
Kala hanya memperhatikan apa yang Yugo jelaskan, Kala benar-benar bingung apa yang terjadi sebenarnya pada Shaka
Sungguh Shaka membuat Kala benar-benar penasaran akan semua hal tentang Shaka.
"Gue tau kalian berdua pasti bertanya-tanya tentang Shaka, siapa Shaka sebenarnya ada apa dengan Shaka" ucap Yugo menerka dari raut waja Kala dan Senja.
"Udah nggak usah mikirin hidup orang lain, selagi Shaka ngga aneh-aneh yaudah biarin aja"
Apa yang Yugo katakan itu benar, tidak seharusnya Kala dan Senja penasaran dengan kehidupan orang lain.
Tak terasa mobil Yugp pun kini sudah berada di halaman rumah nya .
"Go makasih ya buat tumpangannya" ucap Senja pada Yugo.
"Iya sama-sama, kaya sama siapa aja lo. Oh ya Kal besok lo bareng gue ya" ajak Yugo pada Kala yang hanya di balas anggukan kepala saja, Kala sungguh tidak ingin mengeluarkan banyak suara untuk malam ini.
Senja dan Kala pun langsung menuju rumah nya usai berpamitan dengan Yugo.
"Masih kepikiran lo soal Shaka?" tanya Senja yang sedari tadi memperhatikan Kala.
"Iya, hidup Shaka terlalu banyak teka teki bagi gue" ucap Kala yang memegang kepala nya pusing.
"Hahaha lagian ngapain si mikirin hidup orang lain, toh nanti nya juga lo bakal satu kerjaan sama dia dan lo bakal tau semuanya tentang dia"
Senja benar memang nanti nya Kala akan lebih sering bertemu dengan Shaka, ia berharap nanti nya Shaka bisa cerita semua nya pada Kala.
"Eh anak Ayah udah pulang, gimana sayang seru jalan-jalan nya?" Ucap Anton setelah melihat kedua putri nya masuk
"Seru ko Yah, kita langsung ke kamar ya Yah, capek mau langsung istirahat" jawab Kala seraya berpamitan dengan Ayah nya.
Setelah masuk kamar dan bersih-bersih, Senja pun kini bersiap untuk tidur beda dengan Kala yang kini masih terjaga dan sedang duduk di balkon kamar nya.
"Tidur Kal, besok lo sekolah" ucap Senja
"Lo duluan aja, gue belum ngantuk" jawab Kala tanpa menengok Senja.
__ADS_1
Lampu kamar Yugo juga masih menyala menandakan bahwa sang pemilik kamar itu belum tidur, buru-buru ia mengambil ponsel nya dan menghubunhi nomor tersebut.
"Halo Kal, kenapa? Tumben amat lo telfon" ucap suara dari seberang sana
"Gue di balkon" balas Kala yang langsung mematikan telfon nya.
Ya! Kala menelfon Yugo dan benar saja Yugo langsung keluar dari kamar nya dan duduk di balkon, jadi mereka kini berhadapan tapi dengan jarak kejauhan.
Yugo tau jika Kala seperti ini, itu tanda nya ia tidak bisa tidur.
Drtt drttt
Suara ponsel Kala berbunyi .
"Lo kenapa? Ada yang lo pikirin?" Tanya Yugo di seberang sana .
"Iya Go" jawab Kala dengan nada lesuh.
"Keluar yuk Kal beli nasgor amang-amang depan" Ajak Yugo.
Drt drtt.
Ponsel Kala kembali berbunyi dan menampilkan sebuah pesan dari Yugo
"Gue udah di luar, sini turun"
Kala pun bergegas turun untuk menemui Yugo, untung nya orangtua Kala sudah tidur jadi ia tak perlu repot-repot menjawab pertanyaan dari orangtuanya itu.
"Lo kenapa sih kal? Masih mikirin surat itu?" tanya Yugo yang kini tangan nya merangkul pundak Kala.
"Iya, gue takut orang itu bakal macem-macem ke Senja Go" jawab Kala
"Kal lo tenang aia, selagi ada gue lo dan Senja bakal aman. Lagian bisa aja pesan itu memang iseng Kal" jelas Yugo menenangkan Kala.
"Lo janji nggak bakal ninggalin gue kan Go?" tanya Kala tiba-tiba saja.
__ADS_1
"Gue nggak punya alasan apapun buat ninggalin lo, sekalipun alasan itu ada, gue tetap nggak bakal ninggalin lo" Jelas Yuho sembari tangan nya mengelus-elus rambut Kala
"Ninggalin lo itu nggak pernah ada di kamus gue Kal" batin Yugo
"Go kalau nanti nya lo punya pacar dan pacar lo ngelarang lo buat deket sama gue gimana?"
"Gampang, gue tinggal putusin aja pacar gue dan cari yang bisa nerima gue kalau gue punya sahabat dua cewe" ucap Yugo cengengesan.
"Dih gila lo, emang lo kira gampang cari cewe hah" ucap Kala sembari mencubit perut Yugo.
"Aduh lo bocil tapi cubitan nya sakit banget gila" ucap Yugo merintih kesakitan
"Gini ya Kal, gue itu kenal sama lo dan Senja itu udaj lama banget dari gue bocah ingusan sampai segede ini yakan, dan terus gue punya cewe yang baru gue kenal nih misalnya dan dia nyuruh gue buat jauhim lo, ya gue jelas nggak mau lah Kal, seenggaknya kalau dia nyuruh gue buat jauhin lo dan Senja ya minimal dia harus lebih dari kalian berdua" jelas Yugo panjang lebar.
"Tapi Go" belum selesai kala bicara, Yugo langsung memotong nya.
"Kal selagi gue tetap ngejadiin cewe gue prioritas nggak ada yang salah dong Kal" kata Yugo.
"Iya Go gue tau, tapi namanya cewe itu suka cemburu nggak jelas, gue aja kalo seandainya punya cowo dan cowo gue punya sahabat cewe, nggak munafik si gue pasti ada rasa cemburu gue" ucap Kala yang kini menatap Yugo.
"Lagian lo kenapa sih tumbenan amat lo nanya begitu, sejak kapan lo kepo tentang asmara gue?" ucap Yugo mengalihkan pembicaraan.
"Gue tiba-tiba kepikiran aja pas lo ngomong katanya lo lagi naksir cewe, lo udah confes ke cewe yang lo suka Go?" Tanya Kala yang hanya di balas gelengan kepala oleh Yugo
"Buru confes bego, keburu dia pacaran sama yang lain nanti"
"Kalaupun nanti nya dia sama orang lain juga gue nggapapa Kal, bagi gue ngga peduli mau dia bahagia sama siapa ntah sama gue ataupun bukan selagi dia bahagia, gue bakal ikut bahagia" jawab Yugo dengan lembut.
Tatapan lembut dari Yugo membuat Kala terhipnotis sekejap, ia baru sadar ternyata Yugo memiliki bulu mata yang sangat lentik dan alis yang tebal membuat wajah nya terlihat makin tampan
"Kal percaya deh sama gue, kalau lo udah bener-bener jatuh cinta sama seseorang yang lo pikirin itu gimana cara nya lo bisa milikin dia, tapi gimana cara nya dia bakal terus bahagia setiap hari nya" mendengar ucapan Yugo membuat Kala diam membisu.
"Kenapa lo? Baru sadar kalau gue seromantis ini" ucap Yugo yang menyadarkan lamunan Kala.
"Gue cuma lagi bingung aja, kaya nya lo di tolak sebelum mengungkapkan ya Go?" tanya Kala mengejek Yugo.
__ADS_1
"Enak aja, gue nggak pernah ya di tolak cewe yang ada gue yang nolak banyak cewe" ucap Yugo dengan sombong nya, melihat Yugo seperti itu membuat Kala bergidik ngeri.