
Hari ini aku masih pemulihan di rumah sakit,karena ternyata aku mengalami pendarahan setelah kemarin melahirkan secara normal,sehingga aku harus mendapat transfusi darah.Aku disini juga mendengar kabar bahwa papah sudah cukup pulih dan sudah bisa bangun dari tempat tidurnya.
Pagi ini aku hanya ditemani oleh Siska di ruang pemulihan,karena Beni sedang mengurusi kebutuhan papah.Untung saja bayiku tidak rewel disaat ayahnya tidak ada,jadi aku juga bisa istirahat dengan tenang.Tiba-tiba pintu kamarku dibuka oleh seseorang,dan ternyata seseorang itu adalah papahku yang sedang duduk di kursi roda yang dorong oleh Beni.
"Nara,Nara anak papah.Akhirnya papah bisa ketemu sama kamu lagi nak" Ujar papah sambil memelukku dari samping.
"Maafin Nara ya pah,Nara udah ninggalin papah gitu aja."
"Gak apa-apa sayang,setelah Beni menceritakan semuanya ke papah,papah jadi mengerti kenapa kamu memilih pergi nak."
"Jadi sekarang,apa papah gak benci sama Nara?" Tanyaku dengan serius.
"Benci?Kenapa papah harus benci anak papah sendiri?"
"Karena Nara udah punya hubungan terlarang sama kakak Nara sendiri.Bahkan kami juga sudah punya anak secara diam-diam pah" Jawabku sambil menundukkan kepalaku.
"Jujur memang papah kecewa dengan kalian berdua,kalian papah besarkan seperti layaknya saudara tapi ternyata kalian malah bermain cinta.Tapi rasa sayang papah ke kalian itu jauh lebih besar dari pada rasa kecewa papah.Apalagi sekarang papah sudah cucu dari kalian,jadi untuk apa papah sampai membenci kalian?"
"Beneran pah?Jadi apa papah juga setuju sama hubungan kami?" Ucapku senang.
"Iya Nara,papah setuju dengan hubungan kalian.Secepatnya kalian urus pernikahan kalian."
Aku memandang pada Beni dengan tatapan senang,Beni juga hanya tersenyum manis sambil melihatku.Tapi kebahagiaan kami ternyata harus ditunda karena Putri tiba-tiba masuk ke ruanganku dan menyela pembicaraan kami.
__ADS_1
"Maaf om,tapi Beni sama Nara gak boleh menikah" Ujar Putri.
"Om mengerti kamu pasti kecewa,karena seharusnya Beni menikah sama kamu.Tapi sekarang keadaannya berbeda.Nara dan Beni sudah punya anak,mereka harus menikah karena anaknya pasti butuh seorang ayah" Jelas papah.
"Tapi anak saya juga butuh ayahnya om" Kata Putri sambil memegang perutnya.
"Maksud kamu apa sih Put?Anak siapa?" Tanya Beni kaget.
"Aku sekarang sedang mengandung anak kamu Ben.Apa kamu ingat dua bulan yang lalu kita pernah melakukan hal itu karena kamu sedang mabuk berat dan mengira kalau aku adalah Nara?" Tanya Putri.
"Ta..Tapi aku benar-benar gak sengaja Put,aku kira kamu itu Nara" Ujar Beni.
"Kamu gak sengaja?Tapi sayangnya ketidak sengajaan kamu itu membuahkan hasil.Kalau kamu gak percaya kamu bisa ikut aku ke ruangan dokter kandungan" Ucap Putri dengan tegas.
"Kalau memang apa yang dikatakan oleh Putri adalah suatu kebenaran,maka kamu juga harus bertanggung jawab pada Putri,Ben" Ucap papah dengan wajah kecewa.
"Tapi pah,Beni cuma cinta sama Nara.Beni cuma mau nikah sama Nara,Pah" Ujar Beni dengan wajah memelas.
" Beni ! Kamu itu laki-laki,laki-laki harus bisa bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan.Jadi sekarang kamu keluar dari sini dan selesaikan masalah kamu dengan Putri" Bentak papah pada Beni.
Beni dan Putripun keluar dari ruanganku,mungkin Beni akan memastikan tentang kehamilan Putri sebelum mengambil keputusan nanti.
"Lo yang sabar ya Ra,lo pasti bisa lewati cobaan ini" Ucap Siska yang sedari tadi hanya diam di sampingku.
__ADS_1
"Nara,apapun yang terjadi Beni harus mempertanggung jawabkan semua perbuatannya pada kamu dan Putri.Apalagi papah juga gak mau kalau sampai cucu papah gak bisa dapat kasih sayang dari ayahnya" Ucap papah mencoba menenangkanku.
"Iya pah,aku juga sekarang gak mau lepasin Beni gitu aja.Yang penting papah dan mamah setuju hubungan aku sama Beni,selain dari itu aku gak akan peduli pah.Apalagi sekarang aku sudah punya Azzura,Azzura pasti butuh sosok ayah,pah."
Setelah Beni memastikan kehamilan Putri,bisa dipastikan bahwa Putri benar-benar sedang mengandung anaknya.Walaupun aku sangat sedih dan kecewa mendengarnya,tapi aku juga tidak punya pilihan lain selain menerima bahwa aku harus berbagi Beni dengan wanita lain.Besok rencananya di rumah sakit ini Beni akan menikahi aku terlebih dahulu,karena anak kami butuh status kejelasan.
Nanti setelah itu dia akan mempersiapkan pernikahannya dengan Putri karena orangtua Putri menginginkan pesta pernikahan untuk anaknya sebelum kandungan Putri semakin membesar.Walaupun pernikahannya denganku dilakukan secara sederhana dan mendadak,tapi aku tidak masalah.
"Nara,maafin aku ya?Ternyata aku gak bisa menjadikan kamu satu-satunya wanita di hidup aku" Ucap Beni sebelum akad nikah kami.
"Udahlah Ben,gak usah bahas itu sekarang.Yang penting kamu bisa bertanggung jawab juga untuk aku dan anak kita" Ujarku.
"Itu pasti Ra,aku pasti juga akan bertanggung jawab atas kalian" Ucap Beni sambil mencium anaknya yang sedang aku gendong.
Beberapa saat kemudian akad nikah dilakukan dengan hikmat.Tidak ada pesta,tidak ada gaun pernikahan,yang ada hanya keluarga kecilku dan juga sahabatku Siska.Mamah yang tahu aku akan menikah sebelumnya juga langsung terbang ke Jakarta bersama Daddy.
"Selamat ya sayang,kamu sekarang sudah resmi menjadi seorang istri" Ucap mamah padaku.
"Makasih ya mah,semoga aku bisa jadi istri yang baik buat Beni" Kata Ku.
"Ben,kamu sekarang harus bisa menjaga Nara ya?Mamah tau kedepannya gak akan mudah,apalagi kamu harus membagi waktu kamu untuk 2 orang wanita,tapi mamah harap kamu bisa adil" Pesan mamah pada Beni.
"Iya mah,Beni akan terus jaga Nara dan juga Azzura.Beni juga pasti berusaha untuk berlaku adil" Kata Beni pada mamah.
__ADS_1
Sekilas aku memandang wajah papah yang terlihat sudah ikhlas melihat mamah bersama suami barunya.Semenjak mamah datang,mamah dan papah hanya mengobrol sewajarnya saja.Mungkin mereka sudah saling melepaskan masa lalu dan aku juga tidak mau ikut campur dengan masalah mereka.Sekarang papah sudah bahagia dengan adanya kami anak-anaknya dan mamah juga sudah bahagia dengan suami barunya yang menurutnya lebih baik.