
"Senja ayo pulang" ucap Kala pada Senja
"Udah boleh balik Kal?" tanya Shaka dan Kala hanya mengangguk saja.
"Kata bos gue pulang dulu aja nggak papa" ucap Kala kembali.
Senja dan Kala pun berpamitan pada Shaka untuk pulang
Terlihat sebuah mobil milik Ayah nya sudah sedari tadi ada di depan cafe
"Gimana nak? Capek?" tanya sang Ayah ketika melihat ke dua putri nya itu
"Capek Yah, tapi Kala lebih ke arah risih. Banyak yang godain Kala" ucap Kala dengan lesuh
"Wajar aja, kan lo cantik" kata Senja sembari mencolek dagu Kala, Ayah nya hanya terkekeh saja melihat wajah putri nya manyun seperti itu.
Kini mereka pun pergi untuk pulang, sementara Kala ia langsung tertidur sedari tadi
Sesampainya di rumah, sudah ada Sarah yang berdiri di depan pintu menunggu anak dan suami nya pulang.
"Gimana sayang hari pertamanya?" tanya Bunda nya
"Capek Bun, Kala langsung istirahat ya Bun" pamit Kala dan hanya di balas anggukan oleh Bunda nya.
"Kasian ya Yah, Bunda baru kali ini liat Kala secapek itu" kata Bunda dan Ayah nya mengangguk setuju.
"Senja juga masuk dulu ya" pamit Senja kemduian, ia pun naik ke kamar dan menyusul Kala. Melihat Kala yang langsung berbaring membuat Senja hanya menggelengkan kepala nya saja
"Gimana? Mau keluar aja?" tanya Senja pada Kala
"Nggak lah misi gue belum selesai" ucap Kala yang masih berbaring.
"Kalau lo mau cari tau tentang Shaka, gue bisa bantuin lo Kala. Lo nggak perlu capek-capek gini" terang Senja yang kini duduk di samping Kala, mendengar Senja bicara seperti itu membuat Kala terbangun dan duduk di depan Senja
"Senja lo juga punya kehidupan, jangan melulu hidup lo tentang gue" balas Kala yang merasa tidak enak dengan Senja
__ADS_1
"Senja lo harus jalanin hidup lo sesuai apa yang lo mau, jangan habisin waktu lo buat gue. Gue seneng ko seneng banget lo se sayang itu sama gue. Tapi liat, karena lo terlalu fokus sama bahagia gue, lo jadi nggak punya waktu buat suka sama cowo buat dekat sama cowo. Gue mau, gue bahagia dengan hidup gue dan lo bahagia dengan hidup lo. Jangan terus sembunyi di balik kata gue bahagia kalau lo bahagia" terang Kala dengan panjang lebar
"Gue bakal selamanya jadi kembaran lo dan gue bakal selamanya sayang sama lo Senja, gimana gue bisa bahagia kalau lo nggak bisa bahagia sebenarnya" ucap Kala kembali.
Kala benar, Senja selama ini hidup hanya untuk Kala. Ia bahkan rela menyakiti diri nya sendiri hanya untuk Kala, ia bahkan tidak punya waktu untuk dekat dengan cowo.
"Gue coba pelan-pelan ya Kal" balas Senja dengan senyuman, Kala pun beralih memeluk Senja dengan erat
"Janji sama gue, kita harus saling bahagia dengan kehidupan kita masing-masing" ucap Kala dan Senja hanya mengangguk saja sembari mengelus rambut Kala.
"Kala, gue nemuin pemilik gelang teror itu" ucap Senja tiba-tiba yang membuat Kala terkejut.
"Serius? Siapa?" tanya Kala yang kini melepas pelukan nya dari Senja, Senja pun diam cukup lama. Ia ragu untuk bilang pada Kala
"Senja, siapa?" tanya Kala kembali dengan penasaran
"Kia" jawab Senja singkat. Jawaban Senja itu membuat Kala cukup terkejut
"Gue juga nggak tau Kal itu punya Kia apa bukan tapi yang jelas gue nemuin gelang itu di kamar Kia tadi waktu gue main" terang Senja seolah mengerti isi kepala Kala.
"Gue berharap juga gitu Kal" balas Senja.
"Terus rencana kita mau gimana?" tanya Kala pada Senja
"Kal, gue juga bingung harus gimana. Bisa jadi ini akal-akalan si pelaku mau adu domba kita lagi, atau..." Kata Senja yang terpotong
"Nggak! Kia nggak mungkin kaya gitu Senja! Lo juga tau dia kan? Dia sahabat kita dari smp nggak mungkin dia sejahat itu" balas Kala sedikit dengan nada tinggi.
"Udah lo mending istirahat, gue mau ke bawah dulu mau makan, nggak usah di pikirin masalah Kia. Nanti biar gue cari tau selebih nya" ucap Senja berusaha menenangkan Kala. Kala pun menuruti Senja untuk beristirahat, sementara Senja ia keluar bukan untuk makan melainkan bertemu Yugo.
Setelah memastikan Kala benar-benar tertidur, Senja pun keluar meninggalkan Kala. Ia tidak ingin Kala terbawa-bawa nanti nya, apalagi hari ini dia terasa begitu lelah.
Senja pun keluar menuju rumah Yugo, ia sebelum nya sudah janjian untuk bertemu di teras rumah Yugo
"Kala gimana hari ini? Lancar nggak part time nya?" tanya Yugo langsung ketika melihat Senja
__ADS_1
"Ya gitu, capek katanya tapi lebih risih soalnya banyak yang godain" balas Senja sembari duduk di samping Yugo
"Wajar si, dia kan cantik" balas Yugo sembari menundukan kepalanya. Hening! Tidak ada obrolan apapun dari mereka, Senja juga bingung harus mulai dari mana
"Senja, ada apa? Kata lo ada yang mau lo omongin" tanya Yugo membuka obrolan, tidak ada jawaban dari Senja, ia hanya diam saja.
"Senja?" panggil Yugo sekali lagi
"Ah iya, gue mau cerita. Tapi janji ya lo jangan gegabah dulu" ucap Senja dan hanya di balas anggukan oleh Yugo.
"Gue hari ini main ke rumah Kia, dan gue nemuin gelang pelaku teror di kamar Kia" ucap Senja dengan ragu.
"Jadi pelaku nya Kia? Sahabat lo?" tanya Yugo yang tak menyangka setelah mendengar ucapan Senja
"Gue juga nggak tau Go, gue bingung harus gimana. Bisa aja ini akal-akalan pelaku buat adu domba kita lagi kan?" tanya Senja
Senja benar-benar bingung apa terjadi akhir-akhir ini di hidup nya.
"Kalau Kia pelaku nya gimana Senja?" tanya Yugo
"Nggak mungkin Go, nggak mungkin Kia pelaku nya! Dia sahabat gue" bantah Senja pada Yugo
"Kalau bukan Kia pelaku nya kenapa gelang itu ada di kamar Kia?"
Yugo benar, jika memang bukan Kia pelaku nya mengapa gelang itu ada di kamar Kia!
"Gue... Gue nggak tau" balas Senja pasrah, ia nggak tau harus gimana lagi, pikiran nya benar-benar buntu!
"Lo tenang aja, masih ada bukti 1 lagi. Sepatu! Kalau itu sepatu ada di rumah Kia brarti fiks pelaku nya Kia" ucap Yugo menenangkan Senja.
"Terus gue harus gimana Yugo? Gue sama Kala bingung harus gimana" ucap Senja
"Nggak usah buru-buru buat cari tau pelaku sebenarnya Kia apa bukan. Bisa jadi ini rencana si pelaku buat ngejebak Kia, atau bisa jadi si pelaku mantau gerak-gerik lo sama Kala" terang Yugo
"Lo jalanin aja kaya biasanya, jangan diemin Kia sebelum kita punya bukti yang kuat! Nanti bukti yang lain nya gue yang cari. Kalau itu sepatu nggak ada di rumah Kia, berarti bukan dia pelakunya" kata Yugo kembali.
__ADS_1
Yugo benar, Senja harus tenang menghadapi masalah ini. Ia tidak mau nanti nya salah paham itu terulang kembali.