
"Eh gimana sebelum pulang kita ke mall dulu, udah lama kan kita nggak shopping" Ajak Zea pada teman-temannya itu.
"Eum boleh deh, gue sekalian mau beli sesuatu juga" balas Kala yang hanya di tanggapi anggukan oleh teman-temannya itu.
Bel pulang pun berbunyi kini Senja dan teman-temannya sedang menunggu sopir Zea untuk menjemput.
"Duh sory ya, gue ganti sopir kaya nya dia nyasar deh" ucap Zea karena menunggu sopir yang tak kunjung datang itu
"Pakai grab aja gimana?" tanya Kia memberi solusi.
"Kita tunggu aja deh, kasian juga sopir Zea kalau dia kesini dan kita nya nggak ada" ucap Senja
"Senja" panggil seseorang sembari ia mendekati Senja
"Ehh Shaka" ucap Senja yang tak menyangka akan kehadiran Shaka.
"Lo ngapain?" Tanya Shaka ketika melihat Senja dan teman-teman nya.
"Ahh itu gue mau main bareng sahabat gue, kenalin Shak ini sahabat gue" ucap Senja seraya mengenalkan sahabat-sahabatnya itu.
"Lo kenapa nggak balas pesan gue?" tanya Shaka, Senja hanya melirik Kala karena merasa tidak enak dengan Kala.
"Eumm gue jarang buka ponsel Shak, sory ya" ucap Senja berbohong, ia sebenarnya enggan membalas pesan dari Shaka karena tak ingin melukai perasaan Kala.
"Oh gitu, ya udah nanti kalau lo nggak balas pesan gue, gue bakal ke kelas lo langsung" ucap Shaka dengan lantang, perkataan Shaka itu membuat teman-teman nya kaget terlebih Kala.
"Ehh lo nggak perlu segitu nya Shak" kata Senja menahan malu
"Makanya lo balas pesan gue"
"Iya iya nanti gue balas pesan lo" ucap Senja cepat
"Oke, kalau gitu duluan ya. Lo hati-hati" pamit Shaka lalu ia pun tersenyum pada teman-teman Senja.
Melihat Shaka pergi tentu nya membuat Senja bersyukur, ia sungguh tidak enak hati pada Kala, terlebih lagi Kala sejak kehadiran Shaka ia diam saja .
Senja pun memandangi Kala dengan cemas, seolah mengerti apa yang Senja fikirkan buru-buru Kala memegang tangan Senja.
__ADS_1
"Gue nggak papa Senja" ucap Kala lirih karena tak ingin Zea dan Kia mendengar.
Mendengar itu setidaknya membuat perasaan Senja sediki tenang, Senja pun menggenggam erat tangan Kala.
Setelah hampir 30 menit mereka menunggu, sopir Zea pun datang dan tak menunggu waktu lama, mereka pun bergegas menuju tempat tujuan mereka.
Sesampainya mereka di mall, mereka ber 4 berpisah karena beda tempat yang mereka tuju. Zea dan Senja ke arah tempat sepatu sedangkan Kia dan Kala menuju tempat jam tangan .
"Nanti kita ketemu lagi disini ya" ucap Zea dan hanya di balas anggukan oleh Kia dan Kala.
Mereka pun kemudian bergegas menuju tempat yang mereka tuju sedari awal.
"Kal mau kemana dulu?" tanya Kia
"Beli parfum dulu aja Ki, lagian tempat nya juga duluan lo" balas Kala.
Memang tujuan Kia dan Kala berbeda tapi setidak nya tempat mereka satu arah.
Mereka berdua pun menuju ke tempat parfum dan melihat-lihat yang ada di sana, ketika Kala sedang berkeliling untuk melihat-lihat ia tak sengaja melihat parfum yang mirip dengan punya seseorang.
Tanpa mencium nya terlebih dahulu, Kala langsung membeli parfum tersebut.
"Ahh itu parfum buat Senja, parfum dia udah habis jadi sekalian aja gue beliin biar dia nggak minta parfum punya gue" ucap Kala berbohong
Dan syukur nya Kia percaya akan hal itu, ia hanya mengangguk-anggukan kepala nya saja.
Setelah Kia selesai membeli parfum kini mereka menuju tempat arloji, Kala memang berniat membeli arloji untuk dirinya sendiri namun begitu sampai di tempat itu, fokus nya teralihkan pada satu arloji pria.
"Itu kan buat cowok Kal, kata nya lo mau beli buat lo sendiri" ucap Kia
"Buat bokap sekalian Ki, gue nggak pernah beliin bokap sesuatu soalnya. Bagus nggak Ki?" tanya Kala berbohong.
"Bagus ko, kayanya bakal cocok deh di pakai bokap lo" ucap Kia dengan senyum nya.
Kala pun akhir nya membeli dua arloji yang harga nya cukup lumayan, satu untuk diri nya dan satu lagi untuk seseorang.
Setelah selesai berbelanja, Kala dan Kia pun bergegas menuju tempat awal bertemu. Karena hari semakin sore dan ia pun berniat untuk main ke rumah Zea.
__ADS_1
Langkah Kala berhenti tatkala melihat toko aksesoris di depan nya.
"Ki mampir dulu ke situ yuk sebentar" ajak Kala yang langsung menarik tangan Kia.
Kala pun membeli 4 gelang tangan untuk samaan dengan sahabatnya
"Ki ini buat lo, pakai terus ya" ucap Kala memberikan satu gelang pada Kia
"Ahh lucu banget, kita sahabatan udah lama tapi baru kali ini kita punya barang kembaran begini" ucap Kia merasa senang.
"Sory ya gue cuma bisa kasih kalian gelang murah doang, nanti kalau gue udah kerja pasti gue beliin kalian barang branded" ucap Kala merasa bersalah karena hanya membelikan sebuah gelang saja.
"Kala ngomong apa si lo, pemberian itu nggak di lihat dari harga nya ya yang penting lo tulus ngasih ini. Lagian ini juga lucu ko gue suka bahkan ini bakal jadi barang favorit gue" ucap Kia menatap Kala.
"Ki gue boleh peluk lo nggak?" tanya Kala malu-malu tanpa membalas ucapan Kala, Kia langsung menarik tangan Kala untuk memeluk nya.
"Kal gue beruntung banget bisa kenal kalian" ucap Kia yang kini memeluk Kala, mereka tidak peduli mereka ada di mana bahkan tanpa mereka sadari banyak pengunjung yang memperhatikan mereka.
"Udah yuk balik" ajak Kia yang hanya di balas anggukan oleh Kala.
Mereka pun kini menuju tempat janjian mereka bertemu, disana sudah ada Senja dan Zea yang menunggu mereka sedari tadi
"Lama banget si lo" ucap Zea sedikit kesal
"Hehe sory, gue beli ini" ucap Kala sembari menunjukan gelang yang ia beli.
"Ahh ini buat gue?" Ucap Zea senang melihat pemberian Kala.
"Iya jadi gelang kita berempat samaan" ucap Kala yang menunjukan gelang yang ia pakai.
"Lucu banget Kal, kita foto dulu nggak si" ajak Senja pada teman nya itu, lalu mereka pun berpose dengan cantik nya
"Gue post di Instagram ya" ucap Kia dan hanya di balas anggukan oleh teman-temannya. Belum lama Kia memposting foto itu kini notif Instagram Kala dan Senja ramai
"Duh Ki lo harus nya ngga usah tag si Senja sama Kala deh, tuh lihat ponsel mereka sedari tadi bunyi" ucap Zea dengan nada mengejek .
"Udah udah yuk kita pulang, oh ya mau makan dulu atau makan di rumah Zea aja?" Tanya Kala
__ADS_1
"Makan di rumah gue aja deh, lagian keburu sore juga nanti nya" Ajak Zea.