SENJAKALA

SENJAKALA
Siapa Dia


__ADS_3

Bagian 6


"Siapa Dia?"


Selepas dari kantin, Kala kira penderitaan dia sudah berakhir sejak di kantin itu, nyatanya itu baru saja di mulai.


"Eh ada si caper, jadi ini yang naklukin kantin?" Sindir Angel, senior Kala.


"Ngerasa cantik banget tuh dia kayanya" Kata Mely sambil tertawa mengejek.


"Duh gue si ngerasa cantik ya secara gue di kejar-kejar mulu sama cowo itu tandanya gue emang cantik, lo ngga ada yang ngejar ya? Itu berarti tandanya apa? Ups" ucap Kala sembari menutup mulutnya.


"Anjing lo !! " Teriak Angel kesal.


"Lo kotorannya" timpal Kala yang di iringi tawa teman-temannya.


Merasa kesal dengan Kala, akhirnya Anggel and the genk nya pergi meninggalkan mereka.


"Kenapa si gue harus satu sekolah sama mak lampir" batin Kala


"Wah gila si lu Kal, gaada takut-takut nya sama si Angel" ucap Zea sambil bertepuk tangan.


"Ya gue ngga salah ngapain harus takut" balas Kala dengan nada sedikit sombong.


Jika kalian berfikir Kala akan diam saja ketika di buly, kalian salah.


Nyatanya baik Kala maupun Senja ia selalu berani melawan apalagi ketika dirinya merasa benar.


Langkah kaki Kala tiba-tiba berhenti tatkala matanya saling bertemu dengan satu murid laki-laki.


_Siapa dia? Ko gue baru lihat, anak baru kah? Cukup menarik_ batin Kala sambil tersenyum .


"Kalaaa ....!!!"


Teriakan itu mampu menyadarkan lamunan Kala.


"Titipan batagor gue mana Kal. Ada kan?"


"Lah emang lo nitip ke gue? Yang nitip tuh si Senja, lo mana ada nitip" Kesal Kala.


"Dih pikun lo, gue kan tadi pagi nitip ke lo, jangan bilang lo lupa lagi" Tuduh Yugo, Yugo tahu jika Kala adalah pelupa akut jadi sudah hal biasa jika seorang Kala lupa.


"Ehhh " Kala hanya tersenyum menunjukan senyum manis nya itu tanpa ada kata-kata selanjutnya.


"Yaampun Kalaaaaa, lo tuh ya masih bocah udah pikun" balas Yugo sedikit emosi.


"Yugo sory yaa gue beneran lupa suerr, besok besok ngga lupa lagi deh kalo lo nitip" ucap Kala.

__ADS_1


"Dasar bocil, yaudah lah gapapa. Oh ya Kal jadinya Lo pulang sama siapa?"


"Bareng temen-temen gue kayanya"


"Hati-hati ya. Kalo ada apa-apa kabarin gue okey. Gue duluan ya masih ada latihan nih" .


Kala hanya mengangguk saja melihat langkah Yugo yang kian menjauh.


Ko gue masih kepikiran sama cowo tadi ya, dia siapa? Batin Kalla.


Kala tidak sadar bahwa ia sudah di tinggal jauh oleh kedua temannya sedari tadi


"Kal lo darimana sih ko gue nggak sadar kalo lo udah nggak sama kita?" tanya Zea.


Hening..


Tidak ada jawaban dari Kala


"Woii KALANA SHAKIRA PUTRIIII" teria Kia persis di telinga Kala.


"Anjir gue nggak budek ya! Apaan si teriak-teriak" ucap Kala kesal


"Ya lagian lo di tanyain diem diem bae" balas zea


"Oh ya Ze, emang ada anak baru ya?" tanya Kala serius tanpa menjawab pertanyaan dari teman nya itu


"Nggak ada sih, kalo ada kan biasa nya juga udah rame apalagi tuh base sekolah, pasti udah update, kenapa lo nanya? Ada yang ngebully lo lagi?"


Kala tidak ingin teman-temanya tahu kalau Kala tertarik sama cowo itu.


_kalo gue kasih tau sekarang bisa bisa gue langsung jadi bahan utama gosip nih_ batin Kala.


"Zea mana nih nomor Kala"


"Iya mana nih katanya mau kasih nomor Kala"


"Zea jangan kibul lo"


"Duh mampus, gimana nih Kal apa gue kasih aja nomor lu?" tanya Zea pada Kala yang matanya langsung melotot seketika itu juga.


"Awas aja lo sampe kasih nomor gue! Nggak bakal gue mau temenan lagi sama lo!" ucap Kala.


Memang Kala itu seringkali kesal dengan teman-temanya itu yang selalu menjual nama Kala ataupun Senja.


"Hahhahahahahahahaha Mampusss lo" ledek kia yang terlihat bahagia melihat penderitaan Zea


"Kampret lo! Bantuin kek kan itu juga demi lo biar bisa beli batagor" ucap Zea memohon

__ADS_1


"Sory deh gue kali ini gaminat bantuin lo"


"Ah gue ada ide!!" ucap Zea semangat.


Kala dan Kia hanya saling menatap bingung kali ini apa lagi yang akan di perbuat oleh nya.


"BUAT SEMUANYA YANG MAU MINTA NOMOR KALA SILAHKAN FOLLOW INSTAGRAM DAN TWITER GUE NANTI YANG UDAH FOLLOW LANGSUNG PC GUE AJA OKEY!!" Teriak Zea tiba-tiba.


"Lo ngapain nyuruh mereka buat follow sosmed lo? Jangan bilang lo beneran mau kasih nomor Kala" ucap Kia yang kemudian di iringi muka kaget Kala


"Nggak lah gue ngga cukup gila buat ngorbanin pertemanan ini, lumaya coi folowers gue bertambah barangkali kan nantj gue dapet endors hahahah" ucap Zea.


"Kali ini kenapa Kal" tanya Senja yang tiba-tiba datang ntah darimana


"Biasa nih temen lo ngejual nama gue" ujar Kala yang menunjuk Zea.


"Lo di suruh apa sama kepsek? Ada hal penting?" Tanya Kala


"Oh itu, nggak ada dia cuma ngomongin masalah camp, dana nya kurang berapa" jawab Senja.


Kala heran Senja ini sebenarnya manusia bukan ya, semasa hidupnya Kala nggak pernah denger Senja ngeluh capek ataupun yang lain.


Padahal menurut Kala ngeluh itu hal yang sangat wajar, beda sekali dengan Kala yang hampir tiap hari mengeluh karena capek.


Padahal ikut ekskul saja pun tidak


"Emang camp nya kapan sih? Bukan nya masih lama?" tanya Zea


"Kalau bisa sih di percepat Ze ,kalau udah bayar semuanya ya udah kita langsung camp"


"Yaudah Kal , orangtua kalian aja suruh ngelunasin kurang nya, paling juga dikit doang" ucap Kia dengan PD nya


"Orangtua kita nggak sekaya itu kali" ujar Senja yang kemudian di balas anggukan saja oleh Kala


"Kalau orangtua lo aja di anggap kurang kaya terus apa kabar orangtua gue yang kerja di perusahan bokap lo" ucap Zea dengan dramatis yang di setujui oleh Kia


Memang benar, Ayah Zea dan Kia bekerja di perusahaan Anton, itu juga yang menjadi salah satu alasan mengapa mereka berteman


Senja dan Kala memang hidup sangat kecukupan namun mereka tidak sombong sama sekali, bagi mereka yang kaya itu orangtuanya bukan dirinya.


Bahkan murid-murid yang lain pun ngiranya Senja dan Kala anak orang susah, melihat dari tampilannya yang apa ada nya meyakinkan pikiran orang-orang.


Mereka memang sepakat untuk tidak memberitahu kebenaran nya.


Alasannya karena Senja dan Kala nggak mau orang-orang berteman cuma karena memandang harta orangtuanya.


Bagi mereka nggak papa punya sedikit teman asal tulus bertemannya.

__ADS_1


Jadi jangan heran kenapa Senja dan Kala cuma berteman denga Zea Kia dan Yugo


Mempunyai mereka saja sudah bersyukur bagi Kala dan Senja, karena mereka selalu ada untuk nya.


__ADS_2