SENJAKALA

SENJAKALA
Mencari Pelaku


__ADS_3

Senja dan Kala pun berjalan menemui Yugo yang pasti sudah sedari tadi menunggu.


"Sory ya Go nunggu lama, ada masalah sedikit tadi" kata Kala yang kini duduk di sebelah Yugo.


"Santai aja kali, lada apa sih Kal" tanya Yugo yang sudah penasaran sejak tadi.


Kala dan Senja pun bingung untuk memulai nya dari mana.


"Kala juga dapet pesan kaya gue Go" ucap Senja angkat bicara


"Kal, lo serius? Kenapa lo nggak ngmong dari tadi?"


"Masalah nya Go, gue juga bingung gue takut Go" ucap Kala dengan suara yang bergetar.


"Kal lo nggak perlu takut, ada gue sama Senja disini mungkin itu cuma pesan iseng aja Kal" ujar Yugo sambil menepuk bahu Kala


"Masalah nya Kala bukan cuma dapet pesan aja Go, dia juga dapat surat" ucap Senja sembari memberikan surat itu pada Yugo.


"Tunggu lah sebentar lagi Kalana, hidupmu akan segera hancur !!!"


Begitu tulisan surat tersebut, isi surat itu membuat Yugo terkejut, karena baru kali ini Kala menerima surat seperti itu dan ditambah sejauh ini hanya orang-orang tertentu saja yang mengetahui alamat ruma Kala.


"Kata Bunda, itu dari pengagum rahasia gue, tapi pengagum rahasia apa yang ngirimin gue surat peringatan kaya gitu Go" ucap Kala ketakutan.


"Udah lo nggak usah khawatir, gue bakal cari tau siapa dalang di balik semua ini. Serahin aja ke gue oke" jelas Yugo lembut menenangkan Kala.


"Se lembut itu ya Go lo ke Kala" ucap batin Senja yang melihat perlakuan Yugo pada sahabat nya itu.


"Terus masalah cafe, lo tadi ada perlu apa kesana?"


"Gue kerja disana mulai 3hari lagi jadi parttime di situ" jawab Kala


"Lo nggak mungkin kerja karena kekurangan duit kan Kal?" tanya Yugo yang penasaran dengan keputusan Kala


"Nggak, gue cuma bingung aja kalau lo sama Senja sibuk ekskul gue mau ngapain gitu, jadi gue putusin buat part time"

__ADS_1


"Terus lo pulang nya gimana Kal?"


"Bareng Senja nanti di jemput sama sopir, besok gue udah pakai sopir Go" jawab Kala.


Yugo yakin itu bukan alasan Kala sebenarnya, jika memang ia benar-benar bosan mengapa tidak sedari dulu ia bekerja di cafe? Kenapa baru sekarang


Tapi apapun alasannya yang jelas Yugo berharap itu keputusan yang tepat buat Kala


"Oh ya Go, si Shaka bukan nya kerja di cafe itu ya?" tanya Senja tiba-tiba dan hanya di balas anggukan oleh Senja.


"Lo suka sama si Shaka?" tanya Yugo tersadar bahwa Senja sedari tadi ingin tau tentang Shaka


"Tadi di sekolah gue liat lo lagi ngintipin si Shaka" lanjut Yugo kembali.


"Ngintip?" tanya Kala yang penasaran


"Ehh bukan ngintip yang itu Kal, maksud gue tadi si Shaka lagi main piano di ruang music dan gue liat si Senja lagi ngeliatin si Shaka diem-diem, gitu" jelas Yugo yang tak ingin membuat Kala salah paham


Kala hanya menatap Senja seolah-olah berkata "Ko lo nggak ngasih tau gue!!" Dan Senja hanya berkedip menanggapi Kala


"Terus lo ngapain tanya-tanya soal si Shaka kerja di cafe?" tanya nya penasaran.


"Ya kan gue bisa nanya ke Shaka kalau nanti nya Kala susah di hubungi" jawab Senja


"Bukan nya Shaka orang kaya ya Go? Kenapa dia kerja di Cafe yang gaji nya nggak seberapa itu?" sekarang gantian Kala yang penasaran dengan Shaka


"Gabut mungkin, sama kaya lo orang kaya gabut. Tapi gue denger-denger si hubungan dia sama bokap nya nggak akur" kata Yugo yang kini sedang menyantap cemilan yang ada di depan nya.


"Terus mama nya?" tanya Senja lagi


"Udah meninggal katanya, tapi nggak tau deh gue meninggal dari kapan" kata Yugo santai


Kini bukan hanya Kala saja yang penasaran tentang Shaka, Senja pun menjadi penasaran tentang hidup Shaka


"Senja Kala, gue harap lo jangan cerita-cerita dulu ya masalah ini ke Zea dan kia, kita kan nggak tau siapa pelaku sebenar nya jadi rahasiain dulu ya" pinta Yugo pada Senja dan Kala.

__ADS_1


Yugo benar, untuk sekarang memang mereka tidak tau siapa di balik pesan misterius itu jadi biarkan saja ini menjadi rahasia mereka bertiga


"Terus rencana lo apa Go?" Tanya Senja


"Kalian buka loker kalian nggak? Mungkin itu bisa jadi petunjuk awal buat kita" kata Yugo


Senja dan Kala hanya menggelengkan kepala nya , karena memang benar baik Senja maupun Kala ia tidak pernah membuka loker milik nya karena terlalu penuh loker nya berisi coklat dan surat dari para lelaki membuat Senja dan Kala malas membuka loker milik nya.


"Jadi loker kalian nggak di kunci?" tanya Yugo dan lagi-lagi hanya di balas gelengan kepala saja.


"Aduh ko kalian bisa ceroboh banget si" ucap Yugo menepuk dahi nya sendiri.


"Ya loker gue sama Senja terlalu penuh buat di kunci Go, lo tau sendiri loker kita isi nya apa" ucap Kala santai


"Lagian gue juga nggak kepikiran bakal ada surat sampah kaya gini Go" lanjut Senja pada Yugo.


"Yaudah besok pulang sekolah lo bawa semua surat yang ada di loker kalian dan kita baca bareng-bareng disini baru kita cari jalan keluarnya bersama" jelas Yugo yang hanya di balas anggukan oleh ke dua nya.


"Yugo makan malam di sini yah, Ayah sebentar lagi juga pulang. Udah lama kan kamu nggak makan malam disini" ucap Bunda nya yang tiba-tiba datang menghampiri mereka.


"Oh iya Bun, dengan senang hati Yugo menerima ajakan Bunda hehe" ucap Yugo cengengesan


"Dasar kamu ini, ya udah nanti kalian masuk ya kalau udah selesai ngobrol nya. Bunda mau lanjut masuk dulu" kata Bunda nya berpamitan kemudian pergi meninggalkan mereka bertiga.


"Oh iya Kal, nanti malem jadi kan anter Senja ke RS?" tanya Yugo memastikan.


"Iya jadi, nanti lo bilang aja mau jalan-jalan bertiga gitu ya Go" jawab Kala


"Gue itu nggak kenapa-kenapa tau, kalian aja yang terlalu lebay sampai segitu nya" ucap Senja yang sebenarnya ia tak mau ke RS.


"Ya udah Go nggak jadi aja, nanti lo jadi saksi aja ya di depan Ayah Bunda kalau tadi Senja pingsan" ucap Kala mengancam Senja dan Yugo hanya terkekeh saja mendengar ucapan Kala.


"Iya iya astagaa ,iya gue mau ke RS. Puas kan lo" kata Senja kesal dan Kala tersenyum puas melihat Senja mau menuruti dirinya


Kala bersikap seperti ini karena ia sungguh tidak ingin Senja kenapa-kenapa, apalagi Senja nggak pernah pingsan sebelum nya jadi wajar saja jika Kala bersikap seperti ini.

__ADS_1


__ADS_2