
Beberapa bulan kemudian Putri melahirkan seorang bayi laki-laki yang diberi nama Zio.Tapi sayang setelah melahirkan Zio kondisi Putri semakin menurun dan akhirnya harus bolak-balik dirawat di rumah sakit.
Dari awal ternyata Putri memang tidak disarankan untuk mempertahankan kandungannya yang lemah,tapi dia tetap mau melahirkan Zio dengan mempertaruhkan nyawanya sendiri.Aku tahu Putri sangat mencintai Beni,mungkin dia berpikir dengan mempunyai anak bersama Beni dia juga bisa memiliki hati Beni.
"Ben,kamu hari ini nginap disini kan?" Tanyaku pada Beni.
"Maaf Nara,kayanya aku harus di rumah Putri sekarang.Kamu tau sendiri kondisi Putri sangat lemah,jadi dia gak akan bisa jaga Zio sendirian" Jawab Beni.
"Tapi kan Ben..."
"Udah,aku minta pengertian kamu aja ya?Aku gak bisa ninggalin Putri sekarang" Potong Beni.
"Terserah kamu Ben,kamu memang selalu kaya gitu" Ucapku sambil pergi ke kamar.
Akhir-akhir ini kami memang semakin sering berdebat,karena menurutku Beni semakin tidak bisa adil dalam menjalani perannya sebagai suami.Aku tahu Beni juga masih terlalu muda untuk punya dua istri,tapi apa membagi waktu untuk berdua sesulit itu?
"Nara,apa Beni gak nginap disini?" Tanya Papah.
"Enggak pah,katanya Putri masih lemah habis melahirkan jadi dia mau nemenin Putri aja" Jawabku.
"Hemm papah lihat-lihat kok Beni kaya makin gak peduli sama kamu.Padahal kamu dan Azzura juga butuh dia disini."
"Biarin aja pah,Nara malas harus debat sama Beni" Ucapku pada papah.
Tidak ada pilihan lain bagiku saat ini selain bertahan.Karena selain aku sangat mencintai Beni,Azzurapun masih sangat membutuhkan ayahnya.Walaupun tidak bisa dipungkiri setiap Beni berada di rumah Putri,aku hampir tidak bisa tidur karena merasakan kecemburuan yang besar.
Keesokan harinya,pagi-pagi sekali Beni sudah datang ke rumahku sambil menggendong Zio.Aku tidak tahu kenapa tiba-tiba dia datang sepagi ini,dia juga sebelumnya tidak memberi kabar akan pulang ke rumahku.
"Pagi sayang" Sapa Beni sambil mencium keningku di pintu.
"Pagi Ben,tumben jam segini kamu udah datang?" Tanyaku penasaran.
__ADS_1
"Iya aku kesini karena pengen ketemu Azzura dulu sebentar,sekalian aku juga mau titip Zio ke kamu" Ucap Beni sambil duduk.
"Kamu mau titipin Zio ke aku?Emang kamu mau kemana Ben?"
"Aku mau antar Putri ke rumah sakit dan kebetulan pengasuhnya Zio pulang kampung sebentar."
"Ben,emang kamu pikir aku gak akan kesusahan ngerawat 2 bayi sekaligus?Azzura lagi aktif-aktifnya aku aja susah mau ngapa-ngapain.Terus sekarang aku malah harus jaga Zio?" Tanyaku dengan nada emosi.
"Nara,aku mohon sama kamu.Aku gak mungkin bawa Zio ke rumah sakit juga" Kata Beni sambil memegang tanganku.
Aku hanya bisa menarik nafas panjang dengan permintaan suamiku ini.Aku tidak habis pikir bagaimana bisa dia menyuruh aku menjaga anak dari istri keduanya?Walaupun memang aku tidak pernah membenci Zio,karena Zio hanya seorang anak yang belum tahu apa-apa tapi menurutku ini keterlaluan.
"Ya udah,taruh Zio di kamar aku sama Azzura.Terus kamu langsung pergi dari sini,aku malas lihat muka kamu" Ucapku dengan ketus.
"Kamu marah ya Ra?Maafin aku ya,aku juga kaya gini supaya Putri bisa cepat sembuh dan aku bisa lebih adil bagi waktu buat kamu.Aku mohon kamu ngertiin aku" Kata Beni sambil memelukku.
"Asal kamu tau Ben,ini gak mudah buat aku.Aku pikir semuanya akan berjalan lancar setelah kita dapat restu papah,tapi ternyata enggak.Gak ada yang berjalan sesuai keinginan aku"
Akhirnya bibir kami bertautan setelah sekian lama.Kami memang tidak pernah melakukannya lagi karena kami selalu sibuk dengan kehidupan baru kami,sehingga sekarang hanya sekedar ciuman saja rasanya sudah sangat istimewa.
Akhirnya Beni pergi menemui Putri,meninggalkan aku dan juga anak-anak.Sementara papah tidak bisa membantu apa-apa karena memang dia sedang terbaring sakit di kamarnya.
Siangnya aku memutuskan untuk pergi ke rumah Siska sambil membawa anak-anak.Aku ingin Siska membantuku menjaga mereka supaya aku tidak terlalu kesulitan selama menunggu Beni kembali.
(Sesampainya di rumah Siska)
"Sis,Siska lo ada di rumahkan?" Tanyaku sambil mengetuk pintu.
"Iya iya bentar" Teriak Siska dari dalam.
Siskapun membukakan pintu untukku,setelah melihatku dia terkejut karena aku membawa 2 orang anak yang tertidur di stroller.
__ADS_1
"Nara?Masuk Ra,lo gak salah kan bawa bayi kesini?" Tanya Siska.
"Enggak,justru gue kesini karena gak tau lagi harus minta tolong ke siapa buat jagain anak-anak ini"
"Berapa bulan kita gak ketemu,sekarang tau-tau lo udah punya 2 bayi,lo emang hebat Ra."
"Hebat apanya?Yang ada gue kesusahan sendiri,lagian Zio ini bukan anak kandung gue,dia anak Beni sama Putri" Ujarku.
"Hah serius lo?Terus lo mau aja gitu di suruh ngejagain bayinya?"
"Ya gue gak bisa nolak lah,Beni mohon-mohon ke gue karena dia mau anterin Putri ke rumah sakit"
"Hidup lo ternyata berat ya Ra,gak nyangka gue yang masih sering ke club malam punya teman yang harus jadi ibu ditambah di madu pula sama suaminya" Ucap Siska sambil menepuk-nepuk pundakku.
"Udahlah gak usah bahas itu,bikin gue sakit hati aja" Ujarku.
Siskapun diam,dia tidak membahas masalah aku yang dimadu lagi.Setelah anak-anak bangun,Siska juga membantuku mengajak mereka bermain.Seharian aku berada di rumah Siska,tapi Beni belum ada tanda-tanda akan menjemput bayinya.Saat Zio menangis karena lapar,aku juga terpaksa memberikan ASIku padanya,karena aku tidak tega melihat Zio harus minum susu formula.Sore hari Beni akhirnya datang ke rumah Siska untuk menjemput Zio.Dia berjanji setelah mengantar Zio ke rumah Putri,dia akan menginap di rumahku.
Setelah Zio dijemput oleh Beni,aku juga beranjak pergi untuk pulang bersama anakku,Azzura.Tidak lupa aku juga berterimakasih kepada Siska karena sudah memabantuku menjaga anak-anak.
(Setibanya di rumah)
"Kamu itu habis darimana Nara?" Tanya papah.
"Nara habis dari rumah Siska,pah.Nara minta bantuan Siska buat ikut jaga anak-anak."
"Kalau kamu memang kesulitan,kamu kan bisa cari jasa pengasuh" Ucap papah.
"Sebenarnya kalau hanya ada Azzura aku masih bisa sendiri pah,tapi tadi pagi Beni nitipin Zio ke aku makanya aku jadi kesulitan.Oh iya Beni bilang katanya hari ini dia mau nginap disini pah."
"Ya sudah kamu cepat siap-siap supaya saat Beni pulang kamu dan Azzura sudah terlihat cantik" Kata papah sambil tersenyum.
__ADS_1
Seperti saran papah,sebelum Beni datang aku bersiap-siap mempercantik diriku.Aku juga memakai baju tidur tipis kesukaanku dan berdandan sebisaku.Tapi ternyata sampai hampir tengah malam,Beni belum juga datang.