Sepasang Bunga Lotus

Sepasang Bunga Lotus
Aku Pergi


__ADS_3

Pagi-pagi aku masih berada di rumah Siska,entah kenapa badanku terasa sangat lemas hari ini.Aku berniat pulang naik taksi dan meninggalkan mobilku di rumah Siska,tapi tiba-tiba Beni datang menjemputku karena disuruh oleh papah.


"Makasih ya Ben udah mau jemput aku" Kataku saat masuk ke mobil.


"Iya" Jawabnya singkat.


"Kamu gak ke kampus hari ini?"


"Enggak" Jawabnya dengan wajah datar.


Aku menghela nafasku mendengar jawaban singkat dari Beni.Sepertinya Beni masih marah padaku,tapi ini lebih baik dari pada dia harus terus-menerus meminta aku kembali ke pelukannya.Perjalanan menuju rumah terasa sangat lama,karena kami tidak saling berbicara satu sama lain.


Sesampainya di rumah aku langsung menuju kamarku,papah ternyata sudah berangkat ke rumah sakit seperti biasa.Aku melihat barang-barangku,ternyata masih ada beberapa lagi yang harus aku siapkan.Aku juga sudah memberitahu mamah bahwa aku akan ke Bali saat acara pertunangan Beni 5 hari lagi.


****


Hari ke hari tidak ada hal spesial yang terjadi di rumah ini,besok sudah hari H pertunangan Beni.Dan malam ini aku juga sudah selesai mempersiapkan diri untuk berangkat ke Bali.Saat turun dari kamarku aku melihat papah sedang sendirian di ruang TV.


"Pah,papah belum tidur?" Sapa ku.


"Nara,iya nih papah belum ngantuk" Jawab papah.


"Kenapa?papahkan harus siap-siap untuk acara besok" Ujarku sambil duduk disamping papah.

__ADS_1


"Gak tau nih,mungkin papah terlalu banyak pikiran."


"Udahlah pah,papah harus rileks jangan terlalu pusing mikirin ini itu"


"Sebenarnya papah sedih,anak-anak papah sekarang sudah dewasa.Beni sebentar lagi bertunangan dan akan menikah.Suatu saat kamu juga pasti sama,nanti satu persatu kalian akan meninggalkan papah sendirian" Ucap papah dengan wajah sedih.


"Pah,walaupun nanti Nara pergi ninggalin papah,papah gak boleh sedih.Papah harus jaga kesehatan papah dan hidup dengan baik,karena Nara pergi bukan karena benci sama papah,tapi karena Nara harus pergi pah" Ucapku sambil memeluk papah.


"Kamu ini kenapa kok kaya yang mau cepat-cepat ninggalin papah?Kan yang mau cepat nikah itu kakak kamu" Ujar papah sambil mengelus kepalaku.


Aku hanya tersenyum,padahal maksud perkataanku itu sebagai kata perpisahanku dengan papah besok.Semoga saja besok aku bisa keluar dari rumah ini dengan aman dan segera terbang ke Bali.


Besok paginya rumahku sudah ramai dengan orang-orang yang membantu persiapan pertunangan Beni.Papah juga ternyata mendatangkan penata rias untuk merias aku,Beni dan juga papah.


Karena terlalu banyak orang aku khawatir apakah aku bisa diam-diam menyelinap keluar lalu pergi meninggalkan rumah?Setelah selesai make up,aku langsung menyuruh Siska untuk datang.Aku juga menyiapkan tas jinjingku untuk membawa barang bawaanku yang lain.


Saat papah dan Beni masih sibuk mempersiapkan keberangkatan mereka ke rumah Putri,aku diam-diam keluar dari rumah lalu pergi menunggu Siska di pinggir jalan.Beberapa menit kemudian Siska akhirnya datang dan aku langsung naik ke mobilnya.


"Beneran lo gak masalah kalau pergi sekarang?" Tanya Siska.


"Enggak kok,ini justru kesempatan bagus buat gue karena mereka lagi sibuk dan gak sempat perhatiin gue" Jawabku.


"Tapi Ra kalau pertunangannya sampe batal gara-gara mereka nyariin lo,gimana?"

__ADS_1


"Ya mungkin Beni bukan jodohnya Putri.Mau Beni tunangan sekarang atau enggak,gak akan merubah keadaan gue sama dia.Kita pasti tetap gak bisa sama-sama Sis."


Sesampainya di bandara,ternyata handphone ku penuh dengan panggilan tidak terjawab dari papah dan juga Beni.Mungkin mereka sudah sadar kalau aku tidak ada di rumah.Banyak juga pesan masuk dari Beni,dari mulai dia marah-marah sampai dia memohon-mohon supaya aku cepat pulang.Dan saat aku membaca pesan Beni,ponselku kembali berdering.Ternyata itu telepon masuk dari papah,karena tidak mau membuatnya khawatir aku lalu mengangkatnya.


"Halo Pah"


"Halo Nara,kamu ini dimana sih?Kita udah di jalan mau ke rumah Putri,kamu cepat langsung menyusul ke rumah Putri! " Kata papah.


"Pah,papah jaga diri baik-baik ya?Mulai sekarang Nara mau tinggal sama mamah,Nara pasti baik-baik aja kok.Nanti suatu saat kita pasti ketemu lagi" Ucapku.


"Maksud kamu gimana Nara?Halo...!! Naraa.." Teriak papah di telepon.


Aku langsung mematikan telepon dari papah,lalu aku buang SIM Card handphoneku untuk nantinya aku ganti dengan yang baru.


"Sabar ya Ra,lo pasti kuat kok.Kalau menurut lo ini yang terbaik lo pasti bisa,Ra" Ucap Siska yang sedari tadi menemaniku.


"Iya Sis,makasih ya lo selalu ada buat gue.Nanti kalau Beni nanyain tentang gue ke elo,lo jawab aja kalau gue baik-baik aja bareng nyokap gue.Jangan pernah kasih tau ke siapapun kalau gue ada di Bali"


"Iya Nara lo tenang aja,lo serahin aja masalah disini ke gue,yang penting lo fokus buat lahirin dan rawat bayi lo dengan baik" Ucap Siska sambil memegang perutku.


Aku sangat bersyukur mempunyai sahabat seperti Siska,selama ada dia seolah semuanya akan baik-baik saja.Aku mulai memasuki pesawat,meninggalkan semua kehidupan Jakarta yang sangat menguras tenaga bagiku.


Papah,aku pasti akan baik-baik saja bersama mamah dan suatu saat kita pasti bertemu lagi.Beni,semoga ini yang terbaik untuk kita berdua,aku pasti akan menjaga anak kita dengan baik,jadi kamu juga harus hidup dengan lebih baik.Dan Deon,semoga kamu tidak bertemu wanita seperti aku lagi,semoga kamu bisa mendapatkan orang yang benar-benar tulus dan cinta dengan kamu.

__ADS_1


__ADS_2