penting lo udah usaha buat minta maaf sama Kala" jelas Senja
"Kelamaan mikir lo, udah ayo buruan" ucap Senja sembari menarik tangan Yugo.
Yugo pun hanya pasrah ketika tangan nya di tarik Senja, ia saat ini sedang menyusun kata untuk ngomong sama Kala
"Kal ada Yugo" ucap Senja ketika memasuki kamar mereka
"Eh nak Yugo, tadi nggak mau Bunda ajakin kesini" balas Bunda
"Yaudah Bunda turun dulu ya, mau nyiapin makan malam" pamit Bunda pada semuanya .
"Gue juga ke bawah dulu ya mau bantuin Bunda masak, kalian jangan ngapa-ngapain loh. Awas!" perintah Senja lalu meninggalkan mereka berdua.
Canggung. Itu lah gambaran situasi mereka berdua saat ini, tidak ada obrolan apapun dari Kala maupun Yugo. Keduanya sama-sama diam karena tidak tau harus bagaimana.
Yugo pun mendekat ke arah Kala dan duduk di tepi ranjang Kala
"Kala" panggil Yugo, bukan nya menjawab Kala justru malah menangis.
"Kala lo kenapa? Gue perasaan nggak ngapa-ngapain lo deh" ucap Yugo panik tatkala melihat Kala yang tiba-tiba menangis.
"Lo jahat" ucap Kala lirih namun Yugo masih mendengarnya.
"Yugo, gue tau gue salah gue... gue..." ucap Kala terbata-bata karena tangis nya.
"Kala gue minta maaf kalau gue udah nyakitin lo" ucap Yugo sembari menenangkan Kala, tidak ada jawaban dari Kala namun tangisnya berhenti.
"Gue tau gue jahat, gue minta maaf udah nuduh sahabat lo yang nggak-nggak, gue minta maaf buat nggak nyapa lo tadi di sekolah" ucap Yugo dan Kala hanya mendengarkan.
__ADS_1
"Gue disini mau minta maaf sama lo Kala, tapj kalau lo serius mau gue pergi dari hidup lo. Gue bakal lakuin itu demi lo" kata Yugo pelan.
"Ya udah Kal gitu aja, lo cepet sembuh ya gue pamit" ucap Yugo yang tak kunjung mendengar suara Kala.
Melihat Yugo ingin pergi, Kala dengan cepat menahan tangan Yugo.
"Gue yang minta maaf Yugo, maaf gue udah keterlaluan ngomong kaya gitu ke lo. Gue nggak mau lo pergi, gue nggak mau kehilangan lo" balas Kala sembari menatap mata Yugo.
Yugo pun hanya diam dan memandang mata Kala yang terlihat sayu
"Gue sadar ucapan gue terlalu nyakitin lo, tapi gue nggak punya nyali buat minta maaf duluan ke lo, gue takut lo benci gue Yugo" ucap Kala lagi.
"Gue nggak akan bisa benci sama lo Kalana" ucap Yugo yang kini duduk kembali.
"Maafin gue juga ya Kal" ucap Yugo sembari mengelus rambut Kala
"Kita baikan kan?" tanya Kala pada Yugo.
"Iya Kalana" balas Yugo tersenyum.
"Janji sama gue ya Kal, kalau lo nanti berbuat salah ke gue, lo harus berani minta maaf. Inget kata- kata ini. Gue nggak akan bisa benci lo" ucap Yugo dengan penekanan kata di akhir yang membuat Kala hanya mengangguk.
"Oh ya Go gue punya sesuatu buat lo, bentar gue ambil dulu" ucap Kala yang beranjak dari ranjangnya.
Kala pun mengambil totebag yang berisi sesuatu yang sudah Kala beli.
"Nih, sory ya kalau nggak bagus" ucap Kala sembari memberikan totebag nya. Yugo pun menerima dan segera membuka totebag itu
"Kal? Lo serius?" tanya Yugo pada Kala yang kini sedang berhadapan
"Iya, kenapa?lo nggak suka?" tanya Kala ragu
"Gue suka banget, gue janji gue bakal pakai ini jam setiap hari" ucap Yugo yang merasa senang.
Mendengar jawaban dari Yugo membuat Kala tersenyum bahagia, ia kemudian langsung memeluk Yugo dengan tiba-tiba.
Mendapat pelukan dari Kala secara tiba-tiba membuat Yugo sedikit terkejut.
Sementara di belakang tembok ada seseorang yang melihat kemesraan mereka
"Kalau bahagia lo harus dengan nyakitin gue, gue rela Kal" batin nya yang merasa sakit di hati nya.
__ADS_1