
"Kala, ayo balik!" teriak Shaka dari kejauhan yang membuat Kala terkejut
"Ah iya ayo" balas Kala menghampiri Shaka.
"Lo lagi ngapain disana?"
"Ah itu gue kaya liat sahabat gue, tapi kayanya gue salah liat deh" ucap Kala berbohong
Kala benar-benar tidak tau apa yang pikirkan sekarang ini.
"Kia? Apa benar pelaku itu Kia?" batin Kala yang terus tak menyangka apa yang barusan ia lihat. Ingin rasa nya Kala menepis pikiran itu jauh-jauh namun tidak bisa, dari mulai gelang dan sekarang ia memergoki Kia dengan sepatu yang sama seperti pelaku.
Sepanjang perjalan Kala hanya diam saja, bahkan Shaka memanggil Kala berkali-kali pun tak di dengar oleh Kala.
"Makasih ya Shak udah anterin gue sampai rumah" ucap Kala yang kini sudah berada di halaman rumah nya
"Iya santai aja Kal, gue langsung balik ya" pamit Shaka dan di balas anggukan oleh Kala.
Kala buru-buru masuk ke rumah nya untuk cerita pada Senja apa yang ia lihat barusan
"Mau kemana nak ko buru-buru" tanya Bunda yang melihat Kala
"Eh Bunda, Senja udah pulang Bun?" tanya Kala dan hanya di balas anggukan oleh Bunda nya.
"Kala masuk dulu Bun" pamit Kala dan langsung berlari menuju kamar nya
"Lo udah balik? Gimana ngedate nya?" tanya Senja tatkala melihat Kala masuk ke kamar mereka
"Itu nggak penting, gue mau cerita" ucap Kala dengan excited.
"Gue ketemu Kia!" kata Kala singkat
"Terus? Kan kita setiap hari juga ketemu dia" balas Senja santai
"Bukan gitu! Gue ketemu Kia tapi penampilan dia aneh banget Senja, dia ngumpet-ngumpet kek lagi mata-matain sesuatu dan lebih kaget nya" ucap Kala menghentikan ucapannya sebelum menghela nafas "Dia pakai hodie dan sepatu yang sama seperti pelaku teror kita!" lanjut Kala lagi
"Lo salah orang kali Kal, jelas-jelas Kia lagi ada urusan kan sama bokap nya" balas Senja menyangkal
Kala menghembuskan nafas nya kasar
__ADS_1
"Gue juga awalnya mikir gitu nggak mungkin Kia, lo mending liat ini deh biar lo percaya" ucap Kala menunjukan ponsel nya, ia yakin Senja tidak akan percaya begitu saja makanya Kala mengambil foto Kia diam-diam
Senja yang sama terkejut nya seperti Kala hanya membelakan mata nya
"Kal bilang ke gue kalau ini editan!" kata Senja yang masih tidak percaya akan foto itu
"Gue nggak segabut itu buat edit foto Senja" balas Kala, Senja benar-benar tidak tau ia harus bagaimana.
"Kita ke Yugo aja deh, tanya kita harus gimana" ajak Kala dan langsung di setujui oleh Senja.
Mereka berdua pun langsung pergi menuju rumah Yugo.
"Go keluar, gue sama Senja di luar rumah lo" ucap Kala sembari menelfon Yugo
"Tumben banget, ada apa?" tanya Yugo ketika melihat Senja dan Kala
"Gue nggak perlu basa basi, mending lo lihat ini" ucap Kala sembari memberikan ponsel nya pada Yugo.
"Kia pelaku teror kalian?!" tanya Yugo yang sama terkejut nya seperti Senja tadi
"Makanya tujuan gue sama Kala kesini buat ngomongin itu Go" kata Senja.
Yugo pun bingung harus bagaimana, karena menurut Yugo bukti itu kurang kuat. Yang punya sepatu dan hodie seperti itu ada banyak di kota ini.
"Gue juga bingung Kal, bukti ini belum cukup kuat nggak si menurut kalian? Maksud gue yang punya gelang sepatu dan hodie kaya si pelaku itu bukan cuma dia doang. Kita nggak bisa asal nyimpulin kalau Kia pelakunya hanya karena semua yang di pakai si pelaku sama kaya yang Kia pakai, biasa aja cuma kebetulan" balas Yugo panjang lebar
"Mau di bilang kebetulan tapi ini terlalu banyak Go, kalau masalah gelang oke lah bisa di bilang kebetulan. Tapi ini Go?" balas Senja yang tak setuju dengan tanggapan Yugo.
"Kalian percaya Kia?" tanya Yugo lagi sembari melirik Senja dan Kala.
"Banget, gue percaya baget sama Kia!" ucap Kala dengan tegas.
"Kalau begitu lo mau nggak ikutin rencana gue?" kata Yugo yang membuat Senja dan Kala bingung
"Jadi gini rencana gue.." ucap Yugo menjelaskan rencana nya pada mereka.
"Lo yakin rencana ini bakal berhasil?" tanya Senja yang khawatir
"Kata kalian, kalian percaya banget sama Kia. Kalau kalian ragu nggak usah ikutin rencana gue juga nggak papa" balas Yugo.
__ADS_1
Senja dan Kala pun hanya saling menatap sebelum akhir nya menjawab.
"Oke gue setuju" kata Senja dan langsung d balas anggukan oleh Kala
"Gue juga setuju" ucap Kala
"Kalau emang bener Kia pelakunya kalian mau gimana?" tanya Yugo
"Meskipun Kia udah jahat sama gue, gue nggak bakal bisa benci dia Go. Asal dia mau minta maaf dan mengakui kesalahannya, gue bakal maafin dia" terang Senja dengan tenang.
"Gue juga, gue sayang Kia. Nggak mungkin gue bisa benci dengan Kia, seenggaknya gue perlu tau apa alasan dia kaya gini. Mungkin dari gue ataupun Senja ada salah" balas Kala
Yugo tak mengerti apa yang ada di pikiran Senja dan Kala, yang jelas Senja dan Kala adalah orang paling baik.
"Kita nggak tau pastinya siapa pelaku teror kalian, tapi gue harap kalian jangan gegabah buat masalah ini ya." ucap Yugo memberi saran pada Senja dan Kala. Mereka pun hanya mengangguk saja
"Lo habis dari mana Kal sama si Shaka?" tanya Yugo tiba-tiba
"Ko lo tau si? Habis dari gramed gue" balas Kala singkat
"Tadi gue lihat Shaka nurunin lo" balas Yugo dengan acuh.
Tidak ada obrolan di antara mereka, semua nya hening sibuk dengan pikiran masing-masing.
"Gue kepikiran, kalau di antara kita ada yang saling suka gimana ya?" tanya Kala tiba-tiba yang membuat Yugo dan Senja terkejut
"Maksud lo?" tanya Senja pura-pura
"Ya kita kan sahabatan udah lama, gue denger kata nya nggak ada persahabatan murni di antara cewe cowo" terang Kala
"Kaya nya nggak mungkin deh Kal, bukti nya kita masih sahabatan sampai sekarang. Kalau ada yang saling suka kaya nya nanti bakal canggung nggak si" balas Yugo
Senja tau jika Yugo berbohong, ia seperti itu karena tidak mau Kala tahu tentang perasaannya
"Gue harap juga gitu si Go, gue nggak mau kita jadi cangung cuma karena masalah cinta" balas Kala santai
Mendengar jawaban dari Kala, membuat Yugo termenung. Sementara Senja yang sedari tadi memperhatikan Yugo, ia tau apa yang Yugo rasakan.
Senja tahu bagaimana rasanya merasakan cinta sepihak, karena ia juga sedang mengalami perasaan itu. Cinta sepihak yang Senja alami sama persis seperti yang Yugo rasakan
__ADS_1
"Gue belum aja ungkapin perasaan gue Kal, tapi lo udah nolak duluan" batin Yugo
"Gue juga ngerti gimana rasanya jadi lo karena gue juga lagi ngerasain saat ini Go" batin Senja