
Spertinya cowo itu menarik perhatian Kala, buktinya sedari tadi Kala terus melamun.
"Kal lo kenapa sih dari tadi ngelamun mulu, mikirin apa sih lo" tanya Kia penasaran.
"Ahh ngga, gue cuma gabut aja bingung pulang sekolah mau kemana" jelas Kala.
"Ehh katanya ada Cafe baru loh di deket persimpangan. Katanya tempatnya tuh Instagramable banget. Kita kesana aja yuk" ajak Zia .
"Eh iya ayo ayo udah lama juga kan kita ngga nongki, Senja lo harus ikut ya !!" Ajak Kia pada Senja.
"Gue hari ini ada rapat osis guys, tapi kayanya sebentar doang deh. Kalian mau nungguin?" Tanya Senja.
"Hmm yaudah gapapa kita tungguin aja lagian kita udah lama ngga nongki berempat kan" jawab Kala yang hanya di jawab anggukan saja oleh teman nya.
Bel pulang sekolah pun berbunyi. Para siswa bergegas untuk pulang kecuali Kala dan teman-temannya.
"Senja gue sama yang lain tunggu di depan halte ya" Ucap Kala.
"Iya. Gue duluan ya, bye semuanya" pamit Senja pada teman-temannya. Senja memang seringkali tidak ikut teman-temannya. Karena di antara mereka hanya Senja lah yang aktif di ekskul sekolah.
"Senja...!!!" Teriak Yugo dari kejauhah. Yugo dan Senja memang satu ekskul, Yugo ketua OSIS nya sedangkan Senja adalah wakilnya.
Mereka terlihat sangat serasi seperti sepasang kekasih.
"Lo darimana, ngos-ngosan begitu" tanya Senja.
"Biasa. Abis latihan gue, oh ya materi rapat ada di lo kan? Tanya Yugo.
Senja hanya mengangguk saja tanpa berniat menjawab Yugo.
"Kala pulang bareng temen-temen nya kan?" Tanya Yugo khawatir.
"Oh iya. Tapi mereka belum pada pulang, rencana si mau nongkrong dulu di cafe yang baru buka itu" Jawab Senja.
"Oh mereka nungguin lo berarti?" .
"Huum. Kenapa? Lo mau ikut? Tanya Senja lagi.
"Dih ngga lah ngapain, ikutan ghibah gue?" . Ucap Yugo di iringi tawanya.
Yugo memang kenal dengan teman-teman Kala namun ia tidak dekat hanya sebatas kenal nama saja, mengobrol pun jarang.
1 jam sudah akhirnya rapat pun selesai. Senja langsung bergegas menuju teman-temannya yang pasti sudah lama menunggu.
__ADS_1
Langkah kakinya berhenti tatkala Yugo memanggilnya.
"Senja hati-hati ya, gue nitip Kala. Kalo ada apa-apa kabarin gue" pinta Yugo.
"Yaelah Go, Kala juga kembaran gue yakali dia bakal lecet, udah lo tenang aja Kala pasti aman kalo bareng gue" Jawab Senja.
Senja sebenarnya sadar bahwa Yugo menyukai kembarannya itu, namun apa alasan yang membuat Yugo tidak mengutarakan perasaanya, itu hanya Yugo saja yang tahu.
Siapa yang tak jatuh cinta pada Kala? Sosok gadis yang lebih mungil dari Senja, rambut panjang nya yang selalu terurai dan serta lesung di kedua pipinya membuat Kala terlihat sangat manis.
"Hallo guys sory ya nunggu lama" ucap Senja yang kali ini berada bersama teman-teman nya
"Udah yuk kita otw sekarang keburu sore nanti" ucap Zea.
Mereka pun berangkat menuju cafe tersebut menggunakan kendaraan umum, Kala sebenarnya enggan ikut karena ya seperti ini ia tidak suka naik mobil tapi mau bagaimana lagi ia juga gabut jika harus pulang lebih awal.
Setiba nya di cafe, cafe itu sangat penuh mungkin karena baru buka dan pastinya banyak promo jadi wajar saja jika penuh
"Aduh penuh banget mana harus ngantri lagi, kita mau pindah cafe aja?" tanya Zea
"Disini aja lagian ngantrinya juga cuma segitu" balas Senja, Senja tahu jika harus pindah cafe nanti nya Kala akan mual
"Iya si bener juga, yaudah Kala sama Kia kalian cari tempat duduk ya biar gue sama Senja yang antri" ucap Zea menatap ketiga teman nya.
_dia lagi? Ngapain dia disini?_ batin Kala
"Kal disini aja ya, kaya nya sisa kursi ini deh apa mau di atas?" tanya Kia namun tidak ada jawaban dari Kala.
"Kal Kalaaa Kalanaaaa" ucap Kia lagi
"Ah iya kenapa Ki?" tanya nya.
"Aduh lo kenapa si Kal hari ini banyak bengong nya, kita duduk disini apa mau nyari di atas?" tanya Kia sedikit kesal.
"Di sini aja lah biar kalau mau pesen lagi deket" balas Kala yang kemudian duduk di kursinya
Pandangan Kala tak lepas dari seorang barista yang baru mulai bekerja
_dia kerja disini?_ batin Kala kembali.
Kala benar-benar penasaran dengan sosok laki-laki itu, banyak pertanyaan-pertanyaan yang ada di benak nya.
Setelah cukup lama mengantri pesanan mereka pun datang juga, Kala masih saja sibuk dengan pikiran nya sendiri dan sesekali melirik barista itu.
__ADS_1
"Ehh eh barista tadi bukan nya anak sekolah kita ya?" tanya Zea memulai obrolan mereka
"Iya, dia anak sebelah satu kelas sama Bella" jawab Senja.
Mendengar jawaban Senja, Kala langsung melihat Senja _anak sebelah? Ko gue nggak pernah liat ya?_ batin nya
"Hah anak sebelah? Ko gue baru pertama kali liat wajah itu ya? Dia baru?" tanya Kia
Ternyata bukan Kala saja yang merasa asing dengan wajahnya, Kia juga menyadari bahwa dia baru pertama kali liat.
"Nggak, kalian tau circle yang sering di sebut penyanyi koridor nggak?" tanya Senja
"Iya Shaka itu satu circle sama mereka, tapi ya gitu Shaka emang jarang ikut ngumpul lebih sering nya ke perpus" lanjut nya.
_oh jadi namanya Shaka, menarik juga_
"Ko lo tau si?" tanya Kia yang penasaran
"Dia kan anggota osis juga tapi bukan anggota inti dan gue sering ngeliat dia di perpus" jawab Senja dengan meminum kopi nya
"Ah gue baru inget, lo tadi nanyain ada anak baru itu karena Shaka Kal?" tanya Zea
"Ah iya iya betul dan lo juga daritadi gue perhatiin lo ngeliatin si Shaka mulu Kal" lanjut kia yang kini menatap Kala juga.
"Gue? Ngeliatin dia? Ya nggak lah kenal juga nggak" bohong Kala, ia tidak ingin teman-temannya tahu.
_sial gue kentara banget ya ngeliatin dia? Ah bego banget lo Kala_ batin Kala yang meruntuki diri nya sendiri
Akhir nya mereka pun melanjutkan obrolan lain nya dengan menikmati kopi masing-masing
Tak terasa sudah 2jam mereka duduk disitu, bahkan Kala sudah menghabiskan 2gelas kopi
Ia sengaja membeli lagi karena ingin melihat Shaka lebih dekat, Kalah sungguh penasaran dengan Shaka.
Hari pun sudah semakin gelap kini mereka memutuskan untuk pulang.
"Kal, mau naik grab bareng gue apa lo mau minta di jemput Yugo?" tanya Senja.
"Grab aja lah bareng lo lagian gue ngga mau ngerepotin Yugo mulu"
Bahkan di dalam mobil saja Kala masih memikirkan sosok Shaka "senja kayanya tahu banyak tentang Shaka, nggak ada salah nya kan kalo gue tanya dia?" batin Kala
Kala rasanya ingun cepat-cepat sampai di rumah, bukan karena dia ingin membersihkan badan nya. Ia ingin buru-buru menanyakan Shaka pada Kala
__ADS_1