Sepasang Bunga Lotus

Sepasang Bunga Lotus
Pertengkaran Hebat


__ADS_3

Keesokan harinya,aku akhirnya bertemu dengan papah saat sarapan di meja makan.Semenjak kemarin pulang dari puncak,kami memang belum sempat bertemu.


"Gimana pesta ulang tahunnya sayang?" Tanya papah.


"Seru pah pestanya meriah banget" Jawabku.


"Tapi kamu gak macam-macamkan?Kamu juga gak mabukkan?" Tanya papah lagi.


"Emm eng..enggak kok,akukan ingat pesan papah supaya gak minum minuman beralkohol,gak baik buat kesehatan" Jawabku agak gugup.


"Bagus kalau gitu berarti kamu dengar apa kata papah.Oh iya kamu Beni,siang ini coba kamu pergi ke rumahnya Putri,ikut Putri buat antar om Herman ke bandara" Pinta papah pada Beni.


"Iya pah,memang Om Herman mau berangkat ke luar negeri hari ini?" Tanya Beni.


"Iya dia mau ke luar negeri sore ini,dia ingin cepat-cepat berobat supaya bisa cepat sembuh dan bisa menikahkan Putri dengan kamu" Jelas papah.


"Pah hari ini akukan gak ada kelas,bolehkan aku main ke rumah Siska?" Tanyaku memotong pembicaraan mereka.


"Silahkan aja asal jangan sampai pulang terlalu malam,seharian ini papah juga kayanya bakalan terus di rumah sakit" Jawab papah.


"Hemm makasih ya pah,nanti sore aku juga udah pulang kok"


Selesai sarapan kami bertiga melanjutkan aktivitas masing-masing.Aku yang bersiap untuk pergi ke rumah Siska,papah yang bersiap pergi ke rumah sakit dan Beni yang bersiap untuk pergi ke kampus sebelum siang nanti dia pergi ke rumah Putri.Beberapa kali aku berpapasan dengan Beni,tapi aku mencoba menghindar dan Benipun akhirnya hanya bisa memandangiku.


Aku berangkat ke rumah Siska dan sesampainya di rumah Siska ternyata Siska masih tidur.


"Siska,kita pergi ke luar yuk?" Ajakku pada Siska.

__ADS_1


"Enggak ah,gue gak mau.Lagian lo ngapain sih pagi-pagi kesini?Gue tuh baru tidur,semalaman abis main ke club sama cowok gue" Jawab Siska dengan setengah mengantuk.


"Ayolah Sis,gue badmood banget nih."


"Kenapa sih lo berantem sama Beni?Udah lo cerita disini aja,gue dengerin kok.Gak usah ajak gue jalan segala" Ucap Siska sambil masih memeluk gulingnya.


"Hemm bokap gue jodohin Beni sama Putri,Sis.Lo tau kan?Putri teman sekelasnya itu loh yang suka bareng Beni kalau di kampus" Jelasku.


"Hah serius lo?Kok bisa sih?Terus hubungan lo sama Beni gimana?" Tanya Siska sambil tiba-tiba terbangun.


Lalu aku menceritakan dari awal saat papah mengajak kami makan malam dengan keluarga om Herman.Aku juga akhirnya menceritakan masalah Deon yang tiba-tiba menyatakan perasaannya padaku saat hubunganku dengan Beni belum resmi putus.


"Gue harus gimana Sis?Gue masih sayang sama Beni.Tapi gue juga gak bisa kaya gini terus" Ucapku sedih.


"Udah sekarang mending lo putus sama Beni,kalian itu udah benar-benar gak ada harapan Nara.Mending lo coba pacaran sama Deon,siapa tau lama kelamaan lo juga bisa cinta sama dia"


"Nah bisa aja kaya gitu Ra."


Kami mengobrol banyak hal di kamar Siska.Sampai akhirnya tidak terasa waktu sudah sore hari.Lalu aku berpamitan pada Siska untuk pulang,mengendarai mobilku sendirian sambil mendengarkan musik kesukaanku.Sepertinya hatiku mulai agak tenang setelah menceritakan semuanya pada Siska.


Setibanya di rumah hanya ada bi Asih yang sedang menyapu halaman.Papah masih di rumah sakit dan Beni sepertinya masih bersama Putri.Aku lalu pergi ke kamar mandiku untuk berendam di dalam bath up.


Saat berendam tiba-tiba terdengar suara yang memanggil-manggil namaku.Ternyata itu adalah suara Beni.


"Nara,Nara kamu dimana?" Panggil Beni dari kamarku.


Aku hanya diam pura-pura tidak mendengar,tapi ternyata Beni tahu kalau aku sedang berendam di kamar mandiku.

__ADS_1


"Nara,kenapa kamu gak jawab pas aku panggil?" Tanya Beni terlihat kesal.


"Kenapa Ben?Ada apa?"


"Ini punya kamu kan?" Tanya Beni sambil melemparkan bra ku ke lantai.


"Iya,kok pakaian dalam aku yang hilang bisa ada di kamu sih?" Tanyaku heran.


"Hilang?Kamu ninggalin pakaian dalam kamu di bawah kursi mobil aku,Nara.Dan itu di temuin sama Putri pas dia lagi ambil barangnya di bangku belakangku" Jawab Beni dengan nada agak tinggi.


"Oh ternyata jatuh disitu,pantesan aku cari-cari di lemariku tapi gak ada."


"Kamu sengajakan taruh bra kamu disitu?Biar Putri lihat dan tau mengenai hubungan kita?" Tanya Beni sambil memegang erat pergelangan tanganku.


"Apa sih Ben?Aku itu gak sengaja setelah kita ngelakuin 'itu' di mobil kamu,aku lepas dan aku tinggal gitu aja.Lagian emang kenapa?Katanya kamu gak ada niat buat tunangan sama Putri,tapi sekarang kamu khawatir Putri tau tentang kita" Jelasku dengan nada marah.


"Iya aku memang niatnya mau minta Putri buat batalin acara pertunangan kami,tapi bukan dengan cara kasih tau dia tentang hubungan kita,Ra.Itu sama aja kita udah ngerusak nama baik papah kamu!" Ucap Beni.


"Oh jadi sekarang kamu mengakui kalau hubungan kita selama ini bisa merusak nama baik papah?Kamu anggap aku dan hubungan kita ini adalah aib,iya kan Ben?" Tanyaku dengan nada marah sambil mengerutkan dahi.


"Enggak bukan gitu Nara,aku gak pernah anggap hubungan kita ini aib.Aku cuma gak mau batalin pertunangan aku dengan alasan seperti itu."


"Udahlah Ben,dengar aku baik-baik! Mulai sekarang kita putus! Dan mulai sekarang juga hubungan kita gak lebih dari sekedar adik kakak" Kataku sambil keluar dari bath up dan berniat untuk pergi.


Tapi tangan Beni menahanku,dia terduduk di lantai kamar mandi sambil terus memegang tanganku.Aku yang berdiri tanpa memakai sehelai benangpun hanya memperhatikan apa yang akan di lakukan oleh Beni.


"Tunggu Nara,kita gak bisa kaya gini.Kita gak boleh putus,Ra.Walaupun aku lihat kamu dan Deon berciuman,aku gak minta putus dari kamu.Jadi aku juga minta pengertian dari kamu.Supaya kamu mengerti posisi aku dan nunggu waktu yang tepat untuk kita sama-sama kaya dulu lagi" Ucap Beni dengan cukup tenang.

__ADS_1


__ADS_2