
"Ikut gue aja deh yuk Kal ke ruang rapat" kata Senja yang tak tega meninggalkan Kala sendirian di kelas itu, meskipun hanya bersamping tetap saja Senja tak tega meninggalkannya
"Dih apaan si lo, kalau gue ikut lo ke ruang rapat malah gue nggak bisa istirahat Senja, udah gue nggak papa" ucap Kala yang meyakinkan Senja
"Pulang bareng Yugo aja ya Kal, gue nggak bisa ninggalin lo disini serius" ucap Senja yang benar-benar khawatir dengan Kala
"Gue beneran nggak papa Senja, udah sana lo rapat buruan biar kita bisa pulang" ucap Kala sembari mengusir Senja.
Senja pun mau tidak mau harus meninggalkan Kala sendirian, namun sebelum ia masuk keruang rapat ia mengirimkan pesan pada seseorang.
Setelah kepergian Senja, Kala pun langsung tertidur. Ia sebenarnya pusing sekali sedari tadi namun ia sengaja tidak memberitahukan Senja karena tak ingin Senja gagal rapat hanya karena dirinya.
Kala pun tertidur pulas hingga ia tak menyadari jika ada seseorang yang menjaga nya dari luar.
Dan Senja masih sering bolak balik di sela rapat nya untuk mengecek kondisi Kala.
"Kalau khawatir langsung kesana aja Go" ucap Senja tatkala melihat Yugo yang sedang berdiri di sana
"Lo udah selesai rapat nya?" tanya Yugo mengalihkan, Senja hanya menggelengkan kepala nya saja.
"Kenapa nggak masuk? Daripada lo diem disini mending lo masuk" ucap Senja pada Yugo.
"Nggak papa, gue cukup disini aja. Udah lo sana rapat jangan bolak balik mulu nggak enak sama anggota lain" kat Yugo yang mengusir Senja.
"Ya udah, gue balik dulu ya. Kalau lo mau balik, balik aja Go nggak papa" ucap Senja
"Gue balik nungguin lo selesai rapat" balas Yugo tanpa memandang Senja.
Senja pun pergi meninggalkan Yugo dan melanjutkan rapat nya.
Setelah hampir 1jam Senja rapat, akhirnya kini rapat pun selesai
"Senja" panggil laki-laki itu seraya mendekati Senja
"Eh iya, kenapa Shak?" tanya Senja pada laki-laki itu. Ya! Laki-laki itu adalah Shaka
__ADS_1
"Lo dari tadi pas rapat bolak balik mulu, ada masalah?" tanya Shaka yang sepertinya khawatir
"Nggak ko, gue ninggalin Kala sendirian di ruang kelas sebelah dia lagi sakit tapi nggak mau pulang duluan jadi ya udah nungguin gue" balas Senja dengan tersenyum pada Shaka.
"Kala sakit? Dia besok bukan nya udah mulai part time ya? Kalau masih sakit istirahat aja nanti gue izinin ke bos" ucap Shaka
"Thanks ya Shak, nanti kalau Kala udah mulai kerja, gue nitip dia ya Shak. Kabarin gue kalau ada apa-apa sama dia" balas Senja meminta tolong pada Shaka.
"Lo sayang banget sama Kala ya?" tanya Shaka tiba-tiba
"Banget, gue sayang Kala banget bahkan gue lebih sayang sama dia daripada sama diri gue sendiri. Gue duluan ya Shak kasian Kala udah nunggu" pamit Senja pada Shaka dan hanya di balas anggukan oleh Shaka.
Senja pun keluar dan ia masih melihat Yugo yang masih berdiri di tempat yang sama
"Rapat udah selesai dari tadi padahal, ko lo nggak balik?" tanya Senja pada Yugo.
"Nungguin lo dateng" kata Yugo
"Kala nggak papa kan?" tanya Yugo yang penuh khawatir
"Go kalau lo khawatir sama Kala, deketin dia tanyain langsung. Dia nangisin lo mulu" balas Senja dengan jujur
"Lo nggak jahat Go, tapi jujur ngeliat lo sama Kala jadi asing gini buat gue ikut sedih juga. Apalagi liat Kala yang nangis terus buat gue sakit Go" balas Senja
"Gue tau ko, lo suka Kala kan?" tanya Senja dengan ragu, Yugo yang kaget dengan pertanyaan dari Senja membuat ia menatap Senja dengan mata yang melotot
"Udah lo nggak usah kaget begitu, dari sikap lo aja udah ketahuaan kalau lo suka sama Kala" kata Senja dengan terkekeh
"Ya udah gue balik dulu ya Go, kasian Kala dia pasti pusing banget" pamit Senja pada Yugo.
Melihat Kala yang tertidur dengan pulas membuat Senja tak tega membangunkan nya, namun jika tak di bangunkan kasian Kala yang capek karena tidur di posisi seperti itu.
"Kal, Kala bangun yuk kita pulang" ucap Senja sembari membangunkan Kala.
"Lo udah selesai?" tanya Kala dengan mata yang makin terlihat Sembab dan muka yang terlihat pucat.
__ADS_1
"Udah, kita berobat dulu ya Kal" kata Senja pada Kala.
"Nggak usah, gue cuma pengin pulang ketemu Bunda. Mungkin kalau di kasih obat dari Bunda, gue bakal sembuh" ucap Kala dan lagi-lagi Senja hanya pasrah pada jawaban Kala.
Kini mereka pun bergegas untuk pulang, sepanjang perjalanan Kala hanya menyender di bahu Senja tanpa bicara apapun .
"Jangan bilang-bilang Bunda kalau gue berantem sama Yugo ya" kata Kala dan hanya di balas anggukan oleh Senja.
Sesampainya di rumah, mereka sudah di sambut oleh Bunda nya di depan pintu, karena sebelumnya Senja sudah mengirim pesan ke Bunda nya bahwa Kala sakit.
"Kala ya ampun, kamu kenapa nggak izin aja si nak" tanya Bunda nya khawatir sembari membantu Kala berjalan
"Kamu istirahat ya, nanti Bunda ke atas bawakan obat" kata sang Bunda dan Kala hanya mengangguk lemas
Senja pun membantu Kala untuk beristirahat ke kamar nya
"Kal, lo tau nggak kalau dari tadi lo di kelas ada Yugo yang nungguin lo di depan karena khawatir" kata Senja, mendengar ucapan Senja membuat Kala kaget tak menyangka.
"Jangan bohong Senja, nggak mungkin Yugo nungguin gue. Dia liat gue aja nggak nyapa" balas Kala menyangkal ucapan Senja
"Kalau lo nggak percaya ya udah terserah, gue mah ngomong jujur ke lo" kata Senja
"Terus kenapa dia nggak nyamperin gue langsung?" tanya Kala penasaran
"Takut di suruh pergi lagi kali sama lo" ucap Senja dengan nada yang mengejek.
"Lo dapat pesan teror lagi?" tanya Kala yang mengalihkan.
"Iya, tapi gue bodoamat deh Kal. Selagi gue bareng lo terus, hidup gue nggak bakalan hancur" jawab Senja dengan yakin
"Lo nggak perlu cari tau tentang siapa dia Kal, lo juga dapat?" tanya nya pada Kala dan Kala hanya mengangguk saja.
"Kaya nya dia sengaja mau ngadu domba kita deh Kal, bukti nya belum apa-apa aja lo sama Yugo udah berantem begini karena salah paham" balas Senja.
Senja benar, mungkin niat peneror itu ingin saling mengadu domba antara mereka.
__ADS_1
"Lo benar, mungkin dia sengaja naruh clue orang terdekat biar kita saling tuduh nanti nya" ucap Kala yang baru sadar.
"Udah jadi kita nggak perlu cari tau siapa pelaku nya. Gue nggak mau kehilangan lo Yugo Zea dan Kia, selagi gue masih bareng kalian hidup gue bakal baik-baik aja. Nanti juga kalau si peneror itu capek dia bakal berhenti sendiri. Jadi bersikap bodoamat aja ya Kal mulai sekarang" jelas Senja panjang lebar.