Sepasang Bunga Lotus

Sepasang Bunga Lotus
Waktu Berdua


__ADS_3

Sampai malam Beni tidak kunjung datang,aku yang sudah kesal dan lelah menunggupun akhirnya memilih untuk tidur.Padahal aku sudah sangat merindukan waktuku bersama Beni,tapi dia malah mengingkari janjinya sendiri.


Saat tengah malam tiba-tiba aku merasakan ada yang masuk ke dalam selimutku,aku seketika terkejut dan langsung bangun.Ternyata itu adalah Beni,dia datang ke kamarku pukul setengah 12 malam.


"Kamu kemana aja sih?Aku sampe cape nungguin kamu dari tadi sore" Omelku pada Beni.


"Shuuuut,nanti Azzura bangun" Bisik beni sambil menempelkan telunjuknya pada bibirku.


"Maafin aku ya,aku baru bisa kesini pas tengah malam.Tadi aku susah banget buat minta izin ke Putri gara-gara Zio terus-terusan nangis" Ucap Beni menambahkan.


"Sampai kapan sih kita seperti ini terus Ben?Aku benar-benar cape Ben,buat ketemu suami sendiripun rasanya sulit banget" Kataku sambil memeluk Beni.


"Kamu sabar ya?Semoga Putri bisa cepat pulih,aku juga gak mau kita kaya gini terus."


"Iya Ben" Jawabku singkat.


"Kamu tenang aja,walaupun wanita yang sering aku temui itu Putri,tapi aku tetap cintanya ke kamu" Bisik Beni ke telingaku.


"Kamu dapat gombalan itu dari siapa hah?" Ucapku sambil mencubit perutnya.


Beni hanya tersenyum,dia lalu mendekat dan mencium bibirku.Aku lantas membalasnya dengan memainkan lidahku.Sudah lama tubuhku tidak memanas seperti ini,rasanya sangat nyaman saat bibir kami bersentuhan.


Tanpa basa-basi Beni mengangkat baju tidurku semakin ke atas sampai akhirnya terlepas.Dia yang sudah mulai memanaspun melepas pakaiannya sendiri sedikit demi sedikit sampai akhirnya kami berdua hanya mengandalkan selimut untuk menutupi tubuh kami.Dia duduk di atasku sambil memandangiku lekat-lekat.


"Aku rindu kamu,Nara.Aku rindu wangi bunga lotus di dada kamu,aku juga rindu semua tentang kamu" Bisik Beni sambil menciumi lotusku.


Aku menggelinjang kegelian,karena setiap sentuhan dari bibirnya membuat tubuhku semakin menginginkannya.Saat dia mulai membuka kedua kakiku aku baru teringat bahwa Beni harus memakai 'pengaman' sebelum memulai.

__ADS_1


"Tunggu Ben,tunggu sebentar" Kataku sambil sedikit bangun dan meraih barang di laciku.


"Kamu mau ambil apa Nara?" Tanya Beni penasaran.


"Ini,kamu pakai 'pengaman' ini.Aku gak mau kalau sampai Azzura dan Zio yang masih kecil harus punya adik baru" Ucapku sambil melotot.


Beni terlihat tertawa,tapi dia juga tetap mau memakainya.Kamipun akhirnya meneruskan kegiatan ranjang kami yang sempat terpotong.Setiap dorongan darinya membuatku serasa melayang dan tidak karuan.Aku menggengam tangan Beni,bersamaan dengan keluarnya kenikmatan dari tubuhku.


"Aahh emm Beni" Desahku di telinganya.


Beni tidak mau kalah,dia terus melanjutkan permainannya.Sampai akhirnya dia mencapai puncaknya sambil mencium bibirku dengan kencang.Kami selesai dengan keringat membanjiri tubuh kami,Beni yang terlihat kelelahan tertidur disampingku sambil masih memeluk tubuhku.


Malam ini akhirnya aku dan Beni bisa menghabiskan waktu berdua.Waktu yang sekarang menurutku lebih berharga dari apapun.Aku berharap jika saat-saat seperti ini bisa selalu ada kedepannya nanti.


Keesokan harinya,aku terbangun karena suara tangisan anakku.Sementara Beni masih tertidur pulas di dalam selimut di sampingku.Aku lalu menggendong Azzura dan memberinya ASI,berharap dia bisa tertidur kembali agar aku bisa mandi dan makan pagi.


(Saat sarapan bersama di meja makan)


"Semalam pah,tengah malam Beni baru bisa kesini" Jawab Beni.


"Oh gitu,papah harap kedepannya kamu juga bisa lebih sering menghabiskan waktu bersama Nara dan juga Azzura.Jangan terlalu fokus pada Putri,Ben" Ucap papah.


"Iya pah,tapi sebenarnya Beni lebih sering memperhatikan Putri karena Beni merasa sangat bersalah pah.Gara-gara Beni,Putri hamil dan sekarang setelah melahirkan anak kami,kondisi Putri juga semakin memburuk" Ungkap Beni.


"Iya papah mengerti maksud kamu,tapi bukan berarti kamu juga menelantarkan orang yang kamu cintai Ben.Papah takut nanti Nara ada di titik jenuh,dimana dia udah gak mau nunggu kamu lagi."


"Papah tenang aja,mulai sekarang Nara akan berusaha lebih menerima keadaan.Nara gak bisa terus-terusan menekan Beni supaya bisa disini,jadi kedepannya Nara mau bebasin dia mau tinggal lebih lama disini atau disana" Ungkapku.

__ADS_1


"Makasih ya sayang,kamu udah mau ngertiin aku buat masalah ini."


Aku memang terus berusaha ikhlas untuk menghadapi keadaan sekarang,aku hanya ingin hatiku merasa tenang saat ada ataupun tidak ada Beni disampingku.Karena sekarang ada Azzura yang harus lebih aku perhatikan lagi.Tapi ternyata ikhlas itu sulit,terbukti beberapa hari kemudian Beni datang lagi ke rumahku untuk meminta izin.


"Nara,sebenarnya kondisi Putri semakin menurun dan orangtua Putri meminta aku untuk membawa Putri berobat ke Singapore" Ucap Beni.


"Ke Singapore?Memang separah apa sih penyakit Putri itu?" Tanyaku penasaran.


"Setelah diperiksa dengan seksama,kemungkinan ada sel kanker di organ hatinya.Jadi pak Herman ingin Putri segera mendapat perawatan yang lebih baik."


"Ternyata sampe separah itu penyakit Putri,ya udah aku izinin kamu ke Singapore buat temenin Putri berobat" Ucapku.


"Makasih ya sayang,tapi ada satu hal lagi yang penting."


"Apa lagi Ben?"


"Aku titip Zio sama kamu,nanti dia juga ada pengasuhnya sendiri.Tapi aku pengen buat sementara Zio tinggal disini sama kamu" Pinta Beni padaku.


"Hemm,jadi aku yang harus merawat Zio selama kamu sama Putri di Singapore?"


"Iya aku minta tolong sama kamu Ra,karena aku juga gak tau sampai kapan aku di Singapore.Aku harap kamu sabar nunggu aku pulang"


"Jadi kamu sendiri gak tau sampai kapan kamu di Singapore?Tapi sekarang kamu masih berani minta izin aku buat ke Singapore ngerawat istri muda kamu?Terus kamu juga minta aku supaya bisa merawat Zio seperti anak aku sendiri?"Tanyaku dengan nada kesal.


Beni hanya menunduk tanpa menjawab sepatah katapun,tersirat di wajahnya ada rasa takut dan rasa bersalah.Aku hanya memandanginya berharap mendapat jawaban tapi ternyata kami hanya saling diam.


"Ben,aku udah coba buat ikhlas dan sabar dengan kamu lebih banyak waktu untuk Putri.Tapi kamu terus meminta hal yang lebih dari aku.Berharap aku ngertiin kamu terus dan terus.Kayanya aku gak bisa nunggu kamu buat waktu yang gak pasti Ben,udah kita akhiri aja sekarang sebelum kamu berangkat" Ucapku dengan tegas.

__ADS_1


"Akhiri gimana maksud kamu?" Tanya Beni terkejut.


"Kita cerai aja Ben,supaya aku gak terus berharap sama kamu dan supaya kamu juga bebas merawat Putri sesuka hati kamu" Kataku pada Beni.


__ADS_2