Sepasang Bunga Lotus

Sepasang Bunga Lotus
Kakak Angkat


__ADS_3

Namaku Nara,aku adalah anak tunggal yang sangat dimanja oleh kedua orangtuaku.Saat kelas 1 SMP tiba-tiba papah dan mamahku membawa seorang anak laki-laki.Namanya Beni,dia bertubuh tinggi putih dan badannya terlihat kurus.Kata papah dia akan menjadi kakak angkatku,dia juga akan selalu menjagaku kedepannya nanti.Sebenarnya umurnya tidak terlalu jauh denganku,saat itu Beni duduk di bangku kelas 3 SMP dan aku kelas 1 SMP.


Beni adalah anak almarhum om Tomi dan tante Dina,sahabat papah.Mereka meninggal dalam kecelakaan 2 bulan sebelumnya dan tidak ada keluarga lain yang bisa merawat Beni.Setelah prosedur adopsi diurus oleh papah,Benipun sudah resmi menjadi bagian dari keluarga kami.Papah juga memindahkan sekolah Beni ke sekolahku.


Aku tidak pernah merasa terbebani dengan adanya Beni yang masuk ke tengah keluargaku,karena dia juga cukup baik dan perhatian walaupun sangat pendiam.Ditambah lagi aku memang sudah lama berangan-angan ingin mempunyai seorang adik ataupun seorang kakak.


Kehidupan persaudaraan kami cukup baik tapi juga tidak terlalu dekat seperti saudara kandung.Mungkin karena kami sama-sama tau kalau sebelumnya kami hanya orang asing bagi satu sama lain.Kami berangkat dan pulang sekolah bersama-sama.Teman-temanku yang menyukai Beni dan tau kalau aku adalah adiknya berlomba untuk menitipkan hadiah untuknya.


Beni itu orang yang sangat cuek,dia tidak peduli dengan wanita-wanita yang mendekatinya.Dia hanya menunjukan perhatiannya padaku.Seperti saat aku pulang dalam keadaan basah kuyup,dia memarahiku karena takut aku akan sakit.Dan saat aku sakit,Beni juga yang bolak-balik ke kamarku untuk melihat bagaimana keadaanku.Semuanya berjalan dengan nyaman,damai dan harmonis.Sampai sebelum malam ini tiba.


"Praaaangg" Suara vas bunga yang pecah.

__ADS_1


"Kamu itu bisa mikir gak?Kamu itu udah punya anak Hesti,anak kamupun sudah dewasa.Bisa-bisanya kamu punya kekasih lagi yang umurnya hampir sama dengan anak angkat kamu ! " Teriak papah pada mamahku.


"Terus kamu mau apa kalau aku punya lelaki lain yang lebih muda?kamu itu gak pernah ada buat aku.Hidup kamu,waktu kamu,itu semua kamu kasih buat pasien kamu di rumah sakit" Ucap mama sambil menangis.


"Aku itu dokter Hesti,kamu tau kan pekerjaan dokter itu bagaimana?kalau kamu gak siap buat nikah sama dokter harusnya dari dulu kamu gak usah mau nikah sama aku" Teriak ayah lagi.


"Ya sudah,ceraikan aku mas.Aku gak mau nikah sama dokter kaya kamu,aku lebih baik memilih pria lain yang lebih sayang dan perhatian sama aku."


"Ya sudah mulai hari ini kamu bukan istriku lagi,silahkan kamu pergi dari sini! Jangan ajak Nara untuk ikut ibu seperti kamu" Ucap papah.


"Mah,mamah gak boleh pergi.Mamah gak bisa pergi ninggalin aku gitu aja.Mamah sayang kan sama aku?" Teriakku sambil menangis.

__ADS_1


"Maafin mamah sayang,mamah harus pergi.Kamu disini aja ya?Disini ada papah sama kak Beni,kamu juga sudah kelas 3 SMA dan sudah dewasa.Pasti kamu bisa mengerti kenapa mamah memilih jalan ini" Ucap mamahku sambil menangis dan melepaskan genggaman tanganku.


"Aku gak mau Mah,kita ini keluarga.Aku,papah,mamah dan kak Beni.Gak ada yang boleh pergi dari sini Mah"


"Nara,masuk ke kamar kamu.Biarkan mamah kamu pergi menemui pacar barunya" Bentak papah.


Mamah lalu pergi meninggalkan aku yang masih saja menangis memanggil-manggilnya.Aku yang dari kecil mendapat kasih sayang yang besar dari kedua orang tuaku merasa seakan separuh jiwaku hilang begitu saja.Kak Beni memapahku kembali ke kamar,dari tadi dia hanya diam dan mengamati tanpa berbicara sedikitpun.


"Udah kamu tidur dulu Ra,mamah pasti baik-baik aja walaupun udah gak tinggal disini lagi" Ujar kak Beni.


"Ta..tapi aku gak mau lihat mamah pergi kak,aku mau ikut mamah aja" Ucapku sambil tersedu-sedu.

__ADS_1


"Kalau kamu ikut mamah kamu,justru nanti aku sama papah khawatir.Kita kan belum tau mamah akan tinggal dimana dan sama siapa?" Kata kak Beni sambil mengelus kepalaku.


Karena terlalu banyak menangis,mataku terasa berat dan lama kelamaan semakin mengantuk.Kak Beni yang tau aku tidur langsung kembali ke kamarnya.Tapi anehnya sebelum dia keluar,aku sempat merasakan kalau ka Beni mencium bibirku.


__ADS_2