
Sesampainya di mall,aku dan Beni masing-masing mendorong stroller Zio dan juga Azzura.Mereka tampak senang karena di ajak berjalan-jalan oleh ayahnya.Kamipun berkeliling mencari pakaian yang cocok untuk Beni.Saat menuju toko lain,aku sekilas melihat seseorang yang terasa familiar di mataku.
"Kamu lihat apa Ra?kok sampe bengong gitu?" Tanya Beni.
"E..enggak kok,aku kaya lihat Deon sama perempuan disana" Tunjukku pada sebuah toko sepatu.
"Iya itu memang Deon,terus kenapa?" Tanya Beni ketus sambil langsung memegang tanganku.
"Ya gak apa-apa sih,cuma aku takut aja berpapasan sama Deon"
"Udah kamu tenang aja,ada aku disini" Ucap Beni.
Kamipun melewati toko sepatu yang ada Deon di dalamnya,aku agak menunduk agar Deon tidak melihatku.Tapi ternyata aku malah menabrakan stroller Azzura pada seorang lelaki yang baru saja keluar dari toko dan ternyata lelaki itu adalah Deon.
"Nara?Kamu benar Nara kan?" Tanya Deon.
Aku mau tidak mau mengangkat kepalaku melihat Deon yang sedang menggandeng seorang perempuan.Dan aku cukup terkejut,ternyata perempuan yang dia gandeng adalah Xana,sahabatku dulu.
"Ah hai Deon,Xana.Gimana kabar kalian?" Tanyaku basa basi.
"Nara?Ya ampun Ra,lo kemana aja?" Tanya Xana.
"Gue udah setahun ini ada di Jakarta kok." Jawabku.
"Kok lo gak pernah hubungi gue sih?Kalau tau lo di Jakarta,kita mungkin bisa sering-sering main."
"Iya maaf,gue sekarang sibuk banget sih jadi mamah muda hehe"
"Ya ampun Nara,ini anak-anak lo?Mereka lucu-lucu banget."
__ADS_1
"Iya nih,mereka berdua anak gue sama Beni.Deon,Xana,kalian berdua...." Ucapku sambil menunjuk tangan mereka yang masih berpegangan tangan.
"Ah iya,gue sama Deon beberapa udah bulan ini memutuskan buat pacaran" Kata Xana.
"Waah selamat ya?Semoga kalian bisa langgeng" Ucapku.
Aku melihat Deon yang dari tadi hanya diam saja,sesekali Deon dan Beni tampak saling berpandangan seolah bertemu dengan musuh.
"Jadi ini ayah dari bayi kamu itu Ra?Ternyata kakak kamu sendiri?" Ucap Deon.
Aku terkejut mendengar pertanyaan Deon.Xana juga tampak ikut terkejut seraya menggenggam tangan Deon.
"Maaf tapi saya gak pernah jadi kakaknya Nara,dulu saya pacarnya dan sekarang saya adalah suami sahnya Nara" Ucap Beni menekankan.
"E..emm kalau gitu kita duluan ya Ra,kita masih ada urusan lain" Ucap Xana sambil menarik lengan Deon.
"Oh iya Xana,Deon.Hati-hati di jalan ya?Lain kali kita ketemu lagi" Kataku pada mereka.
"Kenapa sayang?Kok wajah kamu cemberut gitu?" Tanyaku pada Beni.
"Deon emang benar-benar kurang ajar,apa coba maksudnya dia tanya kaya gitu?"
"Ya mungkin emang dia belum tau berita tentang kita sebelumnya Ben."
"Gak mungkin dia gak tau,pas aku nikah sama kamu kabar itu langsung kesebar di kampus."
"Udah,udah,mungkin emang dia masih kecewa sama aku.Jangan di ambil hati ya Ben?"
"Kok kamu malah belain dia sih?Kamu masih sayang sama dia?Atau kamu masih ngerasa penasaran karena belum sempat tidur sama dia?" Tanya Beni sambil memelototi aku.
__ADS_1
"Heuh,bisa-bisanya ya kamu ngomong kaya gitu,apalagi ini di depan umum.Udahlah,aku mau pulang sekarang!" Ucapku dengan marah.
Aku lalu mendorong stroller Azzura dan bergegas meninggalkan Beni yang masih terpaku di tempat yang sama.Aku tidak habis pikir,kenapa Beni bisa bicara seperti itu?Seolah-olah aku dulu memang sangat ingin tidur dengan Deon.
Aku menghentikan taksi di depan mall dan dengan cepat menaikinya.Terlihat sekilas Beni yang mengejarku sambil terburu-buru mendorong stroller Zio.
Setibanya di rumah,aku langsung menyiapkan barang-barangku dan juga barang milik anak-anak.Aku bertekad untuk secepatnya berangkat ke Bali.Tidak ada bagusnya jika aku harus di rumah ini sendirian,menunggu Beni yang bahkan sudah menyakiti ku dengan kata-katanya.
"Nara,kamu mau kemana Ra?" Tanya Beni yang baru tiba di rumah.
Aku hanya diam mengemas pakaianku sambil mencoba menenangkan Azzura yang menangis.
"Nara,lihat aku! Aku minta maaf,aku emang udah keterlaluan sama kamu" Ucap Beni sambil membalikkan tubuhku agar saling berhadapan.
"Aku gak nyangka kamu bisa ngomong kaya gitu ke aku.Dulu aku emang sering mesra-mesraan sama Deon,tapi itu aku lakukan supaya bisa menumbuhkan rasa cinta aku buat dia.Tapi kamu yang gak tau apa-apa bilang kalau aku penasaran karena belum bisa tidur sama dia?" Ucapku kesal.
"Aku salah Ra,aku gak seharusnya ngomong kaya gitu,maafin aku Ra" Ucap Beni sambil memelukku.
"Udah lah mending sekarang kamu siap-siap buat berangkat ke Singapore.Aku juga hari ini mau langsung terbang ke Bali buat tinggal sama mamah."
"Apa gak bisa nanti aja Ra?Nanti gak ada yang ngatur rumah ini Ra."
"Itu gampang,nanti aku suruh bi Asih yang ngatur semuanya."
"Ya udah aku antar kamu sampe kamu ketemu mamah,aku khawatir kalau cuma kamu sama anak-anak aja yang berangkat."
"Gak usah,ada sus Nadia yang ikut buat jaga anak-anak."
"Biar sus Nadia disini dulu,bantu bi Asih cari satpam sama tukang kebun.Nanti dia bisa susul kamu ke Bali kalau urusan disini selesai" Jelas Beni.
__ADS_1
Hatiku sudah terlanjur sakit mendengar perkataan Beni,jadi aku tidak berkata apa-apa lagi,aku fokus membereskan barang bawaanku.Beni juga mulai mengemas pakaiannya,entah dia mau antar aku ke Bali atau dia mau langsung ke Singapore aku sudah tidak peduli.