
Kala masih saja sibuk dengan isi kepala nya sendiri sedangkan Senja diam-diam memperhatikan Kala, tidak biasa nya Kala seperti ini.
Namun Senja tidak juga menanyakan alasan Kala diam saja, Senja yakin nanti nya Kala juga akan cerita mengapa dia seperti itu
Mobil yang ia tumpangi kini sudah berada di halaman rumah nya
Senja dan Kala buru-buru ingin masuk rumah karena badan nya sudah lengket.
"Bundaaa kami pulanggg" teriak Senja begitu memasuki pintu rumahnya
"Tumben jam segini baru pulang nak?" tanya Sarah seusai melihat kedua putri nya
"Tadi kita ke cafe dulu Bun maaf ya lupa ngabarin Bunda" ucap Kala merasa bersalah pada Bunda nya
"Iya nggak papa, kalian bersih-bersih ya habis langsung turun kita makan bareng, bentar lagi juga Ayah pulang"
"Ayah nggak keluar negeri bun?" tanya Senja
Biasanya Anton memang sering tugas ke luar negeri makanya Senja bertanya pasalnya Ayah nya itu sibuk sekali
"Nggak nak, Ayah kaya nya bakal lama di sini soalnya Ayah lagi ada rencana buat buka perusahaan baru disini" jelas Bunda nya
"Ya udah bun kita berdua ke atas dulu ya"
"Senja .. m-mmm" ucap Kala terbata-bata
"Lo pasti mau nanya tentang Shaka ya?" timpal Senja dan hanya di balas anggukan oleh Kala
"Bersih-bersih aja dulu nanti gue ceritain yang gue tahu tentang Shaka" ucap Senja
Sungguh Kala kali ini benar-benar penasaran dengn Shaka, ntah kenapa menurut Kala dia sangat menarik di matanya.
Apalagi melihat nya dari dekat membuat Kala benar-benar terpukau dengan Shaka
Shaka dengan kacamata nya namun masih terlihat tampan, rambut hitam nya yang rapih membuat Kala benar-benar tertarik dengan nya.
Selepas bersih-bersih kini mereka berada di balkon kamar nya
__ADS_1
"Lo suka Shaka?" tanya Senja mengawali obrolan
"Gue...." ucap Kala diam tidak melanjutkan ucapannya
"Gue nggak tahu, tapi yang jelas gue penasaran banget tentang Shaka, siapa Shaka? Kenapa dia buat banyak pertanyaan di benak gue" jelas Kala
Senja hanya diam memperhatikan Kala yang sedang bercerita
"Senja , gue baru pertama kali ngerasain perasaan kaya gini" ucap Kala dengan lesu
"Gue jatuh cinta? Sama Shaka?" tanya nya lagi pada Senja
"Yang tahu perasaan lo itu ya lo sendiri Kala, pelan-pelan aja bisa jadi lo hanya penasaran dengan Shaka bukan suka" terang Senja
Senja benar bisa jadi Kala hanya penasaran aja jadi jangan langsung menyimpulkan perasaan itu adalah perasaan suka
"Jadi apa yang lo pengin tahu tentang Shaka?" tanya Senja
"Dia beneran anggota Osis?" tanya Kala balik dan hanya di balas anggukan kecil oleh Senja
"Ko gue nggak pernah liat dia setiap rapat"
"Terus kenapa dia jadi barista kopi di cafe tadi?" tanya Kala penasaran
"Gue nggak tahu alasan sebenarnya tuh apa, cuma desas desus nya si kata nya ya buat biaya hidup dia" balas Senja
"Biaya hidup? Dia orang nggak punya?"
"Di bilang orang nggak punya juga nggak Kal, maksud gue tuh marga dia aja Elvano, lo tahu kan perusahaan Elvano? Perusahaan terkaya ke tiga setelah perusahaan bokap? Jadi ya nggak bisa di kategorikan ke keluarga nggak punya" jelas Senja panjang lebar
"Jadi alesan dia kerja buat apa? Apa itu cafe milik keluarga nya?"
"Kaya nya nggak mungkin deh, gue pernah nggak sengaja denger dia telfon nggak tau sama siapa intinya dia bilang gini "bilangin ke bos ya gue hari ini cuti kan jatah cuti gue belum gue pake" gitu, kalau emang punya dia ngapain harus cuti segala ya kan?" terang Senja
"Iya juga ya, terus-terus apa lagi yang lo tahu tentang dia?"
"Dia jarang ke kantin jarang juga ngumpul bareng temen nya, lebih suka di perpus sambil baca buku atau di taman. Pernah ikut ekskul basket juga kaya Yugo tapi dia keluar nggak tahu deh apa alasannya, udah si itu doang yang gue tahu, di Osis juga orang nya jarang berinteraksi sama yang lain"
__ADS_1
Kala hanya mengangguk saja tapi sebenarnya dia masih punya banyak pertanyaan tentang Shaka "udah lah yuk turun Bunda pasti udah nungguin" Ajak Senja.
Mendengar cerita Senja bukan nya mengurangi rasa penasaran Kala justru ia makin penasaran dengan Shaka.
_Shaka kenapa lo bikin gue makin penasaran_ batin Kala
Di meja makan sana sudah ada Ayah dan Bunda nya yang menunggu anak-anaknya untuk makan bersama
"Loh Ayah kapan pulang? Ko Kala ngga denger suara mobil ayah? tanya Kala
"Udah dari tadi sayang, kaya nya kamu ke asyikan ngobrol deh sama Senja jadi ngga tahu kalau ayah pulang" jelas Ayah nya.
Mereka pun menyantap hidangan yang ada di meja makan "Yah Bun, Kala boleh nggak kerja di cafe" tiba tiba saja Kala bertanya seperti itu membuat semua yang ada di meja makan kaget
"Loh kenapa nak? Uang dari Ayah kurang?" tanya Ayah nya
"Nggak Yah, bukan karena uang. Kala cuma bingung aja kalau pulang sekolah cepet mau ngapain, gabut gitu. Senja juga kan sering rapat Osis, Yugo juga akhir-alhir ini sibuk latihan buat turnament jadi Kala ngerasa bosen aja" jelas Kala panjang lebar
Sedangkan Senja, dia sudah tahu alasan sebenarnya Kala mau bekerja.
Tapi Senja hanya diam saja biar saja kembaran nya itu melakukan apa dia inginkan.
"Kamu nanti capek loh nak" kata Bundanya.
"Nggak Bun nanti Kala ambil yang Partime aja jangan yang fulltime, gimana Yah Bun? Boleh kan?" tanya Kala dengan muka memohon nya
"Ya udah boleh, tapi kalau kamu ngerasa udah capek kamu harus ngmong ke Ayah ya jangan di paksain" tegas Ayah nya.
"Iya Yah Kala janji, makasih Ayah Bunda" ucap Kala senang _aduh jadi nggak sabar kerja bareng Shaka heheh_ batin Kala.
Makan malam pun selesai kini Kala dan Senja sedang bersiap untuk tidur
"Kal lo yakin? Maksud gue kenapa harus segitu nya si kan lo bisa deketin dia di sekolah" tanya Senja
"Kan lo sendiri yang bilang dia itu di sekolah jarang ber interaksi, ya mungkin kalo di luar sekolah dia mau interaksi sama orang lain" jelas Kala
"Astaga Kala, ya udah deh tapi janji sama gue ya kalau ada apa-apa lo harus cerita pokoknya ceritain semua ke gue hari-hari lo di cafe, kalau dia macem-macem sama lo kabarin gue !! " perintah Senja
__ADS_1
Senja sejujurnya khawatir akan keputusan Kala yang tiba-tiba tapi mau bagaimana lagi? Jika itu membuat Kala nya bahagia.
Namun tetap saja perasaan khawatir itu masih ada meskipun Kala sudah berjanji pada dirinya