Sepasang Bunga Lotus

Sepasang Bunga Lotus
Awal Kesalahan Besar


__ADS_3

"Sekarang kita mau kemana lagi?udah malem nih si Beni juga telepon terus dari tadi" Ujarku ketus.


"Tumben lo gak manggil dia kakak?Dia kan kakak angkat lo" Tanya Siska.


"Kalau boleh jujur sebenarnya makin gue dewasa,gue malah makin canggung buat manggil dia kakak.Gue ngerasa kalau dia itu cuma cowok yang ikut tinggal di rumah gue aja" Jelasku.


"Waah jangan-jangan lo suka sama kak Beni?Ngaku lo Ra."


"Enggak lah,masa gue suka sama dia sih."


"Ya udah gak usah dibahas lagi,mending kita pergi ke club aja.Gue juga mau ketemu cowok gue disana" Ajak Siska.


"Ya udah sekali-sekali deh gue nyoba buat ke club."


Kami akhirnya pergi ke club malam tempat biasa Siska datangi.Aku mengabaikan semua panggilan telepon dari Beni.Aku ingin hari ini bebanku bisa sedikit terlupakan dengan bersenang-senang.


Karena sebelumnya aku belum pernah pergi ke club,aku cukup kaget dengan suasana di dalamnya.Banyak orang dan berisik,belum lagi pemandangan minuman beralkohol yang terjejer rapi.


"Nih Ra,lo cobain deh.Ini rasanya enak loh" Kata Siska sambil menyodorkan segelas minuman.


"Enggak lah,gue gak boleh minum-minuman kaya gitu."


"Dikit aja,entar juga lo suka kok" Ucap Siska sambil memaksaku meminumnya.


Rasa minumannya cukup asing,karena memang baru pertama kali aku mencobanya.Tapi entah kenapa membuatku ketagihan.Melihatku terus menuangkan minuman lagi dan lagi,Siska tertawa terbahak-bahak bersama pacarnya.


Tanpa peduli dengan wktu,kami bersenang-senang menari mengikuti alunan musik.Tubuhku terasa ringan tapi kepalaku serasa berputar.Iya,aku mabuk berat di hari kelulusanku dan dikali pertamaku masuk club malam.


Aku yang setengah sadar dipapah oleh Siska dan pacarnya.Mereka tampak bingung bagaimana cara mengantarku pulang karena kami bertiga sama-sama mabuk.


"Nara,mana handphone lo.Gue mau telepon kak Beni buat jemput lo ya" Ucap Siska sambil merogoh-rogoh kantong celanaku.

__ADS_1


"Mau ngapain sih lo nelepon si Beni?Gue pulang sendiri aja" Kataku sambil mencoba berjalan dengan sempoyongan.


Tanpa sadar ternyata Siska sudah memegang ponselku dan mencoba untuk menelpon Beni.Padahal ini sudah hampir jam 2 pagi.


"Halo kak Beni,ini Siska kak.Tolong jemput Nara di club XX dong"


"Kamu ngapain ajak Nara ke club sih?Ya udah tunggu,kakak kesana sekarang" Jawab Beni dengan nada cemas.


Setengah jam kemudian mobil warna hitam milik Beni samar-samar terlihat.Aku melambaikan tanganku dengan gembira seolah aku bertemu dengan kawan lama.


"Nara,kamu ngapain sih main ke tempat kaya gini?Sini kakak gendong kamu ke mobil.Dan kamu Siska,mending kamu sama pacar kamu juga pulang.Lain kali jangan ajak Nara ke tempat kaya gini lagi" Ucap Beni dengan nada kesal.


Aku digendong oleh Beni dan masuk ke dalam mobil.Di mobil aku meracau tidak karuan tapi Beni hanya diam sambil mengendarai mobil dengan serius.


Setibanya di rumah,kesadaranku mulai agak pulih tapi kepalaku masih sangat pusing sehingga jalanku sempoyongan.Beni yang melihat itu langsung menggendongku lagi menuju kamarku di lantai 2.


Aku terbaring di kasurku dengan Beni yang hanya diam memperhatikanku.Karena merasa sesak aku membuka bajuku di depan Beni.Beni terkejut melihatku hanya memakai bra dan celana pendek.Lalu tiba-tiba Beni duduk di kasurku.


"Beni,lo tuh bukan kakak gue.Jadi lo gak usah ikut campur masalah gue" Ucapku sambil sesekali memejamkan mata.


"Aku tau aku bukan kakak kamu,aku juga sebenarnya dari awal gak pernah nganggap kamu sebagai adik aku"


Aku hanya diam mendengarnya,seolah mulutku tidak punya tenaga lagi untuk berbicara.


"Dari awal tinggal disini sebenarnya aku tau perasaan sayang aku ke kamu itu bukan perasaan kakak ke adiknya,tapi perasaan sayang ke lawan jenis.Tapi karena aku tau posisiku sekarang seperti apa,jadi aku gak bisa berbuat apa-apa Ra" Lanjut Beni.


Melihatku yang hanya diam sambil sesekali memandang wajahnya,Beni tiba-tiba mencium keningku.Aku yang saat itu merasakan sedikit kasih sayang yang selama ini hilang,akhirnya mencoba memeluk erat tubuh Beni.


Wajah Beni memerah,aku hanya tersenyum melihat wajah tersipunya.Tapi kemudian Beni mencium bibirku dengan lembut,menghiraukan bau alkohol yang menempel di mulutku.Aku membalas ciuman Beni dengan lebih liar dan aku merasakan tangan Beni yang sedikit demi sedikit meraih kancing braku.


Dia naik ke atas tubuhku melempar bra kesayanganku dan mencoba untuk menurunkan celanaku.Ternyata aku tidak bisa menolaknya,aku hanya bisa diam dan menikmati apa yang dia lakukan.

__ADS_1


Sesaat kemudian aku membalas perlakuan Beni dengan mencoba membuka kemeja dan celana panjangnya,sampai akhirnya tidak ada satu benangpun yang menempel pada kami berdua.


Beni yang sedari tadi di atas tubuhku,memandangi bunga lotus di dadaku.


"Sejak kapan kamu punya tato ini?" Bisik Beni.


"Sejak tadi siang,bagus kan?kamu orang pertama yang memegang bunga lotus punyaku."


Beni lalu membenamkan kepalanya ke bunga lotusku,mencium setiap inci tubuhku.Aku merasakan hawa panas yang keluar dari tubuhku sampai rasanya aku benar-benar gila.


Tanpa aba-aba,Beni langsung menikmati "hidangan utamanya".Aku mengerang kesakitan karena ini adalah hal pertama bagiku.


"Emm Ahhh sakit Ben,kamu pelan-pelan ya?" Pintaku pada Beni.


Beni tahu aku baru pertama kali melakukannya karena adanya darah yang keluar dariku.Tapi Beni tetap melanjutkan apa yang telah dia mulai.


Malam panasku dengan Beni berlangsung hingga hampir fajar.Aku yang kelelahan langsung tertidur di pelukan Beni.Beni yang terlihat senang,sesekali mencium keningku dengan lembut.Ini adalah kesalahan terbesar bagi kami,tapi kami juga tidak bisa menghindar dengan hal ini.


Siang harinya aku baru bangun,kepalaku terasa sangat berat dan sakit.Aku melihat pakaianku masih berserakan di lantai,tapi aku tidak melihat Beni ada di sampingku.Aku mencoba untuk bangun dari tempat tidur,tetapi kaki ku terasa sangat lemas.Jadi aku mengurungkan niatku untuk bangun dan memilih kembali masuk ke dalam selimut.


Tiba-tiba Beni masuk ke kamarku,dia melihatku yang sudah bangun tapi masih terbungkus selimut tebal.Dia tau aku belum memakai pakaianku.


"Ini Ra,kamu makan dulu.Habis itu baru kamu mandi" Ucap Beni sambil memberiku setumpuk roti selai.


"Makasih ya Ben,tapi kaki aku lemas banget.Bantu aku ke kamar mandi ya?" Pintaku sambil tersenyum dan memegang tangannya.


Beni mengangguk tanda setuju,setelah menghabiskan rotiku,Beni yang tadinya akan memapahku ke kamar mandi malah menggendongku yang masih belum berbusana ini menuju kamar mandi.Aku hanya diam saat dia menaruhku di bath up.Dia mencium bibirku dengan lembut sebelum pergi dan berbisik.


"Aku suka wangi bunga lotus kamu" Ucapnya sambil tersenyum.


Beni lalu keluar dari kamar mandiku,aku tahu dia merasa canggung dan malu setelah kejadian semalam dan ucapan dia sekarang.Karena akupun merasakan hal yang sama saat ini.

__ADS_1


__ADS_2