Sepasang Bunga Lotus

Sepasang Bunga Lotus
Masalah Baru


__ADS_3

Waktu berlalu,sudah 3 bulan semenjak Beni melakukan perjodohan dengan Putri,kakak tingkatku di kampus.Sudah 3 bulan juga aku berpacaran dengan Deon.Aku sedikit-demi sedikit mulai nyaman dengan Deon,tapi setiap kami berdua sedang bermesraan pasti selalu ada gangguan dari Beni.


Beni memang cuek,tapi saat melihat aku bersama pria lain dia menjadi kekanak-kanakan karena rasa cemburu yang berlebihan.Apalagi setiap aku dan Deon mulai masuk ke kamar,dia pasti selalu bolak-balik mengetuk pintu kamarku dengan berbagai alasan.


Untungnya Deon tidak curiga mengapa Beni bersikap seperti itu.Deon hanya menduga kalau sebagai kakak Beni takut dia akan macam-macam padaku .


Hari ini aku tidak berangkat ke kampus,aku tidak enak badan.Badanku demam dan perutku terus-menerus terasa mual.Sepertinya aku mau datang bulan,karena dari beberapa hari yang lalu ada darah yang sedikit demi sedikit keluar.


Tapi sejujurnya aku agak bingung,karena setelah di hitung-hitung aku sudah 3 bulan tidak datang bulan.Akhirnya aku memaksakan diri untuk pergi ke dokter,aku takut ada sesuatu yang tidak beres pada tubuhku.


(Sesampainya di rumah sakit dan melakukan pemeriksaan)


"Mba berdasarkan pemeriksaan,mba sepertinya terlalu kelelahan akhir-akhir ini.Jadi mba mengalami flek seperi itu" Ucap dokter.


"Iya sih dok akhir-akhir ini memang banyak kegiatan kampus yang cukup menguras tenaga dok" Ujarku pada dokter.


"Nah sebaiknya kegiatan mba sedikit di kurangi,karena takut membahayakan perkembangan janin dalam kandungan mba"


"Kandungan saya dok?Maksud dokter saya hamil dok?" Tanyaku dengan sangat terkejut.


"Iya,mba memang sedang hamil kurang lebih 3 bulan,apa mba sebelumnya belum tau kalau mba sedang mengandung?"


"Enggak dok saya gak tau" Ucapku dengan wajah bingung.


"Karena sekarang mba sudah mengetahuinya kalau mau mba bisa ke spesialis kandungan untuk melakukan USG di trimester pertama mba"


Aku sangat terkejut mendengar pernyataan dari dokter,aku tidak menyangka selama 3 bulan ini ada janin yang berkembang dalam rahimku.Aku melangkah ke tempat dokter spesialis kandungan dan mencoba memastikannya lagi dengan melakukan USG.

__ADS_1


"Dugdug..Dugdug..Dugdug.." Suara detak jantung dari alat USG.


"Itu suara detak jantung bayi mba.Bayinya sehat,tidak ada masalah apa-apa.Yang penting mba harus banyak istirahat agar fleknya bisa hilang" Kata dokter menjelaskan.


Tanpa sadar aku menangis,aku merasakan ketakutan yang teramat dalam saat mendengar detak jantung anakku,anakku dan Beni tepatnya.Aku tahu aku belum siap untuk ini dan aku juga tidak bisa membiarkannya lahir ke dunia.


"Dok,tolong bantu saya untuk gugurkan bayi saya dok" Ucapku sambil masih tersedu-sedu.


"Tidak bisa mba,selain karena alasan medis yang darurat aborsi dilarang dilakukan di rumah sakit ini" Ujar dokter.


"Saya mohon dok saya mohon,saya gak bisa melahirkan bayi ini dok."


Dokter tidak menghiraukanku,dia malah justru memberiku obat vitamin untuk aku dan bayiku.Duniaku serasa hancur,aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan kedepannya.Apalagi hari ini papah akan pulang dari luar negeri dan bersiap untuk mempersiapkan acara pertunangan Beni bulan depan.Saat aku keluar dari ruangan dokter,sialnya aku berpapasan dengan Putri,calon tunangan Beni.


"Nara,kamu habis ngapain dari ruangan dokter kandungan?" Tanya Putri dengan wajah penasaran.


"Enggak kok kak,aku cuma konsultasi aja" Jawabku sambil mengusap bekas air mata di pipiku.


Aku yang mendengar itu tanpa sadar langsung menangis lagi,aku menangis sampai rasanya sesak.Aku akhirnya bercerita masalah kehamilanku pada Putri,kecuali fakta bahwa Beni adalah ayah dari anak ini.Putri terlihat sangat terkejut mendengar penuturanku dan dia langsung bertanya padaku.


"Kamu pacaran sama Deon kan?Yang teman sekelas kamu juga?" Tanya Putri.


"Iya kak,Deon itu pacarku sekarang" Jawabku.


"Maaf sebelumnya,tapi apa dia juga ayah dari bayi dalam kandungan kamu?"


Aku hanya terdiam mendengar pertanyaan itu,sejak awal aku menebak Putri pasti bertanya siapa ayah bayi ini.Tapi ternyata aku tetap tidak bisa menjawabnya.

__ADS_1


"Ya sudah kalau memang kamu gak mau jawab pertanyaan aku,yang penting kamu harus kuat Nara" Kata Putri menyemangati.


"Kak,tapi kakak harus janji sama aku.Kakak jangan pernah bilang ke siapa-siapa tentang masalah ini,apalagi ke kak Beni sama papah.Kakak juga gak mau kan pertunangan kakak yang sebentar lagi itu hancur gara-gara aku?" Pintaku panjang lebar.


"Iya kamu tenang aja,aku akan jaga rahasia ini buat kamu."


Setelah berbincang cukup lama,hati dan pikiranku mulai tenang.Akupun memutuskan untuk langsung pulang dari rumah sakit tersebut.


Setibanya di rumah aku langsung mengurung diriku di kamar,untung hari ini Beni akan sibuk seharian karena urusan kampus.Jadi aku tidak perlu berpapasan dengannya di rumah.


Aku berpikir kenapa ini bisa terjadi?Aku yakin ini anak Beni,karena selama dengan Deon aku belum pernah melakukan hal seperti 'itu'.Padahal sebelumnya aku dan Beni selalu berusaha menjaga agar aku tidak hamil.


Tapi sesaat aku tersadar,saat aku melakukannya dengan Beni di mobil sehari sebelum makan malam perjodohannya,aku lupa meminum obat dari Beni.Dan ternyata ini benar-benar kesalahanku.Karena terlalu pusing memikirkan hal ini aku sampai ketiduran.


"Toktoktok...Toktoktok..." Suara orang mengetuk pintu kamarku.


"Ya masuk" Ucapku singkat sambil mencoba memulihkan kesadaranku sehabis tidur.


"Nara,papah pulang nak.Ini ada oleh-oleh buat kamu" Ucap papahku yang ternyata baru pulang dari luar negeri.


"Makasih ya pah oleh-olehnya,Nara suka"


"Iya sama-sama sayang.Oh iya karena sebentar lagi acara pertunangan kakak kamu,jadi besok papah mau undang tukang jahit ke rumah.Kita ukur pakaian untuk seragam keluarga" Ujar papah menjelaskan.


"Ah iya pah,nanti besok juga kayanya Nara ada di rumah aja kok.Nara lagi gak enak badan"


"Kamu sakit?Mau papah periksa aja sekarang?" Ucap papah.

__ADS_1


"E.. eh gak usah pah.Tadi aku udah minum obat kok,aku udah gak apa-apa" Jawabku dengan ketakutan.


Aku sempat lupa kalau papahku sendiri adalah seorang dokter,aku tidak boleh sampai menunjukan tanda-tanda kehamilanku.Sebisa mungkin kedepannya aku harus menutupi perutku yang pasti akan semakin membesar.Aku memang ceroboh,aku terlalu tenang dan menganggap enteng akibat dari hubunganku dengan Beni.Aku juga gak pernah berpikiran kalau aku hamil karena sebelumnya selalu rutin meminum obat dari Beni.


__ADS_2