SENJAKALA

SENJAKALA
Perang Dingin


__ADS_3

Hari ini hari pertama Kala ke sekolah tanpa ada nya Yugo, biasa nya pagi-pagi begini sudah ada Yugo di rumah nya.


"Kala berangkat sama siapa nak?" tanya Ayah nya ketika melihat ke dua putri nya duduk


"Bareng Senja aja Yah" balas Kala yang sedang menyantap roti miliknya


"Kala kenapa? Ko sembab mata nya?" tanya Bunda yang sedari tadi memperhatikan Kala


"Ah itu Bun semalam Senja sama Kala begadang nonton film yang sedih banget jadi Kala nangis sampai mau tidur" jelas Senja berbohong


"Kiran ada apa, Kala Senja kalian kalau ada masalah bilang ke Ayah Bunda ya nak" ucap Ayah nya sembari menepuk pundak Senja


Senja dan Kala hanya mengangguk saja lalu melanjutkan melahap roti nya.


Setelah selesai sarapan, Senja dan Kala pun berpamitan pada kedua orangtuanya.


"Hati-hati ya nak, kabarin Ayah kalau ada apa-apa" ucap Ayah nya


"Lo nggak papa Kal?" tanya Senja memastikan bahwa Kala baik-baik aja


"Nggak papa ko, mata gue sembab banget ya?" tanya Kala sembari melihatkan mata nya dan Senja hanya mengangguk saja.


"Lo nggak perlu berangkat Kal, kalau lo ngerasa kurang sehat" ucap Senja kembali khawatir


"Gue nggak papa Senja" balas Kala dengan menatap Senja.


Senja sebenarnya khawatir pada Kala, pasal nya semalam ia masih menangis hingga jam 2 malam, otomatis Senja juga tidak tidur untuk menemani Kala.


Kini mereka pun berangkat menuju sekolah, di sepajang perjalanan Kala hanya melamun melihat ke arah luar jendela, ia tidak mengucapkan satu kata pun.


"Senja" panggil Kala lirih namun masih di dengar oleh Senja


"Ada apa? Lo butuh sesuatu?" tanya Senja.


Alih-alih menjawab pertanyaan Senja, ia justru malah menyender di bahu Senja. Senja yang tak mengerti pun hanya diam tanpa bertanya lagi.


"Kala, kalau lo merasa bersalah sama Yugo, lo mending minta maaf. Daripada lo terus menerus merasa bersalah" ucap Senja.


"Gue takut Yugo nggak bakal mau maafin gue, gue sadar omongan gue keterlaluan banget Senja" balas Kala yang masih dengan posisi itu.


"Yugo nggak mungkin kaya gitu Kala, lo belum aja nyoba buat minta maaf ke dia"


"Gue terlalu takut buat minta maaf ke Yugo", balas Kala dengan nada sedih.


"Kalau lo begitu, lo berarti harus siap ngerasa bersalah setiap hari nanti nya" balas Senja dan Kala hanya diam tidak menjawab ucapan Senja.

__ADS_1


"Lo harus siap kalau nanti lo di interogasi sama Zea dan Kia" kata Senja yang baru saja keluar dari mobil nya.


"Aduh mampus gue, gue lupa kemarin gue nangis depan mereka. Gue alasan nya apa ya?" balas Kala sembari menepuk jidat nya.


"Bilang aja lo berantem sama Yugo" ucap Senja dengan tenang


"Nggak ngebantu banget saran lo" ucap Kala yang melirik Senja sinis sementara Senja hanya terkekeh mendengar jawaban Kala.


"Senja !!!" suara terikan laki-laki itu membuat langkah kaki mereka terhenti


"Eh Yugo, kenapa Go?" tanya Senja pada Yugo


"Ini gue cuma mau anter materi rapat, hari ini gue izin nggak ikut rapat soalnya" balas Yugo


Melihat Yugo seperti itu membuat hati Kala sakit, padahal ia ada di samping Senja tapi seolah-olah Kala nggak ada disitu bahkan Yugo pun sekedar menyapa Kala saja tidak.


Kala hanya diam saja sambil kepalanya menunduk sedangkan matanya menahan air mata nya agar tidak jatuh.


"Ada acara lo?" tanya Senja pada Yugo.


"Nggak ada, gue mau istirahat aja soalnya akhir-akhir ini gue nggak ada waktu istirahat yang cukup" kata Yugo.


Yugo pun sesekali melirik ke arah Kala, hati nya pun merasakan sakit melihat situasi sekarang.


"Kenapa Kal?" tanya Senja yang melihat Kala seperti itu


"Yugo nggak liat gue ya? Ko dia cuma nyapa lo doang, dia benci gue?" tanya Kala yang menatap mata Senja.


"Udah-udah, mungkin Yugo juga butuh waktu Kala. Udah lo jangan nangis ini di sekolah" ucap Senja dengan sedikit mengejek


"Gue nggak nangis Senja, ini cuma kelilipan doang ko" balas Kala mengeles .


"Lo nanti pulang duluan aja sama pak sopir, nanti gue pake grab aja" kata Senja


"Nggak usah, gue nungguin lo aja nggak papa kan? Lagian cuma sebentar" balas Kala yang kemudian hanya di balas anggukan saja oleh Senja.


"Kalana !!!!" teriakan suara perempuan itu ketika melihat Senja dan Kala masuk ke ruang kelas


"Nggak usah teriak Ze, Kala juga pasti denger ko" balas Senja


"Gue khawatir banget sama Kala, abisnya dia gue chat nggak ada jawaban. Lo juga Senja!" ucap Zea yang kesal


"Iya sory, gue nggak pegang ponsel semalam" balas Senja sembari meletakan tas nya ke bangku nya.


"Lo nggak papa Kal?" tanya Kia yang kali ini khawatir.

__ADS_1


Kala hanya mengangguk saja sembari tersenyum


"Kemarin lo kenapa?" tanya Zea


"Gue pertama kali liat lo nangis sampai segitunya Kal" lanjut Kia


"Gue nggak papa guys, gue kemarin kaget aja. Pas gue mau ke rumah lo gue di ikutin sama preman-preman gitu" balas Kala beralasan


"Anjir serius lo??? Tapi lo nggak papa kan Kal? Ada yang lecet?" tanya Kia yang penuh khawatir pada Kala.


"Nggak papa, makanya gue kaget doang" balas Kala dengan senyuman


"Lo kenapa nggak kabarin gue si Kal, kan gue bisa nyuruh sopir gue buat jemput lo" kata Zea yang sama khawatir nya.


"Ponsel gue mati Ze, makanya gue takut banget kemarin"


"Syukur deh kalau lo nggak kenapa-kenapa, gue sama Kia kemarin khawatir banget sama lo" kata Zea kembali.


Tidak ada obrolan mereka selanjutnya karena guru sudah masuk ke ruang kelas.


"Kalau lo sakit bilang ya Kal" ucap Senja pada Kala dan hanya di balas anggukan oleh Kala.


Di tengah-tengah pelajaran berlangsung, Kala mengeluh pada Senja bahwa kepala nya pusing sekali, Senja pun izin untuk membawa Kala ke Uks untuk beristirahat


"Lo disini dulu ya Kal, gue temenin" kata Senja pada Kala


"Gue nggak papa Senja, ini gue kurang tidur doang. Lo ke kelas aja nanti kalau istirahat kesini ya" balas Kala meyakinkan Senja bahwa diri nya baik-baik saja


"Nggak papa gue disini aja, gue mana bisa fokus belajar sedangkan lo disini Kala" kata Senja yang ngotot pada Kala.


Kala pun menyerah untuk bicara pada Senja, ia akhirnya memilih untuk tidur


Bel istirahat pun berbunyi, Zea dan Kia buru-buru berlari menuju Uks


"Yugo Yugo" panggil Kia tatkala melihat Yugo yang sedang duduk di luar kelas


"Kenapa?" tanya Yugo singkat


"Kala masuk Uks tadi dia ngeluh pusing di tengah-tengah pelajaran" terang Zea pada Yugo, melihat respon Yugo yang biasa aja membuat Kia dan Zea bingung.


"Oh gitu" balas Yugo singkat yang kemudian meninggalkan Zea dan Kia.


"Biasanya dia paling khawatir kalau Kala kenapa-kenapa" ucap Zea yang bingung melihat tingkah Yugo


"Udah lah yuk mending kita ke Kala" ajak Kia yang kemudia menarik tangan Zea.

__ADS_1


__ADS_2