Sepasang Bunga Lotus

Sepasang Bunga Lotus
Hampir Saja


__ADS_3

Beberapa hari setelah kejadian itu,Beni masih terlihat canggung saat bersamaku.Seringkali dia menghindar saat harus berdua bersamaku.Aku harus mencoba untuk berbicara dengannya mengenai hubungan kami berdua,yang sepertinya tidak akan sama seperti dulu lagi.


Saat bi Asih tidak ada,aku diam-diam masuk ke kamar Beni.Aku duduk di kasurnya dan menunggu Beni yang sedang mandi.Sebenarnya sudah lama aku tidak masuk ke kamarnya,kamar yang bersih rapi dan selalu wangi ini tidak ada perbedaan dengan saat awal dia datang ke rumahku.


Lima belas menit kemudian Beni keluar dari kamari mandinya.Dia yang hanya memakai handuk untuk menutupi bagian bawahnya terlihat terkejut saat melihatku duduk di atas tempat tidurnya.


"Hay Ben,ternyata kamu lumayan lama juga ya kalau mandi?hahaha" Ujarku sambil tertawa.


"Emmm ka kamu ngapain disini Ra?" Tanya Beni penasaran.


"Aku mau ngomong sesuatu,tapi kayanya kamu harus pake dulu baju kamu deh."


Benipun memilih baju di lemari yang akan dia pakai.Tapi aku tidak menyangka dia akan memakai pakaiannya di depanku.Karena itu aku jadi bisa melihat seluruh lekuk tubuh Beni yang proporsional.Aku memalingkan wajahku karena tiba-tiba wajahku terasa panas,mungkin itu karena aku terlalu malu melihatnya.


"Jadi kamu mau ngomong apa?" Tanya Beni pelan sambil ikut duduk di kasurnya.


"Emm mana handuk kamu?nanti aku ngomong sambil keringin rambut kamu."


Beni meraih handuk yang ada di ujung kasur dan memberikannya padaku.Aku hanya tersenyum melihat tingkahnya yang malu-malu sama sepertiku tadi.


"Kamu tau kan walaupun aku mabuk tapi aku ingat semua kejadian malam itu?" Tanyaku sambil menggosok pelan rambutnya.


"Iya aku tau,tapi aku gak mau minta maaf untuk kejadian malam itu" Jawab Beni.


"Aku gak akan nyuruh kamu minta maaf.Aku cuma mau minta kejelasan hubungan kita kedepannya seperti apa?Kita gak mungkin bisa terus kaya gini dengan status adik kakak walaupun kamu adalah kakak angkat aku" Jawabku.


"Aku juga bingung Ra,aku sadar aku cinta sama kamu.Tapi aku juga gak mau kalau sampai papah kamu kecewa."

__ADS_1


"Kalau kamu memang serius sama aku,kita bisa kok bicara ke papah kalau kita ada hubungan spesial.Papah juga pasti mengerti karena kita bukan saudara kandung,Ben." Ucapku meyakinkan Beni.


"Aku serius sama kamu,tapi sekarang belum waktunya untuk kasih tau papah kamu.Sementara ini kita jalani kaya gini dulu,kamu mau kan?"


"Ya udah kalau gitu aku juga gak bisa bilang apa-apa lagi" Ucapku sambil memberikan handuknya kembali.


Saat masih di dalam kamar,kami mendengar suara bi Asih yang sudah pulang dari pasar.Aku buru-buru keluar dari kamar Beni supaya bi Asih tidak curiga dengan hubungan kami berdua.


****


Waktu berlalu begitu saja.Aku sekarang sudah resmi menjadi mahasiswa kedokteran di universitas ternama.Temanku Siska juga akhirnya memutuskan untuk berkuliah di universitas yang sama denganku,namun jurusan yang dia ambil berbeda.Aku juga mulai punya teman baru dan juga pacar baru,yaitu Beni.Iya semenjak malam itu kamu resmi berpacaran secara diam-diam.


Memang orang lain melihat kami sebagai kakak beradik.Hanya Siska yang tahu kalau hubunganku dengan Beni adalah sepasang kekasih.Setiap hari kami berangkat ke kampus bersama-sama,kadang juga Beni hanya mengantarku saat dia tidak ada kelas.


Jika ada kesempatan,saat di rumah Beni juga lebih sering tidur bersama denganku di tempat tidurku.Seperti malam ini,tengah malam dia tiba-tiba masuk ke kamarku.Aku yang sudah tidur akhirnya terbangun karena melihat Beni yang sudah duduk di sampingku.


"Iya,bolehkan?Bi Asih juga kayanya udah tidur.Jadi dia gak akan tiba-tiba bangun dan manggil kita" Ucapnya.


"Ya udah kamu tidur disini" Ujarku sambil mengajaknya untuk masuk ke selimutku.


Akhirnya Beni berbaring di tempat tidurku,dia memelukku dengan erat.Tapi sedikit demi sedikit tangannya mulai bergerilya di tubuhku.Dia mengangkat bajuku lalu melepas dan menjatuhkannya ke lantai.Aku tahu apa yang dia mau,jadi aku juga meladeni permainanya dengan sama-sama membuka pakaiannya.Setelah semua pakaian kami terlucuti,aku terkejut melihat tato baru di dadanya.Tato yang sama denganku,yaitu tato bunga lotus.


"Gimana?kamu suka sama tato aku?" Tanyanya penasaran.


"Bagus kok,tapi kenapa gambarnya harus sama kaya punyaku?"


"Aku buat tato yang sama seperti punya kamu supaya kita bisa sama-sama semangat menghadapi kesengsaraan yang ada selama ini dan hidup dengan kesempurnaan nantinya" Ujarnya.

__ADS_1


"Hemm jadi kamu mau berjuang bersama sama aku?"


"Iya sayang,karena aku itu beneran cinta sama kamu Nara" Bisik nya sambil mencium bunga lotusku.


Aku balas dia dengan membuat tanda di lehernya.Dia juga tidak mau kalah dengan membuat tanda cinta di leher dan dadaku.Malam ini akan menjadi malam yang panjang untuk kami berdua.Malam yang menggairahkan untuk membasahi tempat tidurku dengan keringat kami berdua.


Keesokan paginya,aku bangun dalam keadaan berantakan.Beni juga ternyata masih tertidur di sampingku.Padahal biasanya Beni akan kembali ke kamarnya sebelum bi Asih bangun.


Tiba-tiba aku mendengar bi Asih mengobrol dengan seseorang di bawah.Lalu aku membangunkan Beni untuk segera pindah ke kamarnya sebelum bi Asih naik ke lantai 2.Tapi ternyata terdengar suara teriakan yang familiar di telingaku.


"Nara,Beni,papah pulang nak" Teriak papahku memamggil.


Aku dan Beni saling bertatapan,kami tidak mungkin menemui papah dalam keadaan seperti ini.Aku menyuruh Beni untuk cepat memakai pakaiannya dan lari ke kamarnya.


"Ayo Ben,cepat kamu pake baju kamu" Bisikku dengan panik.


"Iya,iya ini aku juga lagi pake Ra."


Setelah Beni lari ke kamarnya,aku juga langsung kembali memakai baju tidurku yang semalam dijatuhkan Beni ke lantai.Terdengar suara langkah kaki yang semakin mendekat ke arah kamarku.


"Toktoktok....Toktoktok" Bunyi ayah mengetuk pintu kamarku.


"Nara,kamu belum bangun?Ini papah sudah pulang sayang" Teriak papahku dari depan pintu.


"I iya pah,be bentar lagi Nara keluar.Nara mau cuci muka dulu" Jawabku terbata-bata.


Akupun beranjak menuju kamar mandi.Aku membasuh wajahku yang terlihat kurang tidur dan kelelahan.Saat bercermin aku melihat banyak bekas tanda cinta dari Beni.Bekas kecupan di leher dan payu*araku yang pasti akan sulit untuk aku hilangkan.Lalu aku mencoba untuk menutupinya dengan menggunakan make up seadanya.

__ADS_1


__ADS_2