Sepasang Bunga Lotus

Sepasang Bunga Lotus
Menjenguk Papah


__ADS_3

Tak terasa sudah 5 bulan semenjak aku datang ke Bali,rasanya masih seperti mimpi.Seolah bisa saja aku tiba-tiba terbangun dan harus kembali melakukan rutinitas membosankanku di Jakarta.Lima bulan ini aku isi dengan mengikuti kegiatan ibu hamil,karena aku ingin semuanya lancar saat bayi ini sudah lahir.Apalagi aku pasti harus belajar melakukan semuanya sendiri tanpa suami.


Tidak mudah memang,kadang aku sering teringat Beni dan berandai-andai jika aku bisa melewati masa kehamilanku dengan seorang suami di sampingku.Tapi itu memang cuma khayalanku saja,Beni sekarang sudah resmi bertunangan dengan Putri.Seharusnya sekarangpun mereka sudah menikah tapi tidak tahu kenapa aku mendengar dari Siska bahwa pernikahannya terus diundur.


Aku memang masih sering berhubungan dengan Siska,selain menanyakan kabar kadang Siska juga memberitahu kabar tentang Beni.Waktu awal aku pergi,Beni sering bolak-balik ke rumah Siska dan membujuknya untuk memberi tahu alamatku yang baru.Tapi Siska memang sahabat sejati,sampai sekarangpun dia tidak pernah membuka mulut tentang ada dimana aku sekarang dan hanya memberitahu bahwa aku baik-baik saja.


"Halo Nara,gimana kabar lo sekarang" Tanya Siska lewat sambungan telepon.


"Halo Sis,gue baik-baik aja kok,lo sendiri gimana?" Tanyaku balik.


"Gue juga baik kok Ra.Nara,sebenarnya gue nelepon lo sekarang karena ada hal penting yang harus gue kasih tau ke lo" Ucap Siska.


"Hal penting apa Sis?"


"Tadi pagi Beni datang ke rumah gue,dia kasih tau kalau bokap lo masuk rumah sakit.Bokap lo kena serangan jantung,Ra" Jawab Siska.


"Hah?Papah masuk rumah sakit?Apa lo udah cek kebenarannya Sis?Takutnya Beni cuma bohongin lo supaya gue pulang."


"Beni gak bohong Ra.Dia kasih lihat foto bokap lo lagi gak sadarkan diri di rumah sakit."


"Hikks..Hikks..Terus gue harus gimana Sis?Gue takut terjadi apa-apa sama bokap gue" Ujarku sambil menangis.


"Kalau bisa lo pulang dulu ke Jakarta Ra.Gue juga takut kalau nanti lo gak bisa ketemu bokap lo lagi."


"Ya udah kalau gitu gue ngomong dulu ke nyokap buat masalah ini.Nanti gue kabarin lo lagi" Ucapku.


"Iya Ra,gue tunggu kabar dari lo"

__ADS_1


Mendengar kabar itu tubuhku terasa lemas,aku takut kalau terjadi apa-apa dengan papah,aku takut kalau aku tidak bisa bertemu lagi dengan papah selamanya.Akhirnya aku memberanikan diri untuk berbicara pada mamah tentang masalah ini.


"Mah,Nara dapat kabar dari Siska katanya papah dirawat di rumah sakit karena serangan jantung" Ucapku pada mamah.


"Kamu serius?Terus gimana keadaanya sekarang?"


"Serius mah,Siska cuma bilang kalau papah belum sadar.Mah,Nara kayanya harus jenguk papah ke Jakarta" Ujarku.


"Mamah gak masalah kamu mau jengukin papah kamu,tapi masalahnya sekarangkan kamu sedang hamil besar,gimana kalau terjadi apa-apa sama kamu?"


"Walaupun kandungan aku udah masuk 9 bulan dan sebentar lagi melahirkan,tapi aku pasti bisa kok mah.Nara pasti bisa ke Jakarta sendiri,nanti disana juga ada Siska yang bantu Nara" Ucapku berusaha membujuk.


"Ya sudah kalau memang kamu udah berniat buat jenguk papah kamu,mamah izinkan.Tapi maafin mamah ya mamah gak bisa antar kamu buat ketemu papah."


"Iya gak apa-apa kok mah,Nara juga gak akan lama disana jadi mamah tenang aja"


Setelah aku mendapat izin dari mamah,aku langsung mengemasi beberapa barangku dan berangkat menuju Jakarta hari ini juga.Aku merasa tidak tenang kalau harus menunda keberangkatanku.Sebelum naik pesawat aku juga menghubungi Siska supaya dia mau menjemputku di bandara.


"Siska,akhirnya kita ketemu lagi" Ujarku sambil memeluk Siska.


"Iya Ra,padahal baru 5 bulan lo disana tapi rasanya kaya udah lama banget kita gak ketemu.Perut lo juga udah makin besar aja Ra." Ujar Siska.


"Iya nih kayanya sekitar 2 mingguan lagi bayi gue lahir,Sis hehe"


"Ya udah kita istirahat dulu di rumah gue ya,kasian lo pasti kecapean" Ajak Siska.


"Iya Sis,gue ikut tinggal di rumah lo buat sementara ya?"

__ADS_1


Karena hari sudah hampir malam,aku memutuskan untuk menunda kunjunganku ke rumah sakit.Aku akhirnya hanya menghabiskan waktuku dengan beristirahat di rumah Siska.


Keesokan harinya,pagi-pagi aku sudah bangun dan bersiap untuk menjenguk papah.Aku sudah tidak sabar untuk menjenguk papah di rumah sakit.Karena takut ada yang mengenali aku saat disini,dicuaca yang panas aku terpaksa memakai hoodie untuk menutupi perutku dan tidak lupa aku juga memakai masker di mulutku.


Saat semuanya sudah siap dan Siska juga sudah siap mengantarku,tiba-tiba pintu rumah Siska diketuk oleh seseorang.Siska lantas bergegas membukakan pintu untuk tamunya.Tapi tidak ku sangka,saat hendak mengintip ke bawah aku melihat bahwa tamu itu adalah Beni.


"Sis,kakak mau minta tolong sama kamu" Ucap Beni pada Siska.


"Kakak mau minta tolong apa?" Tanya Siska.


"Tolong suruh Nara pulang,papahnya kritis Sis.Kakak gak mau kalau sampai Nara gak bisa ketemu papahnya lagi."


"Ta..Tapi Kak.." Ucap Siska agak gugup karena hanya dia yang tahu kalau sebenarnya aku ada disitu dan mendengar percakapan mereka.


"Kalau kamu gak bisa hubungi Nara,tolong kasih tau kakak alamat Nara sekarang,biar kakak yang jemput dia langsung ! " Ucap Beni dengan wajah serius.


"Eng..enggak usah kak,nanti Siska coba kasih tau Nara masalah papahnya."


"Kakak mohon ya Sis,pastikan kalau Nara mau pulang buat ketemu papahnya"


"Iya kak"


Setelah percakapan itu,Beni langsung pergi dan Siska melihat ke arahku dengan tatapan bingung.Aku tidak menyangka bisa melihat Beni lagi secara kebetulan,sebenarnya aku sangat senang bisa melihat wajahnya lagi setelah beberapa bulan.


"Terus sekarang lo mau gimana,Ra?" Tanya Siska padaku.


"Gue harus tetap ke rumah sakit Sis.Walaupun nanti di rumah sakit bisa aja gue ketemu sama Beni,tapi kayanya itu gak masalah asal gue bisa tutupi kehamilan gue rapat-rapat.

__ADS_1


"Ya udah sekarang gue antar lo ke rumah sakit dan lo pikirin alasan yang tepat buat jaga-jaga siapa tau nanti lo ketemu Beni disana" Ucap Siska.


Akhirnya aku berangkat ke rumah sakit dengan diantar oleh Siska.Semoga saja Beni tidak ada disana dan semoga papah baik-baik saja.


__ADS_2