SENJAKALA

SENJAKALA
Perasaan Iri


__ADS_3

Bagian 12 .


Senja masih saja penasaran siapa pengirim pesan tersebut karena nomor Senja sangat lah privasi hanya orang-orang terdekatnya saja yang tau, bahkan anggota Osis pun hanya tau nomor Senja yang lain.


"Gue yakin pasti yang ngirim pesan gue ini orang terdekat gue, tapi siapa?" Batin Senja


Senja tidak apa-apa jika orang itu hanya meneror dirinya, ia takut jika orang itu juga nanti nya akan meneror Kala.


Senja langsung menepis jauh-jauh pikiran itu.


Ia harus cepat-cepat mencari tau siapa di balik pengirim pesan tersebut.


"Kal sory ya lama, kantin rame banget nggak ada lo nggak ada yang bisa gue tawarin hehe" ucap Zea menunjukan gigi rapih nya itu.


"Lo pikir gue barang bisa di tawarin, minum buat Senja ada nggak Ki?" Tanya Kala pada Kia yang sedari tadi melamun.


"Ki? Kia?" panggil Kala lagi pada Kia


"Kiaaaaa" teriak Zea pas di kuping Kia yang membuat pemilik itu terkaget.


"Ah iya kenapa-kenapa" ucap Kia yang tersadar akan teriakan itu.


"Lo yang kenapa, dari tadi ngelamun mulu lo ada apa sih" tanya Zea yang sedari tadi memperhatikan Kia.


"Hah nggak, masa si gue ngelamun" balas Kia yang menyangkal omongan Zea.


"Kia, lo kalau ada masalah cerita ke kita, kita itu sahabat lo jadi jangan pernah lo ngerasain sendiri disini" jelas Senja pada Kia .


"Iya Senja, tapi gue serius gue nggak ada masalah apa-apa" kata Kia menjelaskan pada teman-temannya.


"Aduh gue berasa nggak di anggep nih ada disini" ucap Yugo dengan nada menyindiri


"Loh Yugo lo dari kapan disini?" tanya Zea kaget yang baru menyadari keberadaan Yugo.


"Gue disini sebelum lo si Ze tapi ko kalian ngga ngeuh ya gue ada disini? Apa gue ini transparan?" Tanya Yugo dengan mengejek Zea.


Mereka semua hanya tertawa melihat tingkah Yugo


"Oh iya kata Bu Rini hari ini jamkos sampe pulang karena guru mau ada rapat, kemungkinan besok baru mulai pelajaran seperti biasanya" ucap Senja menjelaskan .

__ADS_1


"Ya udah sekarang lo istirahat lagi disini ya, gue sama yang lain mau ke kelas takut nya nanti ada pengumuman" ucap Kala seraya menidurkan Senja.


"Kal gue udah nggak papa, gue disini bosen Kal nggak ada temen nya. Dokter Rena juga lagi pergi ada urusan, gue ikut ke kelas ya Kal" pinta Senja memohon.


"Gue yang bakal jagain Senja disini, kebetulan gue lagi free hari ini" kata Yugo tiba-tiba


"Tuh lo nggak ada alasan lagi Senja, udah deh lo disini aja istirahat" ucap Kala dengan bawel .


Melihat kedua saudara itu saling melindungi dan menyayangi membuat hati seseorang yang disana merasa teriris


_Senja Kala gue iri banget liat kebersamaan kalian, gue iri banget liat kalian bisa akur, sementara gue? Hahaha menyedihkan_ Ucap batin Kia.


Sementara itu Senja hanya bisa pasrah, dia setuju untuk terus di Uks bersama Yugo.


"Gue sama yang lain pamit dulu, Go gue nitip Senja ya kabarin gue kalo ada apa-apa" ucap Kala sebelum meninggalkan Senja.


"Iya Kal lo tenang aja, kembaran lo aman di tangan gue" balas Yugo dengan PD nya.


Kala dan teman-temannya pun pergi meninggalkan Yugo dan Senja.


"Go, menurut lo ada nggak sih orang yang bener-bener benci sama gue?" tanya Senja.


"Eumm gue cuma pengin tanya aja" jawab Senja ragu sambil menatap Yugo


"Senja, lo itu baik bisa di kata baik banget jadi nggak mungkin kalau ada orang yang benci sama lo" jelas Yugo pada Senja dengan tenang


"Tapi Go, ada yang ngirim gue pesan. Pesan nya kaya gini" ucap Senja sembari menjunjukan ponsel nya ke arah Yugo.


"Lo tau sendiri kan nomor gue ini bener-bener privasi nggak ada yang tau selain orangtua gue, Kala, lo Zea dan Kia. Bahkan Osis aja gue pakai nomor yang lain Go" terang Senja .


"Go gue takut nanti nya orang itu menyentuh Kala" ucap Senja kembali dengan ketakutan.


"Udah nggak usah di pikirin paling itu cuma ke isengan aja, nanti gue bantu cari tau ya siapa pemilik nomor tersebut" terang Yugo sembari menepuk pundak Senja untuk menenangkan.


Meskipun omongan Yugo sama seperti Kala, setidaknya ia merasa sedikit lebih tenang


"Go gue nitip Kala ke lo ya, tolong jagain dia, gue nggak mau Kala lecet sedikitpun" pinta Senja memohon.


"Lo tenang aja gue bakal selalu jagain Kala dan lo, lo juga harus jaga diri lo sendiri Senja jangan pikirin Kala terus pikirin juga diri lo, kalau diri lo kenapa-kenapa Kala juga bakal hancur" terang Yugo pada Senja.

__ADS_1


"Gue salut sama lo, lo masih bisa khawatir sama Kala sampai lo lupa nge khawatirin diri lo sendiri Senja" batin Yugo


"Sekarang lo tidur ya, nanti gue suruh sopir gue jemput lo. Masalah pesan itu serahin ke gue, biar gue yang cari tau" ucap Yugo pada Senja .


Senja hanya menuruti perintah Yugo, ia langsung menarik selimut nya dan beristirahat tanpa bicara apapun pada Yugo


Bel sekolah pun berbunyi, kini para murid berlarian menuju gerbang sekolah untuk pulang


Seperti hal nya Zea dan Kia yang kini berpamitan pada Kala


"Kal sory ya gue sama Kia nggak bisa ikut lo ke Senja" ucap Zea


"Iya iya santai aja, gue juga mau langsung balik ko sama Senja" balas Kala.


Dan kini hanya Kala sendiri, ia berjalan menuju Uks untuk menjemput Senja, koridor sekolah pun sudah mulai sepi karena para murid sudah pulang.


Saat melewati perpus ia tak sengaja melihat Shaka yang sedang membereskan buku, Shaka dengan kacamata nya yang membuat Shaka terlihat seperti anak culun.


"Ganteng" batin Kala yang sekarang sedang memperhatikan Shaka dari kejauhan sembari tersenyum manis.


Melihat Shaka yang tiba-tiba menengok ke arah nya membuat Kala bersembunyi


"Aduh mampus, dia liat gue nggak ya. Bego banget si lo Kala" batin Kala sembari menepuk jidatnya sendiri.


Tak mau ketahuan lagi, Kala buru-buru jalan meninggalkan perpus itu, ia tidak mau kehadirannya membuat Shaka tak nyaman karena merasa di intip.


"Abis kemana lo Kal ko baru nyampe?" Tanya Yugo yang melihat Kala memasuki ruang Uks


"Ah itu gue tadi ke toilet dulu, sory ya nunggu lama" ucap Kala yang mendekati Senja.


"Go kayanya gue pulang dulu deh bareng Senja, nanti baru kita keluar lagi gimana Go?" tanya Kala pada Yugo.


"Lo nggak perlu khawatir, Senja pulang bareng sopir gue, dia juga udah setuju ko" jawab Yugo yang kini melirik Senja


"Iya Kal, gue pulang bareng sopir nya Yugo aja, kalian berdua langsung pergi aja biar nggak kemaleman katanya mau ke RS" ucap Kala meyakinkan Kala.


Kala pun setuju dengan itu asal dengan satu syarat jika Senja merasa pusing atau apa ia harus langsung memberi tau Kala, dan Senja pun setuju.


Kini mereka berjalan keluar menuju gerbang sekolah karena sopir Yugo sudah sedari tadi menunggu

__ADS_1


__ADS_2