
Beberapa menit kemudian kami tiba di rumah sakit tempat papah dirawat.Setelah menanyakan ruangan papah,aku dan Siska langsung bergegas menuju ruangannya.Aku juga mengamati sekitar karena takut tiba-tiba Beni muncul.Tapi setelah aku pikir aman,akupun langsung masuk ke ruangan papah dan meminta Siska untuk berjaga di luar melihat keadaan.
Baru masuk aku sudah merasakan pipiku basah oleh air mata.Aku melihat papah yang dulu gagah dan sehat sekarang tidak berdaya dan hanya bisa terbaring di tempat tidur.Aku lalu mendekati papah dan duduk disampingnya sambil terus memegang tangannya.
"Pah ini Nara,Nara datang buat jenguk papah.Papah harus cepat bangun,papah harus bisa bertahan.Nara mau nanti papah bisa lihat cucu papah,ini anak Nara sama Beni pah.Maafin Nara ya pah,Nara udah mencoreng nama baik papah dengan menjalin hubungan sama Beni,apalagi sampai Nara hamil kaya sekarang" Ujarku panjang lebar.
Aku tahu papah tidak akan menjawab permintaan maafku,tapi setidaknya aku sudah mencoba untuk meminta maaf pada papah.Aku percaya orang yang sedang tidak sadarkan diri kadang masih bisa mendengar suara di sekelilingnya.
Saat aku masih memandangi dan memegang tangan papah,Siska tiba-tiba mengetuk pintu dan memberi kode bahwa Beni menuju ke ruangan papah.Aku buru-buru bangun dan keluar sebelum Beni sampai dan ternyata Beni masuk ke ruangan papah bersama Putri.
"Makasih ya Sis,lo udah kasih kode tepat waktu" Kata ku pada Siska.
"Iya sama-sama,untung aja lo keluar tepat waktu.Rasanya jantung gue hampir copot Ra." Ucap Siska.
"Tapi Sis,gue masih pengen nemenin bokap gue disini.Kira-kira Beni lama gak ya di dalam?" Ucapku sambil sesekali mengintip lewat kaca pintu.
Saat aku sedang berbisik-bisik dengan Siska dan sesekali mengintip ke ruangan papah,tiba-tiba aku melihat Beni seperti kebingungan lalu berjalan menuju pintu.Aku yang sedang di depan pintu langsung kaget dan mencoba untuk bersembunyi.
"Kamu nyari apa Ben sampe buru-buru keluar?" Tanya Putri.
"Tadi di dalam aku sekilas nyium wangi parfum Nara,Put.Tempat di samping papah juga agak basah,kaya ada orang yang baru habis nangis disitu" Ucap Beni sambil menengok ke kiri-kanan.
"Aku gak nyium wangi parfum atau apapun Ben,mungkin itu halusinasi kamu aja" Ujar Putri.
Aku dan Siska yang sedari tadi bersembunyi di balik tembok merasa sangat tegang,karena takut kalau Beni menyadari keberadaan kami.Tapi untungnya Beni segera kembali ke ruangan papah bersama Putri.Karena masih penasaran,aku kembali mendekati pintu ruangannya dan mencoba untuk mengintip.
__ADS_1
Tidak disangka saat aku mengintip ke ruangan papah,ternyata papah sudah sadar.Dia juga terlihat sudah bisa berbincang dengan Beni walaupun masih terlihat lemah.Aku mendekatkan telingaku ke pintu,berharap bisa sedikit mengetahui apa yang mereka bicarakan.
"Beni,papah gak tau sampai kapan papah bisa bertahan.Tapi sebelum papah pergi,papah ingin melihat anak-anak papah bahagia.Karena Nara sepertinya sudah bahagia dengan mamahnya,sekarang tinggal kamu Ben" Ucap papah pelan.
"Beni sekarang udah bahagia kok pah,apalagi bisa lihat papah sadar lagi kaya sekarang" Ungkap Beni.
"Tapi papah ingin lihat kamu menikah sama Putri,Ben.Papah mohon secepatnya kamu nikahi Putri,stop cari-cari adik kamu lagi.Gara-gara kamu terus mencari adik kamu,kamu jadi terus menerus mengundur pernikahan kamu dan Putri" Kata papah.
Aku sangat terkejut mendengarnya,ternyata selama ini Beni terus menerus mengundur hari pernikahannya karena dia terus mencariku.Padahal dia tidak harus sampai seperti itu,karena pernikahannya nanti pasti akan membuat dia lupa padaku.
"Ra,lo kayanya kecapean,muka lo juga udah pucat.Kita duduk dulu disana ya?Nanti kalau Beni sama Putri keluar dari ruangan,lo bisa langsung masuk lagi" Ajak Siska padaku.
"Iya Sis,gue emang ngerasa gak enak badan.Perut gue juga sakit,mungkin gue terlalu maksain diri buat terus berdiri dari tadi."
Aku dan Siskapun duduk di bangku yang jaraknya tidak terlalu jauh dari ruangan papah.Kami terus mengamati dari kejauhan apakah Beni sudah keluar dari ruangan atau belum.Tiba-tiba aku merasakan ada air yang mengalir ke kaki ku,perutku juga semakin terasa sakit.
"Hah?Terus ini kita harus gimana Nara?"
"Tolong antar gue ke ruangan dokter kandungan,Sis."
Siskapun akhirnya memapahku sampai ke ruangan dokter kandungan.Disana kontraksi yang ku rasakan terus hilang timbul.Aku jadi bingung apakah aku akan melahirkan sekarang juga atau tidak.
"Gimana dok?Apa saya memang harus melahirkan sekarang?" Tanyaku pada dokter.
"Iya bu,sepertinya ibu harus melahirkan sekarang juga.Nanti saya panggil suster kesini supaya ibu bisa di pindah ke ruang bersalin."
__ADS_1
"Iya dok" Jawabku.
Aku sebenarnya sangat takut,karena sebelumnya tidak menyangka jika akan melahirkan bayiku hari ini juga.Aku juga bingung karena hanya ada Siska yang sekarang menemaniku di ruang bersalin.
"Ra,apa kita harus kasih tau Beni aja?" Ucap Siska.
"Enggak Sis,jangan sampe Beni tau kalau gue ada disini dan mau melahirkan.Nanti sia-sia gue selama ini lari dari dia."
"Tapi yang sekarang lo butuhin itu suport dari Beni,Ra."
Aku hanya diam karena aku kembali merasakan kontraksi di perutku.Sudah hampir 2 jam semenjak aku masuk ruang bersalin,tapi bayiku tidak kunjung keluar.Aku juga sudah mulai kelelahan karena menahan rasa sakit yang teramat sangat.
Setengah jam yang lalu,Siska pergi keluar entah kemana.Mungkin dia sedang mencari makanan ringan karena terlalu lama menungguku di ruangan bersalin.Tapi kemudian Siska masuk kembali bersama Beni.Aku sangat terkejut melihat Beni bersama Siska,lalu Beni langsung berlari ke arahku.
"Kenapa kamu gak jujur sama aku?Kenapa kamu menanggung ini sendirian Nara?Aku udah tau semuanya dari Siska,kamu lagi berjuang buat melahirkan anak aku" Ucap Beni dengan air mata yang terus mengalir dari matanya.
Aku tidak bisa menolak Beni lagi sekarang,karena saat ini memang benar aku sangat membutuhkan Beni disampingku.Aku langsung lalu memeluk erat Beni,aku menangis di pelukannya.Rasa sakit yang kurasakan seolah bisa langsung kuatasi,akupun menggenggam erat tangan Beni dan dengan tarikan nafas panjang akhirnya bayiku lahir dengan selamat.
"Nara,anak kita udah lahir Ra.Dia cantik kaya kamu" Ujar Beni sambil mencium keningku.
"Iya Ben,dia cantik tapi dia lebih mirip kamu" Kata ku dengan lemah.
"Haha iya Ra,dia lebih mirip aku.Apa kamu udah siapin nama buat dia?"
"Namanya Azzura Ben,Azzura itu artinya langit biru."
__ADS_1
"Nama yang cantik Ra aku suka nama itu."