SENJAKALA

SENJAKALA
Pesan Misterius


__ADS_3

"Senja dimana?" tanya Kala tatkala melihat bangku Senja kosong


"Di panggil Bu Rini, tapi ko lama banget ya padahal udah dari tadi" kata Zea, Kia yang menyadari akan hal itu juga hanya mengangguk


Kala membuka ponsel nya untuk mengirim pesan ke Sena .


Kala : "Lo dimana? Kata Zea lo di cari bu Rini kenapa lama banget? Ada masalah?


Kala pun memasukan ponsel nya kembali ke saku nya. Tanpa melihat notifikasi yang lain nya.


Lama tidak ada balasan dari Senja, Kala pun mengirim pesan kembali


Kala : "Senja jangan bikin gue khawatir ! Balas pesan gue.


"Senja nggak balas pesan gue, ko perasaan gue jadi nggak enak ya" ucap Kala tidak tenang.


"Coba lo telfon dulu Kal, dia nggak mungkin kenapa-kenapa. Percaya gue" ucap Zea meyakin kan Kala


Kala pun mencoba untuk menghubungi Senja, tapi nihil tidak ada jawaban sama sekali dari Senja


"Udah Ze tapi nggak di angkat" kata Kala yang makin khawatir.


"Udah-udah mending kita keluar kita cari Senja ya" ajak Kia yang sama khawatir nya dengan Kala.


Mereka pun bergegas dari tempat duduk nya untuk mencari Zea, tujuan pertama adalah kantor.


"Senja semoga lo nggak kenapa-kenapa" batin Kala cemas .


Namun belum sampai di kantor langkah mereka terhenti karena ponsel Kala berbunyi .


"Senja lo dimana astagaaaaaa jangan bikin gue khawatir coba ! Sekarang lo dimana?" Tanya Kala dengan nada sedikit teriak.


"Kal.. gue di uks, gue juga nggak tau kenapa gue tiba-tiba ada disini kal" balas Senja di sebrang sana .


"Lo tunggu dulu disitu jangan kemana-mana! Gue otw kesitu" ucap Kala mematikam telfonnya.


Mendengar itu Kala langsung berlari cepat menuju Uks tanpa memedulikan temannya.


"Kalaa tungguuuu ko lo ninggalin kita si" teriak Kia sambil berlarian mengejar Kala yang tiba-tiba berlari.

__ADS_1


Kala tidak memedulikan teriakan teman nya, ia hanya mngibritan Senja.


Sesampainya di Uks ia langsung memeluk Senja.


"Senja, lo kenapa?" Ucap Kala yang masih memeluk Senja


"Kal lo tenang dulu ya, gue jelasin pelan-pelan oke" balas Senja menenangkan Kala yang menangis di peluknya.


"Senjaaa lo kenapaa, ko bisa lo di uks?? Lo sakit??" tanya Kia yang sama hal nya khawatir pada Senja.


"Gue juga nggak tau kenapa gue bisa di sini, yang gue inget gue habis nemuin bu Rini dan gue mau ke toilet abistu gue nggak inget apa-apa. Bangun-bangun gue udah ada disini" jelas Senja panjang lebar.


"Terus yang bawain lo kesini siapa?" tanya Zea.


"Hmm Shaka, kata Shaka dia nemuin gue pingsan di depan toilet" ungkap nya lirih karena merasa tidak enak hati pada Kala.


"Tapi kata dokter gue nggak papa ko, gue kecapean doang katanya jadi nggak papa, kalian nggak usah khawatir. Maaf ya udah buat kalian khawatir gini" kata Senja merasa bersalah pada temannya, terutama pada Kala.


"Syukur lah kalau lo nggak papa" ucap Kala tenang.


Kala benar-benar tadi merasa khawatir dengan Senja.


"Ya udah yuk kita ke kantin, sebentar lagi mau istirahat juga" ajak Zea pada teman-temannya.


"Kalian aja ya yang ke kantin, gue disini aja jagain Senja takut dia kenapa-kenapa" ucap Kala yang masih sedikit khawatir


"Nggak papa Kal, lo kalo mau ke kantin ke kantin aja gue juga udah nggak papa"


"Kala bener Senja, lo harus ada yang jagain, yaudah kalian berdua mau nitip apa biar gue sama Zea aja yang ke kantin" ucap Kia.


"Gue batagor aja deh sama es jeruk, oh ya Ki sekalian minta tolong beliin teh hangat ya buat Senja" pinta Kala pada teman nya itu.


Teman nya hanya mengangguk saja yang kemudian keluar berjalan menuju kantin.


"Kal, gue dapet pesan dari nomor yang nggak di kenal, pas gue telfon nomornya udah nggak aktif" ucap Senja seraya menunjukan ponsel nya.


"Kehancuran mu akan segera tiba Senjana Shakila Putri"


Begitulah isi pesan tersebut yang membuat Kala sedikit kaget, pasal nya Senja nggak pernah punya musuh lalu siapa yang mengirim pesan tersebut.

__ADS_1


"Udah nggak papa paling orang iseng doang, nggak usah di pikirin" ucap Kala menenangkan saudara kembarnya itu.


"Oh ya, kaya nya lo nanti pulang aja deh. Gue ke cafe nya bareng sama Yugo aja" lanjutnya kembali


"Nggak kal, lo harus bareng gue. Gue nggak papa Kal serius" ucap Senja yang masih kekeuh ingin mengantar Kala ke cafe .


"Gue bilang aja kali ya ke Ayah Bunda, kalau lo tadi pingsan di sekolah" ujar Kala yang mengeluarkan ponsel nya berpura-pura untuk menghubungi orangtua nya.


"Ehh iya iya sama sama Yugo aja deh, gue mau istirahat aja di rumah hehe. Tapi jangan bilang Ayah Bunda ya, gue nggak mau nanti nya mereka se khawatir lo, liat lo khawatir kaya tadi aja buat gue ngerasa sedih"


"Ya makanya lo jangan buat khawatir bego," jelas Kala dengan kesal


"Iya iya maaf, oh ya Kal masalah pesan tadi rahasiain dulu ya dari Zea dan Kia. Cukup lo aja yang tau toh ini pesan iseng doang jadi nggak perlu di kasih tau ke siapa-siapa" pinta Senja pada Kala.


"Senjanaaaaaa .. Senjanaaaaa" suara teriakan itu membuat kuping Kala dan Senja merasa sakit, ia tau pemilik suara siapa itu.


"Senja lo kenapa? Lo sakit? Ada yang lecet?" Ucap Yugo yang kini sedang di depan Senja dan Kala


"Lebay banget deh lo, gue cuma kecapean aja tapi sekarang udah nggak papa ko" ucap Senja menunjukan senyum nya.


"Syukur deh kalau lo nggak kenapa-kenapa" ucap Yugo menghela nafasnya.


"Lo tau dari siapa Go kalo Senja di Uks? Perasaan gue nggak ada ngabarin lo deh" tanya Kala penasaran


"Gue tadi papasan sama Zea Kia, ko gue liat-liat nggak ada kalian jadilah gue nanyain ke mereka, begitu ceritanya" jelas Yugo.


"Oh ya Go, hari ini bisa tolong anterin gue ke Cafe yang baru itu nggak?" pinta Kala pada Yugo.


"Oh bisa bisa, gue selalu bisa kalau buat lo Kal"


Kala hanya diam saja tidak menanggapi ucapan dari Yugo.


Bohong jika Kala tidak memikirkan siapa di balik pesan iseng itu.


Jika memang benar hanya iseng tapi bagi Kala itu sudah sangat keterlaluan, tapi Kala harap itu benar-benar hanya keisengan saja.


"Senja nanti malam kita ke rumah sakit ya buat periksain keadaan lo, gue takutnya lo kenapa-kenapa, buat mastiin aja" ucap Kala tiba-tiba, ntah kenapa ia menyangkut pautkan pesan itu dengan Senja yang tiba-tiba pingsan .


"Iya Kala benar Senja, meskipun dokter disini bilang lo nggak kenapa-kenapa, apa salah nya mastiin aja biar yakin" lanjut Yugo mendukung ucapan Kala.

__ADS_1


"Udah lo jangan khawatir nanti pakai mobil gue aja sama sopir gue biar bokap lo nggak curiga" ucap Yugo yang seolah-olah mengerti akan pikiran Senja.


__ADS_2