SENJAKALA

SENJAKALA
Kebersamaan Senja dan Kala


__ADS_3

"Makanya orang-orang tau nya ibu gue udah meninggal, ibu tiri gue emang udah meninggal tapi ibu kandung gue masih hidup. Lo pasti mau tau kan alasan gue kerja? Perusahaan bokap sekarang udah bener-bener jaya lagi kaya dulu dan itu ngebuat bokap gue makin bertingkah, dia sering bawa cewe beda-beda ke rumah. Belum lagi kalau ada masalah di kantor, gue juga yang di pukulin" ucap Shaka yang menahan air mata nya.


"Shaka gue nggat tau harus gimana, tapj yang jelas kalau lo butuh teman cerita, gue bakal ada buat lo" ucap Senja menenangkan Shaka.


"Thanks ya Senja, gue nggak tau kenapa gue bisa seterbuka ini ke lo padahal sama teman dekat gue sekalipun gue nggak bakal seterbuka ini, sory ya kalau gue lebih banyak cerita nya timbang lo"


"Nggak papa Shak, gue seneng ko bisa jadi temen cerita lo"


Senja beruntung mempunyai keluarga yang harmonis dan punya kembaran serta sahabat yang selalu ada buat Senja.


"Oh ya Senja, lo punya kembaran ya? Ceritain dong masa gue doang si yang cerita" ucap Shaka yang siap mendengarkan cerifa Senja.


"Iya punya, nama nya Kalana. Dia cantik mungil manis dan bisa di bilang sempurna" jelas Senja sembari menampilkan senyum manis nya, ntah kenapa Senja selalu bersemangat jika bercerita tentang Kala.


Senja pun menceritakan semua nya tentang Kala dan tehtang diri nya pada Shaka, tak henti-henti nya Shaka tersenyum tatkala menengarkan cerita Senja yang penuh semangat itu.


"Kaya nya butuh waktu sebulan deh kalau gue ceritain semua tentang Kala" potong Senja yang merasa tak enak pada Shaka karena terlalu banyak cerita.


"Lucu" kata Shaka singkat


"Iya Kala tuh emang se lucu itu Shak, gue aja seringkali gemes sama dia" ucap Senja sembari tertawa.


"Bukan Kala yang lucu, tapi lo" kata Shaka yang kini mata nya tak lepas dari Senja.


Melihat Senja daru dekat seperti ini membuat Shaka ingin terus memandangi Senja.


"Ah iya gue bayar dulu ya bakso nya, habis itu langsung pulang udah malam juga" ucap Senja mengalihkan perkataan Shaka.


"Gue aja yang bayar, lo nanti kapan-kapan aja" kata Shaka


"Nggak, gue yang bayar kalau lo yang bayar gue nggak mau ketemu lo lagi" ancaman dari Senja itu membuat Shaka mengurungkan niat nya


"Padahal kalau gue yang bayar, gue jadi punya alasan buat ketemu lo lagi Senja, gue nggak yakin lo masih meu ketemu gue setelah ini" batin Shaka.


"Shak gue pulang duluan ya" pamit Senja kemudian meninggalkan Shaka yang masih duduk.

__ADS_1


Berlama-lama dengan Shaka membuat perasaan Senja tidak karuan, ia takut jika nanti nya Kala akan terluka jika tau ia berlama-lama dengan Shaka.


Drtt drtt


Shaka : kabarin gue ya Senja kalau lo udah sampai rumah.


Melihat pesan dari Shaka buru-buru ia langsung menghapus pesan itu beserta nomor Shaka. Ia sudah berjanji pada Kala untuk tidak berhubungan lagi dengan Shaka.


Sesampainya Senja di rumah, ia melihat rumah nya sangat sepi. Buru-buru ia mengambil ponsel nya dan terlihat 1 pesan dari Bunda nya.


Bunda : Senja, Bunda sama Ayah pergi keluar sebentar, kalau kamu belum makan, bunda udah siapin makan malam buat kamu.


Bukan nya membalas pesan Bunda, justru ia malah menghubungi Kala.


"Lo dimana Kal, gue udah pulang. Gue dapet banyak info nih tentang Shaka" belum sempat Senja bertanya lagi namun sambungan telfon itu langsung di mati kan oleh Kala.


"Dasar bocah, gue tebak dia pasti langsung balik. Lo sepenasaran itu ya Kal sama Shaka, gimana gue bisa tega nyakitin hati lo" batin Senja.


Sembari menunggu Kala pulang, ia pun menonton film dulu di kamar nya, sudah lama juga ia tidak menonton film.


Drtt drtt


"Senja lo dimana" teriak Kala dari bawah sana mencari keberadaan Senja


"Di kamar" balas Senja berteriak juga


"Lo ada info apa aja?" Ucap Kala yang langsung duduk di depan Senja


"Baru kali ini gue liat lo semangat banget tentang info orang lain" balas Senja yang sengaja mengejek Kala


"Buru Senja, gue bela-belain langsung pulang ini" kata Kala yang sudah di ujung penasarannya.


Senja pun menceritakan semua yang Shaka ceritakan tadi tanpa terkecuali, Senja benar-benar cerita sedetail mungkin agar Kala dapat mengerti.


"Kasian banget ya Shaka" ucap Kala selesai mendengar cerita Senja.

__ADS_1


"Gue aja nggak nyangka ternyata di balik sikap pendiem nya dia nyimpen banyak luka" kata Senja yang membenarkan ucapan Shaka.


"Terus-terus lo tanya nggak dia udah punya pacar apa belum?" tanya Kala


"Oh iya lupa hehe" ucap Senja dengan cengengesan


"Lagian Kal, kalau dia punya cewe pasti dia nggak bakal mau keluar bareng gue" kata Senja kembali


"Iya juga ya" balas Kala yang membenarkan


"Oh iya dia juga tadi tanya-tanya tentang lo, gimana lo dan banyak lagi"


"Serius lo? Dia nanyain gue?" Ucap Kala yang tak menyangka dan hanya di balas anggukan oleh Senja


"Lo nggak cerita gue yang jelek-jelek kan?" tanya Kala dengan penuh curiga


"Sayang nya gue nggak kepikiran buat ceritain yang jelek-jelek tentang lo" balas Senja yang hanya di balas senyuman oleh Kala


"Ahh Senja, gue terharu bingit sama lo" ucap Kala sembari memeluk Senja


"Iya iya gue tau ko kalau lo sayang banget sama gue"ucap Senja membalas pelukan Kala.


"Senja, kalau misalkan nanti kita menyukai cowo yang sama gimana" tanya Kala tiba-tiba


"Gue bakal ngalah" balas Senja sembari mengelus rambut Kala


"Senja lo nggak perlu segitu nya buat gue, lo boleh ko egois. Biar gue aja yang ngalah buat lo" jawab Kala melepas pelukan nya.


"Kala dengerin gue, lo nggak perlu lakuin apapun demi gue. Cukup lo bahagia aja itu udah lebih dari cukup buat gue, cowo banyak Kala. Kalaupun gue ngelepas 1 cowo nggak mungkin juga kan gue nggak bakal punya cowo" terang Senja


"Gue nggak tau mau ngomong apa lagi, yang jelas gue beruntung banget punya kembaran kaya lo" ucap Kala yang kini memeluk Senja kembali namun dengan tangis nya.


"Gue juga beruntung punya lo Kala, makanya kalau lo sayang sama gue, lo harus janji sama gue buat selalu bahagia. Oke?" ucap Senja menenangkan kembaran nya itu.


"Gue janji bakal terus bahagia asal lo masih ada di samping gue"

__ADS_1


"Iya Kala gue janji bakal terus di samping lo" ucap Senja tulus dengan senyuman manis nya.


__ADS_2