Sepasang Bunga Lotus

Sepasang Bunga Lotus
Sakitnya Dimadu


__ADS_3

Akhirnya aku bisa keluar dari rumah sakit dan pulang ke rumah papah bersama Beni dan juga bayiku.Sementara mamahku dan Daddy memutuskan untuk kembali ke Bali.Rasanya aku seperti pulang dari liburan panjang dan kembali ke rumah dengan membawa oleh-oleh,tapi oleh-oleh yang kubawa adalah bayi mungil yang sedari tadi ada di gendonganku.


"Aku masih gak nyangka kita udah punya anak,Ra" Ucap Beni sambil membereskan pakaianku ke lemari.


"Aku juga,aku gak nyangka kalau bayi cantik ini keluar dari perutku sendiri hehe"


"Kamu ibu yang hebat Ra,kamu udah bertahan walaupun aku gak ada disamping kamu" Ujar Beni yang menghampiriku lalu mencium keningku.


"Semoga kamu juga bisa jadi ayah yang baik seperti yang kamu omongin dulu" Ucapku sambil tersenyum.


"Kapan aku ngomong kaya gitu?" Tanya Beni heran.


"Dulu pas kamu mabuk kamu datang ke kamar mandi aku waktu aku lagi berendam.Kamu nangis-nangis meluk aku,jadi aku kasih tau kamu kalau aku lagi mengandung anak kamu.Hemm tapi sayangnya kamu lupa kejadian itu" Kata ku menjelaskan.


"Aku pikir kejadian itu mimpi Ra,aku sebenarnya ingat walaupun cuma samar-samar" Ungkap Beni.


"Ya udah lupain aja sekarang kejadian itu juga udah gak penting,karena kebenarannya udah terungkap Ben."


Benipun hanya tersenyum,dia lalu duduk disampingku dan memperhatikan Azzura yang sedang tertidur.Sesekali dia menatapku,seperti sedang membandingkan wajahku dengan wajah Azzura.


"Kalian sama-sama cantik di mata aku" Ucap Beni sambil mengecup bibirku.


Sudah lama sejak terakhir kali kami berciuman,ternyata sekarang rasanya lebih manis dan juga hangat karena kerisauan kami selama ini telah hilang.Beni dan aku juga tahu batasan,kami sadar bahwa aku baru saja melahirkan dan kami tidak bisa melanjutkan lebih dari ini.


Keesokan harinya,hariku sebagai ibu rumah tangga yang sebenarnya pun dimulai.Aku dan Beni terlihat kurang tidur karena semalaman bergantian menjaga Azzura yang terjaga.


"Kalian ini pengantin baru tapi kok gak ada semangatnya?" Ucap papah meledekku.

__ADS_1


"Pah,kalau kami menikah sebelum ada Azzura mungkin kami juga semangat setiap hari,tapi ini beda cerita" Jawabku lesu.


"Iya iya papah tau,kalian nikmati saja masa-masa menjadi orangtua ini.Tapi kamu Ben,apa pernikahan kamu sama Putri jadi dilaksanakan bulan depan?" Tanya papah pada Beni.


"Jadi pah,Beni gak bisa nolak atau minta di undur lagi.Beni tau ini kesalahan Beni pah,jadi Beni harus bertanggung jawab" Ucap Beni.


"Tapi apa kamu gak apa-apa Nara lihat suami kamu menikahi wanita lain?" Tanya papah.


"Nara gak bisa bohongi perasaan Nara,Nara sebenarnya cemburu pah.Tapi Nara juga gak bisa egois,bayi dalam kandungan Putri juga butuh ayahnya."


****


Sebulan kemudian,hari pernikahan Beni dan Putripun akhirnya tiba.Jika orang tahu mungkin aku akan di cap wanita gila karena memasangkan jas dan dasi bagi suaminya yang akan menikah lagi.Tapi aku tidak peduli dengan itu,yang penting aku masih bisa bersama Beni.


Saat aku,Beni dan juga papah memasuki ruangan tempat akad nikah,semua orang terlihat saling berbisik.Mereka bergosip tentang aku yang menikah dengan kakak angkatku sendiri sampai mempunyai seorang anak,dan aku yang mengantar suamiku ke pelaminan untuk menikahi wanita lain.


Selama akad nikah,Beni terlihat gugup.Dia beberapa kali salah mengucapkan kalimat ikrarnya saat melihatku.Akupun akhirnya mencoba untuk pergi dari penglihatan Beni dan memilih untuk memberi ASI pada Azzura.


Hari yang menyesakkan pun berakhir,aku pulang ke rumahku bersama papah dan juga Azzura.Kami meninggalkan Beni di rumah Putri dengan rasa tidak rela.Begitu pula dengan Beni yang sedih saat melihat kami harus pulang.


"Kamu gak apa-apa sayang?" Tanya papah saat makan malam.


"Enggak pah,Nara gak apa-apa kok" Ucapku sambil tersenyum.


"Kalau nanti kamu kesulitan menjaga Azzura pas tengah malam,kamu bangunin papah aja ya?"


"Iya pah,nanti Nara minta bantuan papah"

__ADS_1


Setelah makan malam,aku kembali ke kamarku dan bermain bersama Azzura.Memang serasa ada yang hilang saat Beni tidak ada disini.Biasanya sebelum tidur dia selalu mengganggu anaknya yang sedang kuberi ASI.


Saat tengah malam Azzura terbangun dan aku cukup kesulitan untuk menenangkannya yang terus menangis.Aku bingung harus bagaimana,aku juga lelah karena harus bergadang setiap malam,ditambah sekarang Beni tidak ada disini.


Tanpa sadar aku langsung menangis tersedu-sedu,aku merasa frustasi dengan hidupku.Aku harus punya anak di usiaku yang baru menginjak 21 tahun dan aku juga harus merawat bayiku sendirian,sementara suamiku berada di rumah istri keduanya.


Mendengar Azzura yang terus menangis,akhirnya papah masuk ke kamarku.Dia yang melihat aku dan Azzura sama-sama menangis juga tampak kebingungan.Lalu papah mencoba menggendong Azzura sambil memelukku.


"Kamu yang sabar Nara,papah tau ini gak mudah buat kamu" Ujar papah.


"Iya pah,Nara pikir Nara akan baik-baik aja walaupun melihat Beni menikah sama Putri,tapi ternyata enggak pah.Na..Nara sakit hati pah,dada Nara sesak" Ucapku sambil terisak-isak.


"Gak ada orang yang baik-baik saja melihat orang yang dicintainya bersanding sama orang lain,Nara" Kata papah sambil terus mencoba menenangkan aku.


Apa ini juga yang dirasakan papah saat melihat mamah sudah menikah lagi dengan orang lain?Ternyata rasanya sesakit ini dan ternyata papah lebih tegar dari yang aku kira.


Setelah aku dan Azzura sama-sama tenang,papahpun langsung ke luar dari kamarku dan membiarkanku istirahat.


Keesokan harinya ternyata aku bangun kesiangan,aku melihat Azzura sudah tidak ada disampingku.Mungkin papah yang membawanya ke bawah,pikirku.Tapi ternyata saat keluar dari kamar,aku mendengar suara Beni mengobrol dengan papah.


"Ben,apa kamu gak bisa disini dulu untuk sementara?" Tanya papah pada Beni.


"Memang kenapa pah?"


"Kayanya Nara terkena baby blues,dia terlihat sangat tertekan.Semalaman dia juga menangis karena merasa sendirian sampai-sampai Azzura menangis juga dia biarkan gitu aja" Jawab papah.


"Kayanya gak bisa pah,Beni kan baru kemarin menikah sama Putri,gak mungkin Beni langsung ninggalin Putri buat tinggal disini.Sekarangpun Beni kesini karena Beni kangen sama Azzura" Kata Beni sambil terlihat memomong Azzura.

__ADS_1


Aku seketika merasakan lagi rasa sesak di dadaku.Ternyata ini rasanya diduakan,ini rasanya tidak bisa memiliki seutuhnya.Aku akhirnya kembali ke kamar,aku mencoba menenangkan pikiranku.Aku harap aku bisa bertahan dengan Beni untuk waktu yang lama,karena anakku butuh ayahnya.


__ADS_2