
"Kala lo nggak papa?" tanya Zea yang histeris ketika melihat Kala
"Nggak papa Ze, udah kalian tenang aja. Gue cuma kurang tidur doang ko" balas Kala dengan beralasan.
"Syukur lah kalau lo nggak kenapa-kenapa" ucap Kia yang merasa tenang
"Oh ya Kal, tadi gue sama Kia ketemu Yugo. Tapi tumben banget dia nggak khawatir sama lo" kata Zea yang kini duduk di depan Kala, Kala hanya diam saja bingung harus menjawab apa
"Kalian berantem?" tanya Kia tiba-tiba yang membuat Senja dan Kala sedikiti terkejut
"Ya nggak mungkin lah Ki, lo tau sendiri Yugo sesayang apa sama Kala. Iya kan Kal?" balas Zea yang menyangkal.
"Gue nggak berantem ko sama Yugo, kaya nya Yugo lagi banyak tugas deh nanti juga dia pasti kesini" ucap Kala berbohong untuk meyakinkan teman-temannya.
"Tuh kan, Kala tuh nggak mungkin banget berantem sama Yugo" balas Zea.
"Kalian nggak ke kantin?" tanya Senja pada kedua teman nya itu.
"Tadi sih niat nya mau ke kantin. Tapi jenguk Kala dulu aja deh baru ke kantin. Kalian berdua mau titip apa?" tanya Zea menawarkan teman-temannya itu.
"Gue ikut ya, gue disini malah mual bau obat banget" jawab Kala
"Lo disini aja Kal, lo lagi nggak sehat!' perintah Senja pada Kala
"Senja gue mohon, gue bener-bener mual disini" ucap Kala memohon pada Senja
"Ya udah kita ke kantin nya nanti aja mendekat jam masuk aja, kan pasti lumayan sepi tuh biar Kala nggak terlalu ke ganggu. Lagian pelajaran habis istirahat juga kosong ko, lo bisa istirahat di kelas" kata Kia
"Tapi janji sama gue kalau lo ngerasa pusing lagi langsung bilang ya! Jangan di tahan!" ucap Senja dengan tegas dan Kala hanya mengangguk saja
"Seenggaknya gue beruntung masih punya kalian" batin Kala yang kini melihat teman-teman nya sedang bercanda.
"Yuk kita ke kantin" ajak Zea ketika ia melihat jam tangan miliknya.
Mereka pun menuju kantin bersamaan dengan Kala yang di bantu berjalan oleh Senja dan Zea.
Dan benar saja, kantin tidak terlalu ramai mungkin karena bel masuk sebentar lagi jadi kebanyakan para murid sudah berada di kelas.
__ADS_1
"Senja!!" teriak suara laki-laki dari kejauhan.
"Ini proposal yang lo minta kemarin, sory ya baru beres sekarang" ucap laki-laki itu
"Iya nggak papa Go, sory ya ngrepotin" jawab Senja ketika melihat Yugo
"Ya udah gue balik duluan ya" pamit Yugo pada Senja
Zea dan Kia pun bingung, Yugo bahkan nggak menanyakan kabar Kala. Dan Kala pun sedari tadi hanya menunduk saja menahan tangisnya. Zea ingin bertanya namun tangan nya di tahan oleh Senja dan berujung Zea tidak jadi bertanya.
"Eh kalian mau pesan apa? Biar gue yang pesan" tanya Kia yang berusaha mencairkan suasana itu. Melihat Kala yang masih saja tertunduk membuat Senja merangkul Kala
"Mau ke kelas?" tanya Senja dan Kala hanya mengangguk dengan posisi yang masih menunduk
"Gue balik kelas dulu ya, kalian disini aja nggak papa. Ze tolong beliin gue air mineral ya 1 sama roti 1" pamit Senja pada teman nya.
Senja pun membantu Kala berjalan sementara Kala masih saja menunduk, sementara itu Senja tidak sadar bahwa sedari tadi Kala sudah menangis.
Melihat Kala yang sama sekali tidak bersemangat hari ini membuat Senja merasa sedih juga, tapi mau bagaimana lagi? Senja pun tidak tau harus gimana.
"Lo tidur aja, nanti kalau guru masuk biar gue yang izinin" ucap Senja ketika mereka sampai di kelas, Kala pun langsung tertidur dengan tangan melipat di atas meja.
Drttt drtttt
Sedari tadi ponsel Senja berbunyi, ia tau siapa yang menghubunginya sedari tadi. Yugo! Laki-laki itu tidak berhenti menghubungi Senja untuk menanyakan kondisi Kala
Senja sengaja tidak menjawab nya agar Yugo bisa bertanya langsung pada Kala, namun seperti nya Yugo juga sama-sama gengsi seperti Kala
"Kala tidur?" tanya Zea lirih ketika memasuki kelas, dan hanya di balas anggukan kecil oleh Senja.
"Ze gue boleh minta tolong? Lo bisa tolong anterin Kala pulang juga nggak? Gue ada rapat hari ini niat nya tadi Kala mau nungguin gue tapi liat kondisi dia kaya gini kaya nya dia mending pulang duluan deh, gue mau izin rapat juga nggak bisa. Soalnya si Yugo juga izin" ucap Senja tak enak meminta tolong pada Zea karena rumah mereka beda arah.
"Kaya sama siapa aja lo, iya-iya nanti gue anterin sampai rumah dengan selamat tuan putri lo ini" balas Zea dengan nada becanda.
"Kala berantem sama Yugo?" tanya Kia yang sudah sangat penasaran sedari tadi.
"Iya, tapi gue nggak tau karena apa karena Kala juga nggak cerita apa-apa ke gue" balas Senja berbohong.
__ADS_1
"Gue minta tolong sama kalian jangan bahas dulu tentang Yugo ya di depan Kala" pinta Senja tulus pada sahabat nya itu dan hanya di balas anggukan saja.
"Senja" ucap Kala lirih namun dengan posisi yang masih sama
"Lo kenapa Kal? Pusing?" tanya Zea yang terlihat sangat khawatir
"Lapar" jawab Kala singkat, mendengar jawaban dari Kala membuat sahabat nya terkekeh.
"Ini makan dulu roti nya" ucap Senja sembari memberi sepotong roti pada Kala, Kala pun bangun dan langsung melahap roti milik nya.
"Lo nanti pulang bareng Zea ya Kal nggak usah nungguin gue" kata Senja
"Iya Kal, lo bareng gue aja. Gue pastiin lo pulang dengan aman!" balas Zea dengan nada sombong nya.
"Nggak usah Ze, rumah kita beda arah. Gue nungguin Senja aia nggak papa" balas Kala yang masih melahap roti
"Kal, nurut sama gue ya" pinta Senja memohon pada Kala
"Senja gue nggak mau. Gue mau nungguin lo, gue tunggu di ruang kelas deket lo rapat deh biar lo tau kalau gue kenapa-kenapa" balas Kala meyakinkan Senja.
"Ya udah kalau gitu kita nggak pulang dulu ya Ze, kita temenin Kala dulu" ucap Kia yang lalu di balas anggukan oleh Zea.
"Jangan dong, kalian pulang duluan aja. Serius gue nggak papa" ucap Kala meyakinkan teman-temannya itu
Melihat Kala yang tetap saja ngeyel membuat Senja tidak bisa berbuat apa-apa
"Ya udah oke gue izinin lo buat nungguin gue, tapi izinin gue juga kalau di sela-sela rapat gue, gue bakal nengokin lo buat ngecek lo" perintah Senja dan Kala pun setuju atas itu.
"Janji juga sama gue kalau lo ada apa-apa langsung hubungi gue" ucap Kia dan lagi-lagi Kala hanya mengangguk saja.
Bel pulang pun berbunyi, Senja bersiap untuk keluar dari kelas bersama Kala.
"Kal, tawaran gue masih berlaku ko buat nemenin lo nungguin Senja" ucap Zea yang merasa tak tenang meninggalkan Kala
"Nggak usah Ze, beneran gue nggak papa. Makasih ya kalian udah khawatir sama gue, udah sana pulang" usir Kala pada sahabat nya itu.
Zea dan Kia pun pergi meninggalkan Kala dan Senja.
__ADS_1
"Lo tunggu di sini aja, kabarin gue kalau ada apa-apa" ucap Senja yang lalu meninggalkan Kala sendirian.