Sepasang Bunga Lotus

Sepasang Bunga Lotus
Kolega Papah


__ADS_3

Setelah Beni turun,dia langsung duduk di sampingku.Kami berdua bersiap untuk semua hal yang akan papah katakan pada kami berdua.


"Jum'at depan papah ada acara makan malam bersama dengan kolega papah.Kalian berdua juga harus ikut,papah gak mau dengar alasan penolakan dari kalian" Ucap papah.


Aku dan Beni saling pandang,terlihat kelegaan di mata Beni karena kami tahu pembicaraan yang papah maksud bukan tentang kami berdua.


"Emang kenapa pah?kok aku sama kak Beni juga harus ikut?" Tanyaku.


"Nanti kalian juga tau kalau sudah ada disana" Jawab papah.


"Tapi pah,kalau aku ikut makan malam sama kolega papah,papah izinin aku nginep di puncak ya pah?" Pintaku pada papah.


"Nginep di puncak?Dalam rangka apa dan sama siapa kamu nginep disana?"


"Acara ulang tahun teman sekelas aku pah,aku juga kan ingin bergaul sama teman sekelas aku."


"Ya sudah papah kasih izin,tapi kamu gak boleh macam-macam disana."


"Iya siap pah."


Papah lalu pergi ke kamarnya meninggalkan aku dan Beni berdua di ruang TV.Beni memandangi ku dengan wajah yang cemberut.


"Kok kamu gak ngomong ke aku kalau kamu ada acara di puncak?" Tanya Beni.


"Aku mau ngomong sama kamu nanti,tapi papah keburu kumpulin kita berdua.Jadi aku sekalian minta izin aja."


"Aku ikut ya?Bolehkan?" Pinta Beni seperti merengek.

__ADS_1


"Gak boleh! Itukan acara anak-anak sekelas.Kamu itu kakak senior kami,kalau kamu datang yang ada mereka gak akan nyaman,Ben."


Beni terlihat murung,andai tidak ada papah di rumah mungkin aku sudah mencium pipinya karena wajah cemberutnya sangat menggemaskan.


Satu hari sebelum makan malam bersama kolega papah.Aku mengajak Beni untuk berbelanja pakaian di mall.Pakaian formal untuk acara makan malam besok dan pakaian semi formal untuk acara ulang tahun Selena di Puncak nanti.


Sudah lama kami tidak pergi berbelanja berdua.Kami menganggap ini seperti kencan yang sudah lama tertunda.Sebelum pulang kami memutuskan untuk menonton film yang baru saja di rilis beberapa hari lalu.


"Nonton ini aja ya?" Ajak Beni sambil menunjuk judul film romansa luar negeri.


"Iya terserah kamu aja" Jawabku.


Setelah membeli tiket,Beni langsung memegang tanganku untuk masuk ke studio.Film yang di putar cukup bagus,aku cukup menikmatinya.Tapi film romansa memang tidak lepas dari adegan dewasa,jadi aku dan Beni cukup terbawa suasana juga saat menontonnya.


Sepulang dari mall karena belum terlalu malam aku dan Beni sedikit berkeliling menggunakan mobil.Kami berhenti di dekat danau dengan pemandangan yang cukup indah.


"Nara,udah lama ya kita gak jalan-jalan kaya gini?" Ucap Beni.


"Iya,aku kangen kamu Nara." Ujar Beni sambil memelukku.


"Aku juga kangen kamu Beni" Balasku dengan mencium bibirnya.


Mungkin karena Beni masih terbawa suasana film tadi atau entah karena apa.Beni langsung terpancing saat aku mencium bibirnya.Dia tidak mau kalah,dia menciumku dari atas sampai bawah.Aku mendesah pelan saat tangannya mulai merogoh bagian dadaku.


Kami berpindah ke kursi belakang,melanjutkan gairah kami yang sudah tertunda selama ini.Perlahan tapi pasti pakaian kami sudah tidak menempel lagi,yang ada hanya bunga lotus kami yang saling menempel dan ******* kecil yang keluar dari mulut kami.


"Hah Hah Hah" Nafasku tersengal-sengal karena kelelahan dan kepanasan.

__ADS_1


Di kursi mobil yang sempit ini,kami mencurahkan segalanya.Tanpa memikirkan akibat yang akan kami tanggung kedepannya.Karena yang kami yakini selama ini adalah asal kami bahagia semuanya pasti akan baik-baik saja.


Setelah bergelut dengan nafsu,aku dan Beni langsung merapikan pakaian kami.Aku tidak menggunakan bra ku kembali karena merasa panas dan sesak.


Sesampainya di rumah,papah ternyata sudah tidur.Aku dan Beni merasa lega karena kami tidak perlu berpapasan dengan papah dalam keadaan yang berantakan seperti ini.Saat di lantai 2 Beni berbelok ke arah kamarku.Dia berniat untuk tidur di kamarku,tapi aku dorong dia menjauh.


"Kamu gak boleh masuk ke kamar aku,nanti papah bisa curiga kalau kita ada apa-apa" Bisikku pada Beni.


"Tapikan papah udah tidur Ra"


"Gak,tetap gak boleh.Aku gak mau ngambil resiko.Udah sekarang kamu balik ke kamar kamu aja" Ucapku dengan serius.


Beni menuruti kata-kataku dengan berjalan lesu menuju kamarnya.Dia memang kadang tidak tahu situasi dan hanya memikirkan keinginannya saja.Setelah aku membersihkan diriku,aku langsung tertidur pulas karena merasa kelelahan.


Keesokan harinya,setelah pulang dari kampus aku dijemput oleh Beni.Saat tiba di rumah papah ternyata sedang mempersiapkan pakaian untuk dipakai nanti malam.Aku sebenarnya penasaran,kenapa papah begitu antusias dengan makan malam ini?Apa karena papah yang selama ini di luar kota merasa senang akan bertemu koleganya?


Aku hanya menerka-nerka sampai akhirnya tiba waktunya untuk kami berangkat ke restoran tempat kami makan malam.


(Di perjalanan menuju restoran)


"Nanti kalian jangan buat papah malu ya?Kolega papah ini orang penting di dalam dunia medis" Ujar papah.


"Iya papah tenang aja,aku juga pasti bisa jaga sikap" Ucapku.


"Dan kamu Beni,papah harap nanti disana kamu mau menerima rencana papah dan kolega papah untuk kamu.Papah tidak minta kamu balas budi atas apa yang papah berikan selama ini,tapi papah harap kamu bisa menerima permintaan papah kali ini."


Beni hanya diam,dia tampak terkejut karena papah tiba-tiba membahas tentang balas budi.Sebenarnya aku juga jadi makin penasaran,apa rencana papah yang sebenarnya?apakah Beni di suruh untuk mengelola rumah sakit nantinya?

__ADS_1


Setibanya di restoran ternyata kolega papah sudah datang lebih dulu.Ada sepasang suami istri dan seorang wanita yang hampir seumuran denganku,dengan wajah yang menunduk.


Setelah di persilahkan untuk duduk,betapa terkejutnya aku dan Beni saat melihat ternyata wanita yang sedari tadi duduk sambil menunduk itu adalah Putri,teman satu angkatan Beni di kampus.


__ADS_2