
Senja masih berfikir positif, nggak mungkin sahabat nya itu pelakunya
"Nggak! Nggak mungkin! Yang punya gelang ini bukan cuma Kia" batin Senja meyakinkan dirinya sendiri.
Ia sangat percaya pada sahabat itu, ia yakin sekali bukan kia pelakunya.
"Lo kenapa Senja?" tanya Zea yang menyadari jika ada sesuatu yang tidak beres dengan Senja.
"Ahh nggak, gue cuma lapar doang. Makan yuk" ucap Senja mengalihkan. Ia tak ingin menuduh Kia sebagai pelaku hanya karena Kia mempunya gelang yang sama dengan pelaku.
"Guys sory ya lama, kita gofood aja kali ya" kata Kia yang kini masuk ke kamar mereka.
"Boleh deh, gue mau ayam goreng aja" balas Zea dan Senja pun hanya mengangguk. Senja sungguh tidak fokus hari ini, pikirannya masih terbayang-bayang pada gelasendiri
Sementara itu di tempat lain ada Kala yang dengan semangat nya untuk memulai part time. Hari ini Kala menjadi kasir untuk pertama kali nya
"Kalau ada yang lo nggak ngerti tanya gue aja ya Kal" kata Shaka dengan sopan, Kala pun mengangguk sembari tersenyum.
Yang awal nya Kala bersemangat kini berubah menjadi malas untuk menjadi kasir, bukan karena Kala merasa lelah hanya saja ia risih harus di goda setiap ada yang pesan.
"Capek ya Kal?" tanya Shaka yang kini duduk di depan Kala, kini mereka sedang break 40 menit untuk makan malam
"Capek si nggak Shak, tapi gue risih di godain mulu" balas Kala dengan nada tak suka
"Wajar aja, kan lo cantik." Balas Shaka dengan tersenyum. Shaka tidak sadar jika pipi Kala memerah seperti kepiting rebus!
"Gue boleh pinda bagian nggak Shak?" tanya Kala ragu
"Nanti gue tanya bos dulu ya, lo nggak bawa bekal?" tanya Shaka yang sedari tadi melihat Kala hanya minum saja.
"Gue nggak tau kalau harus bawa bekal, gue mau beli dicafe takut di kira gimana-gimana" balas Kala dengan tertunduk
"Nih makan bekal gue aja, kebetulan gue masih kenyang ko" ucap Shaka sembari memberikan bekal nya pada Kala
"Ehh nggak usah Shak, gue juga nggak lapar ko" tolak Kala yang merasa tak enak pada Shaka
"Nggak papa Kal, lagian lo dari tadi berdiri mulu pasti capek, muka lo aja sampai pucat begitu" balas Shaka yang masih menyodorkan bekal miliknya, Kala yang mau tidak mau akhir nya menerima bekal milik Shaka karena sejujurnya ia juga sangat lapar sedari tadi
__ADS_1
"Enak?" tanya Shaka pada Kala yang kini lahap memakan bekal milik Shaka
"Enak banget, kaya masakan Bunda!" balas Kala dengan semangat, melihat Kala antusias seperti itu membuat Shaka tersenyum.
"Itu gue masak sendiri" ucap Shaka
"Lo bisa masak? Wah hebat! Jarang-jarang loh ada cowo yang bisa masak apalagi masakan nya seenak ini" puji Kala pada Shaka
"Lo pulang bareng siapa Kal?" tanya Shaka di sela-sela aktivitas Kala
"Di jemput Ayah sama Senja"
"Senja ikut?" tanya Shaka yang tiba-tiba bersemangat mendengar nama Senja
"Iya, dia lagi main sekarang di rumah Kia jadi nanti pulang nya bareng deh" balas Kala lagi.
"Kal, besok kalau lo mau pulang bareng gue aja nggak papa. Kasian Senja dia pasti capek butuh istirahat juga" kata Shaka dengan lembut
"Nanti gue omongin deh ke Senja" kata Kala singkat. Kala pikir, Shaka memang ingin dekat dengan Kala ternyata ia mengkhawatirkan Senja.
"Nggak lah gila, gue cuma kasian aja sama dia. Secara dia aktif banget di sekolah" balas Shaka berbohong.
"Syukur lah kalau lo nggak suka Senja" batin Kala merasa senang.
Waktu istirahat pun selesai, kini Kala dan Shaka melanjutkan pekerjaannya kembali. Jam masih menunjukan jam 6 sore tapi Senja sudah datang menjadi pelanggan.
"Mba ice cappucino nya satu ya, sama roti bakar nya satu" ucap Senja memesan di depan Kala, Kala yang tak menyadari jika itu Senja, ia hanya fokus menghitung pesanannya.
"Total nya jadi..." Ucap Kala terpotong saat menyadari jika Senja yang tadi memesan.
"Senja! Ko lo udah kesini?" tanya Kala yang kaget melihat kehadiran Senja.
"Mau liat pegawai baru, kerjaan nya bener nggak" balas Senja dengan terkekeh
"Udah udah sana lo, duduk di atas aja nanti kalau gue udah selesai gue kabarin lo" kata Kala sembari mengusir Senja.
Senja pun menuruti Kala, ia mencari kursi di atas. Ternyata cafe ini cukup indah suasana nya di malam hari.
__ADS_1
"Senja?!" panggil Shaka tatkala melihat Senja yang sedang duduk di pojokam sendiri.
"Hai" sapa Senja ramah dan tersenyum pada Shaka
"Lo pasti ke sini buat jemput Kala ya?" tanya Shaka dan hanya di balas anggukan oleh Senja.
"Kala gimana Shak?" tanya Senja yang sedikit khawatir pada Kala, pasal nya ia di rumah saja menjadi anak yang manja.
"Bagus ko kerjaan nya, bos gue suka. Tapi dia minta ganti bagian" balas Shaka
"Kenapa? Ada yang jahatin dia?" tanya Senja yang makin khawatir pada Kala
"Nggak, dia risih aja dari tadi di godain sama pembeli mulu. Lo tau sendiri kan Kala cantik jadi wajar aja banyak yang godain Kala. Bahkan ada juga beberapa pelanggan yang minta nomor Kala ke gue" ucap Shaka terkekeh.
Mendengar penjelasan Shaka membuat Senja ikut terkekeh juga
"Terus gimana? Boleh emang pindah bagian?" tanya Senja.
"Sebenarnya boleh si, cuma kalau dia bagian waiters kaya gue kerjanya jauh lebih capek. Menurut lo gimana?" tanya Shaka meminta pendapat pada Senja.
"Ya nggak papa Shak, lo coba tanya Kala. Dia mau nggak kalau jadi waiters" balas Senja dan hanya di balas anggukan oleh Shaka.
"Oh ya Shak, dia udah makan kan?" tanya Senja
"Udah ko tadi dia makan bekal punya gue" balas Shaka dengan tersenyum
"Aduh sory ya Shak lo jadi nggak makan dong" ucap Senja yang merasa bersalah pada Shaka
"Nggak papa, gue juga masih kenyang ko. Besok bawain bekal aja" kata Shaka memberi saran.
Shaka dan Senja pun sama-sama diam, tak ada obrolan apapun dari mereka. Senja yang fokus memandang langit sedangkan Shaka yang sibuk diam-diam memandang Senja.
"Senja, gimana rasa nya punya kembaran?" tanya Shaka tiba-tiba. Senja pun mengalihkan pandangannya dan beralih melihat Shaka
"Seru, gue bahagia Kala lahir di dunia ini sebagai kembaran gue" kata Senja yang selalu antusias jika menyangkut tentang Kala
"Gue nggak tau kalau gue nggak punya Kala bakal gimana hidup gue, pasti sepi banget rasanya" lanjut Senja lagi dan Shaka hanya tersenyum kagum melihat Senja yang begitu bersyukur nya atas kehadiran Kala.
__ADS_1