
Besoknya saat aku hendak berangkat ke sekolah,kak Beni sudah menungguku di ruang tamu.Seperti biasa dia mau mengantarku ke sekolah.Tanpa sarapan terlebih dahulu,aku langsung minta kak Beni untuk segera mengantarku ke sekolah.
(Sesampainya di sekolah)
"Surat kelulusannya harus diambil orangtua kan Ra?" Tanya kak Beni.
"Iya kak" Jawabku murung.
"Ya udah kakak aja yang ambil surat kelulusannya ya?"
"Gak usah kak,nanti Nara ambil sendiri aja.Kakak cepat berangkat ke kampus,nanti sore gak usah jemput aku.Aku mau pergi dulu sama Siska."
"Pergi kemana Nara?" Tanya kak Beni penasaran.
"Ada deh,itu bukan urusan kakak.Pokoknya gak usah jemput aku" Jawabku menegaskan.
Aku langsung membuka pintu mobil dan pergi.Suasana hatiku memang sedang kacau hari ini.Tapi aku jadi merasa bersalah juga karena sudah ketus pada Kak Beni.
"Nara,gimana kalau pulang nanti kita jalan-jalan dulu sebentar" Ajak Siska.
"Jalan-jalan kemana?Gue juga niatnya mau ajak lo ke mall sih"
"Ngapain ke mall,mending lo ikut gue aja.Kita bikin tato hehehe" Bisik Siska sambil cengengesan.
"Gila lo,walaupun kita udah lulus SMA mana mungkin bokap izinin gue pake tato" Ucapku.
"Ya lo tatonya di tempat yang gak terlalu mencolok lah."
"Gak deh gak usah,gue anter lo aja."
__ADS_1
"Ah payah lo Ra" Ejek Siska padaku.
Surat pengumuman kelulusan sudah diberikan pada orangtua murid,berhubung orangtuaku tidak ada jadi aku mencoba menemui wali kelasku untuk meminta surat kelulusan.
"Bu,saya mau ambil surat kelulusan saya" Ujarku pada Bu Nina wali kelasku.
"Orang tua kamu kemana Nara?kok malah kamu yang ambil?"
"Emm orang tua saya sibuk bu,jadi saya yang harus ambil sendiri."
"Oh gitu,ya sudah ini surat kelulusan punya kamu ya" Kata bu Nina sambil memberikan sebuah amplop.
Pelan-pelan aku buka amplop tersebut.Aku baca perlahan isi suratnya dan seperti yang aku duga,aku LULUS.Tidak ada acara coret-coret di sekolahku.Jadi setelah pembagian surat kelulusan,anak-anak langsung pulang atau merayakannya di luar.
"Ra,ayo kita pergi sekarang aja" Ajak Siska padaku.
"Lo yakin mau ke tempat tato?pake seragam sekolah?"
"Gimana lo aja deh" Jawabku pasrah.
Kami akhirnya pergi ke rumah Siska.Rumahnya ada di komplek elit daerah Jakarta Selatan.Tapi sayangnya rumah mewah itu hanya di isi oleh Siska dan adiknya saja serta beberapa asisten rumah tangga.Karena kedua orang tuanya selalu sibuk bekerja di luar negeri,kebutuhan mereka sehari-hari di urus oleh asisten rumah tangganya.
"Nih Ra,lo cobain deh baju-baju gue !" Suruh Siska sambil melempar baju-bajunya ke tempat tidur.
"Ini baju lo gak ada yang normal satupun?Masa semuanya baju terbuka kaya gini.Lengannya cuma sebelah lah,cuma nutupin dada doang lah.Gue malu makenya Siska..." Teriakku pada Siska.
"Ribet banget sih lo,udah pake aja yang ada disitu."
Akhirnya dengan terpaksa aku memilih baju yang ada.Setelan warna hitam dengan sedikit memperlihatkan bagian perutku.Setelah selesai ganti baju,kamipun segera pergi ke tempat tato yang Siska maksud.Sebenarnya aku agak tegang karena baru pertama kali masuk ke tempat seperti itu.
__ADS_1
"Lo tetap gak mau bikin tato,Ra?Sayang loh kita udah disini" Ucap Siska.
"Gak deh,cukup lo aja.Gue tunggu disini aja ya?"
Sambil menunggu Siska membuat tatonya,aku mencoba mengirim pesan pada mamah dan papah.Aku mengirimkan foto surat kelulusanku pada mereka berdua.Papah langsung membalas pesanku dengan ucapan selamat dan do'a,aku jadi merasa bersalah karena sebelum papah berangkat aku bahkan tidak mau menemuinya.
Berbeda dengan papah,mamah hanya membaca pesanku.Aku tidak tahu apa maksudnya,tapi tiba-tiba mamah mengirimkan banyak foto.Saat ku buka fotonya,ternyata itu adalah foto mamah bersama pacarnya yang masih muda.Bahkan mungkin umurnya tidak beda jauh dengan kak Beni.
Jantungku berdegup kencang karena segala emosi menguasai diriku.Aku sangat sedih,tapi herannya hal itu tidak membuatku menangis.Yang ada hanya rasa kesal dan benci pada mamahku.
Tato Siska akhirnya selesai.Dua buah tato menempel di punggung dan lengannya.Aku tiba-tiba terpikir,apa aku juga harus coba membuat tato?Pikirku mungkin saja rasa sakit karena tato bisa menghilangkan rasa sakit karena melihat foto mamahku bersama pacarnya.
"Sis,kayanya gue mau coba buat tato juga" Ucapku pada Siska.
"Serius lo,Ra?Lo gak bakal nyesel?" Tanya Siska meyakinkan.
"Gue serius,gue juga gak akan nyesel."
"Jadi lo mau tato apa dan dimana?Soalnya pelanggan gue masih banyak" Tanya si tattoo artis yang sedari tadi memperhatikan kami.
"Gue mau tato bunga lotus bang,bisa kan?ya kurang lebih kaya gini lah" Ujarku sambil menunjukkan contoh gambar yang aku cari di internet.
"Iya bisa kok tenang aja,jadi mau di gambar dimana nih?" Ucapnya sambil bersiap.
"Tato disini bang" Kataku sambil menunjuk payu*ara kanan ku.
"Ternyata lo diam-diam menghanyutkan juga ya?bisa-bisanya lo minta tato disitu" Ujar Siska meledekku.
"Shuuut berisik lo Sis,padahal lo sendiri yang nyuruh bikin tato di tempat yang gak mencolok"
__ADS_1
Proses tatopun di mulai,aku menangis menahan sakit tiap hentakan jarum yang mengenai kulitku.Akhirnya tato bunga Lotus yang mengandung arti semangat untuk mengatasi kesengsaraan hidup dan kesempurnaan itu sudah selesai.Aku puas dengan hasil tatonya,sekarang tinggal sebisaku menutupi tato ini dari papah.