SENJAKALA

SENJAKALA
Bertengkar


__ADS_3

Kala masih tak menyangka mengapa Yugo tega menetapkan Zea menjadi tersangka. Padahal Yugo juga tau jika Zea dan Kia merupakan sahabat dekat Kala.


Kala benar-benar sangat kecewa pada Yugo. Ia tidak tau apa yang ada di pikiran Yugo sampai ia menuduh Zea sepertj itu.


"Loh Kal? Lo kesini bareng siapa?" tanya Zea tatkala melihat Kala yang baru saja memasuki kamar Zea.


Alih-alih menjawab pertanyaan Zea, Kala justru langsung memeluk Senja dan menangis di pelukan nya.


Zea dan Kia hanya saling menatap tak mengerti apa yang terjadi dengan Kala.


Senja tidak menanyakan apa terjadi pada nya, ia justru memeluk Kala dengan erat sembari menepuk-nepuk punggung Kala.


Cukup lama Kala menangis di pelukan Senja membuat diri nya lelah.


"Udah tenang Kal?" tanya Senja ketika melihat Kala sudah berhenti menangis, Kala hanya mengangguk saja tanpa menjawab.


"Senja, gue mau pulang" ucap Kala lirih namun masih bisa di dengar oleh Zea dan Kia. Senja hanya menatap Zea dan Kia karena bingung apa yang terjadi pada Kala


"Nggak papa Senja, lo pulang aja sama Kala. Mungkin dia capek atau gimana" ucap Zea yang seolah mengerti arti tatapan Senja


"Sory ya Ze Ki" ucap Senja meminta maaf karena merasa bersalah


"Udah lo tenang aja, kaya sama siapa aja. Biar sopir gue yang antar kalian ya" ujar Zea yang kemudian mengantar Senja dan Kala turun .


Senja juga tidak tau apa yang terjadi pada Kala, namun ini pertama kali nya Kala menangis sampai seperti itu.


Senja dan Kala pun pulang di antar sopir Zea, sepanjang perjalanan Kala hanya menangis di pelukan Senja tanpa mengeluarkan satu kata pun.


"Kal, lo kenapa? Cerita ke gue" tanya Senja, bukan nya menjawab pertanyaan Senja, justru ia malah makin menangis mendengar itu.


"Ya udah kalau lo nggak mau cerita, nanti kalau udah tenang lo bisa cerita ke gue" balas Senja menenangkan Kala.


Kini mereka sudah sampai rumah dan untung nya Ayah Bunda nya sedang pergi keluar jadi mereka aman dari pertanyaan orangtua nya.


Senja pun langsung menuju kamar nya seraya merangkul pundak Kala untuk berjalan, sesampai nya di kamar Kala langsung tertidur mungkin karena dia lelah menangis.

__ADS_1


"Kala gue nggak tau apa masalah lo, tapi yang jelas gue harap lo baik-baik aja" ucap Senja sembari menyelimuti Kala.


Senja baru sadar bahwa sebelum nya Kala bertemu dengan Yugo, mungkin ada kaitan nya dengan Yugo.


Senja pun buru-buru keluar untuk menemui Yugo dan menanyakan apa yang terjadi pada kembaran nya.


"Tumben banget lo ngajakin gue keluar, ada apa?" tanya Yugo yang kini melihat Senja sedang duduk di depan teras rumah nya.


"Lo ada masalah sama Kala?" tanya Senja tanpa basa-basi namun tidak ada jawaban dari Yugo.


"Gue nggak tau masalah kalian apa Go, karena Kala juga nggak cerita" ucap Senja yang kini menatap Yugo.


"Kalau kalian punya masalah selesaiin sekarang ya jangan saling menghindar kaya gini" ucap Senja lagi


"Bukan gue yang menghindar, tapi Kala yang nyuruh gue buat pergi" ucap Yugo dengan menatap lurus, Senja yang tak mengerti apa maksud Yugo, ia hanya terdiam.


Yugo pun menjelaskan apa yang terjadi di gudang tadi antara Kala dan dirinya.


"Go gue nggak tau harus ngomong apa, yang jelas menurut gue, kalian berdua sama-sama salah. Lo yang terlalu obsesif buat jadiim Zea tersangka dan Kala dengan omongan yang buat lo sakit hati. Go asal lo tau, Kala dari tadi nangis. Dari rumah Zea sampai pulang dia nggak berhenti nangis" ucap Senja


"Kala? Dia nangis? Terus dia gimana?" tanya Yugo khawtir, Senja hanya tersenyum getir melihat itu


"Dia tidur, mungkin karena capek nangis mulu" jawab Senja


"Gue bingung harus gimana Senja, kalau gue minta maaf gue yakin Kala pasti makin kesel sama gue" ucap Yugo kebingungan


"Nanti gue yang ngomong sama Kala, buat sementara ini lo jauhin Kala dulu ya Go sampai dia benar-benar tenang. Lo tau sendiri kan mulut Kala gimana kalau udah kesel sama orang" balas Senja dan hanya di balas anggukan oleh Yugo


"Ya udah gue masuk duluan ya, takut Kala udah bangun" pamit Senja pada Yugo lalu pergi meninggal kan Yugo.


"Kal? Lo nggak papa?" tanya Senja tatkala melihat Kala yang sedang menonton tv namun tatapan mata nya kosong


"Kal?" panggil Senja dan mendekat ke arah Kala.


"Senja" ucap Kala lesuh

__ADS_1


"Gue disini Kal" balas Senja yang lalu memeluk Kala, Kala pun menangis kembali di pelukan Senja


"Yu..go..." ucap Kala yang terbata-bata karena tangis nya.


"Iya gue udah tau semua dari Yugo" balas Senja


"Kal, lo udah kenal Yugo dari lama. Mungkin dia begitu karena kalut pengin bantuin kita" jelas Senja pada Kala.


"Tapi dia nggak seharus nya terus mojokin Zea" balas Kala yang masih di pelukan Senja


"Dia nggak bermaksud buat mojokin Zea Kal, lo sadar nggak ucapan lo buat Yugo sakit hati?" tanya Senja dan hanya di balas anggukan kepala oleh Kala.


"Gue tau lo pasti kesal lo nggak terima Zea di tempatkan sebagai pelaku, tapi Kal. Yugo juga manusia dia juga bisa ngerasain sakit hati" jelas Senja pelan-pelan pada Kala


"Gue keterlaluan banget ya Senja?" tanya Kala dan hanya di balas anggukan oleh Senja.


"Lo sama Yugo itu sama-sama salah Kal"


"Gue nggak mau ketemu Yugo dulu" kata Kala


"Iya gue tau, gue juga nggak maksa lo buat langsung ketemu Yugo. Gue cuma mau ngomong ini ke lo, inget lo sama Yugo udah jadi sahabat yang cukup lama. Jangan sampai persahabatan kalian rusak hanya karena masalah ini oke" jelas Senja


"Kalau Yugo benci gue gimana?" tanya Kala dengan nada takut


"Nggak mungkin Kala, percaya deh sama gue, Yugo nggak mungkin bisa benci lo" balas Senja menenagkan kembaran nya itu.


"Maaf ya Senja, gue udah buat lo khawatir" ucap Kala yang masih saja memeluk Senja dan Senja hanya mengangguk saja tanpa menjawab Kala


"Gue sama Yugo nggak nemuin apa-apa tentang Zea di gudang" kata Kala sembari melepas pelukan nya


"Udah nggak usah di bahas, selagi gue masih bareng lo, gue nggak akan hancur Kala" balas Senja dengan senyum manis nya.


Sungguh ia kali ini tidak ingin membahas masalah teror itu, Senja benar-benar lelah hari ini terlebih melihat Kala menangis seperti tadi membuat hati Senja sakit.


Senja berharap hidup nya dan Kala akan baik-baik saja, ia berharap tertor itu tidak akan muncul lagi setelah ini.

__ADS_1


__ADS_2