SENJAKALA

SENJAKALA
Rumah Zea


__ADS_3

Kini mereka semua bergegas pulang menuju rumah Zea, namun di tengah perjalanan tiba-tiba Kala meminta berhenti.


"Ze gue nanti nyusul aja ya, ini Yugo jatuh dari motor katanya" ucap Kala pada Zea


"Yugo jatuh dimana Kal? Terus keadaan dia gimana?" tanya Senja yang terlihat sangat khawatir


"Nggak tau ini maka nya gue mau kesana" balas Kala dan Zea pun meminta sopir nya untuk berhenti terlebih dahulu


"Kita nggak kesana bareng aja Kal?" tanya Kia dan di balas anggukan oleh teman-temannya itu


"Ehh nggak usah, gue sendiri aja nggak papa nanti gue nyusul kalau sempat oke" ucap Kala yang langsung keluar dari mobil Zea.


Sementara di dalam mobil sana ada Senja yang benar-benar khawatir pada Yugo


Drtt drtt


Ponsel Senja bergetar menandakan sebuah pesan masuk.


Kala : Yugo nggak kenapa-kenapa, ini bagian rencana kita aja. Nanti lo ajak ngobrol Zea terus ya jangan sampai dia turun karena gue sama Yugo mau nyari di bagian bawah dulu


Melihat pesan dari Kala membuat hati nya lega karena ternyata Yugo tidak benar-benar kecelakaan.


"Nunggu lama Kal?" tanya Yugo ketika mendekati Kala sembari memberikan helm nya pada Kala


"Nggak ko, gue juga baru turun" ucap Kala yang menerima Helm dari Yugo.


"Lo alasan nya apa ko bisa Zea nggak curiga?" tanya Yugo penasaran


"Bilang kalau lo kecelakaan hehe" balas Kala dengan menunjukan gigi rapih nya


"Kurang ajar lo, yaudah buru naik" kata Yugo menyuruh Kala naik motor nya.


"Lo nanti malam sibuk nggak go?" tanya Kala sedikit berteriak pada Yugo


"Gue nanti malam mau nongkrong si sama anak basket, kenapa?" jawab Yugo dengan berteriak juga.


"Tadi nya gue mau ajak lo ke pasar malam tapi nanti aja deh bisa lain kali"

__ADS_1


"Ya udah ayo, nanti gue ke pasar malam dulu baru nongkrong" balas Yugo dengan semangat


Yugo ini akan selalu menyediakan waktu nya untuk Kala sekalipun ia harus mengorbankan waktu nya seperti sekarang juga ia rela, bagi Yugo waktu bersama Kala adalah waktu yang paling menyenangkan.


Kini motor Yugo pun sampai di halaman rumah Zea, namun Kala lupa jika rumah Zea di jaga oleh satpam nya. Bagaimana cara nya ia masuk jika ada satpam yang berdiri terus menerus di situ


"Aduh Go terus gimana cara kita bisa masuk? Satpam nya aja berdiri terus disitu" kata Kala


"Lo kabarin Senja coba, barangkali dia punya ide buat masalah ini" jawab Yugo memberi saran.


Kala pun hanya menuruti perkataan Yugo dan ia menghubungi Senja.


Setelah menunggu hampir 10 menit Senja pun keluar dan mengobrol dengan satpam Zea,ntah apa yang mereka bicarakan tapi itu membuat satpam Zea pergi, ketika satpam Zea pergi meninggalkan pos nya, Yugo dan Kala pun bergegas masuk ke rumah Zea.


Setelah mereka berhasil masuk, kini mereka menjadi kan gudang sebagai tempat pertama yang mereka tuju.


"Di kunci Go, gimana dong" ucap Kala ketika berusaha mencoba masuk ke gudang itu


"Tenang, serahin semua nya ke gue. Lo awasin aja takut nya ada orang yang datang.


"Go cepetan, kaya nya ada orang lain yang menuju kesini deh" ucap Kala yang merasa takut


"Berhasil, ayo masuk" ajak Yugo yang langsung menarik tangan Kala, karena tidak hati-hati ketika menarik tangan Kala, membuat Kala menjatuhkan sebuah barang dan menimbulkan sebuah suara. Suara itu membuat langkah seseorang berhenti dan berjalan mendekati arah gudang


Mendengar suara langkah kaki mendekat ke arah gudang, membuat Yugo reflek menarik tangan Kala untuk bersembunyi di dalam lemari.


"Ko pintu nya nggak di kunci?"ucap seseorang ketika memasuki gudang, ia pun melihat-lihat gudang mencari sumber suara itu.


"Kaya nya nih gudang udah nggak muat buat naro barang-barang lagi" ucap nya dengan berbicara sendiri.


Sementara di dalam lemari itu ada Kala dan Yugo dengan posisi yang sangat dekat, posisi itu membuat jantung Kala tidak tenang karena pasal nya hampir di bilang tidak ada jarak di antara mereka, membuat tangan Kala menutup mulut nya sendiri.


Sementara Yugo, ia masih menatap mata Kala dengan hangat.


"Go, lo bisa nggak si nggak usah liatin gue kaya gini, sumpah gue deg-degan banget" batin Kala.


"Kalau gue bisa ngeberhentiin waktu, gue mau waktu berhenti sekarang juga biar gue bisa liat wajah lo dari jarak sedekat ini" batin Yugo yang masih saja memandangi wajah Kala.

__ADS_1


Setelah mendegar suara pintu di tutup, Yugo dan Kala pun memutuskan untuk keluar dari lemari itu


"Jantung gue hampir mau copot, gimana coba kalau tadi kita ketahuan" ucap Yugo yang merasa lega sementara Kala masih sibuk menetralkan hati nya karena tadi.


"Lo nggak papa kan Kal?" tanya Yugo yang khawatir pada Kala


"Gue.. gue.. ah gue nggak papa cuma masih deg-degan sedikit karna tadi" balas Kala terbata-bata karena masih gugup dengan situasi tadi


Tak ingin membuang waktu lebih lama, buru-buru ia mencari sesuatu yang menjadikan apa tujuan mereka disini.


Setelah mencari-cari cukup lama, namun ia tidak menemukan apapun di gudang itu.


"Nggak ada Go, nggak ada apapun disini yg bisa jadi barang bukti" ucap Kala


"Apa di tempat lain ya Kal?" tanya Yugo yang masih penasaran.


"Emang bukan Zea Go pelakunya, mau kita cari dimanapun juga nggak bakal nemu karena bukan dia pelaku nya" ucap Kala yang merasa kesal.


"Udah lah mending kita keluar keburu ada yang masuk lagi" ucap Kala mengajak Yugo.


"Terus gue gimana? Gimana cara kita keluar?"


"Udah gampang, kita langsung aja naik ke kamar Zea"


"Kal, coba lo periksa kamar Zea, barangkali yang kita cari ada disana" ucap Yugo


"Go lo apaan si ko lo jadi terobsesi gini buat jadiin Zea pelaku" balas Kala dengan nada kesal.


"Nggak gitu Kal, kita belum cari keseluruhan di rumah Zea, baru aja di gudang belum di kamar dia atau di tempat lain nya" balas Yugo, mendengar ucapan Yugo itu membuat Kala benar-benar kesal dengan Yugo.


"Lo gila! Cukup jadiin sahabat gue pelaku disini ya! Gue percaya sama mereka Go, nggak mungkin mereka tega ngelakuin itu ke gue" balas Kala yang makin emosi


"Kal gue disini cuma mau ngebantu lo sama Senja, kenapa lo jadi gini. Lo sendiri kan yang setuju buat cari tau tentang sahabat lo itu"


"Goblok nya gue, gue setuju dengan cara sampah lo itu! Udah lah Go mending lo pergi dan stop buat ikut campur urusan gue, ini masalah gue sama Senja! Gue nggak butuh lo disini" kata Kala yang langsung meninggalkan Yugo sendirian di gudang.


"Kalau gue bisa pergi dari lo juga gue bakal lakuin itu Kal, tapi sayang nya gue nggak bisa" batin Yugo dengan menahan rasa sakir yang ada di hati nya.

__ADS_1


__ADS_2