
Beni lalu bangun dan memeluk erat tubuhku.Dia tidak peduli dengan kemeja putihnya yang ikut basah saat menempel dengan tubuhku.Terlihat bunga lotus di dada kanannya yang menerawang lewat bajunya yang basah.
Beni lalu mencium bibirku dengan hangat dan akupun tidak bisa menolaknya.Dia membuka kemejanya yang basah dan melemparnya ke lantai,lalu dia menggendongku keluar dari kamar mandi menuju tempat tidurku.
Beni yang berada di atas tubuhku memandangi aku seolah bertanya apa dia boleh melakukannya.Aku hanya diam tersenyum tanda mengiyakan.Beni langsung menjamah tubuhku,setiap lekuk tubuhku tidak ada yang terlewat oleh bibirnya yang lembut.Aku menginginkan Beni dan begitupun sebaliknya.Bibir kami kembali berpagutan,dengan tangannya meraba bunga lotusku yang sedari tadi menempel dengan bunga lotus miliknya.Kami menikmati setiap gerakan yang kami lakukan hingga keringat kami bercucuran.
"Aaahh Ben,Beniii" Desahku pelan.
Beni menambah ritme permainannya dan tubuhku semakin panas dibuatnya.Sampai akhirnya aku tidak tahan lagi,kakiku serasa gemetar tidak karuan.
"Beni,aku udah gak tahan Ben.... Ahhh emmm"
Beni mencium bibirku seolah menutup mulutku agar tidak berteriak.Aku merasakan kenikmatan yang keluar dari dalam tubuhku dan tidak lama setelah itu Beni juga mendesah di telingaku bersamaan dengan sesuatu yang mengalir masuk ke dalam tubuhku.
Kami kelelahan,tubuh kami berdua basah oleh keringat.Beni lalu berbaring disampingku sambil memelukku,sesekali dia mencium tubuhku lalu memejamkan matanya.Aku tidak tahu sekarang jam berapa,aku hanya takut tiba-tiba papah pulang dan memergoki kami yang sedang berdua di kamar tanpa busana.
"Ben,Beni kamu gak boleh tidur disini Ben!" Ucapku membangunkan Beni yang tertidur.
"Tapi aku masih kangen kamu Nara" Ucap Beni sambil masih memejamkan matanya.
Aku lalu bangun dan duduk di kasurku,agar Beni juga ikut bangun.Akhirnya Beni mulai sadar dan ikut duduk disampingku.
"Ben,sebelum papah datang kita bicarakan masalah kita sekarang baik-baik.Kita gak bisa terus kaya gini Ben,walaupun kamu nolak perjodohan kamu sama Putri aku tau gak akan ada kemajuan dalam hubungan kita" Ucapku sambil memegang tangan Beni.
"Jadi aku mohon,ini yang terakhir ya Ben?Hubungan cinta kita cukup sampai disini aja.Aku gak mau kalau papah tau dan membuat papah sakit hati" Kataku menambahkan.
"Tapi aku terlalu sayang sama kamu,Nara.Aku gak bisa lepasin kamu gitu aja.Kamu bukan adik aku,aku juga bukan kakak kamu.Kamu itu pacar aku Ra" Ungkap Beni dengan mata berkaca-kaca.
"Aku mohon Ben,kita gak bisa terus-terusan kaya gini.Lebih baik kamu benar-benar terima perjodohan itu,aku akan coba dukung kamu sebagai seorang adik" Ucapku sambil memeluk Beni.
__ADS_1
Beni tidak berkata apa-apa lagi,tapi aku tau bahwa air mata yang dia tahan akhirnya harus tumpah juga.Bahuku basah oleh air matanya,aku juga yang sedari tadi mencoba untuk tegar akhirnya tidak bisa menahan air mataku.Kami lalu berciuman untuk yang terkahir kalinya,rasanya getir dan menyakitkan karena tidak ada gairah.Diapun bangun dan langsung memakai pakaiannya yang basah lalu keluar dari kamarku.
Selepas Beni pergi,aku menangis tersedu-sedu.Aku menangisi diriku yang malang karena harus mencintai kakak angkatku sendiri.Aku menangis sampai mataku sembab dan kepalaku pusing.Sesaat aku menenangkan diriku dan ku tata lagi hati dan pikiranku.Aku mencoba berpikir bahwa keputusan yang aku ambil memang sudah tepat,ini yang terbaik untuk aku,Beni dan juga papahku.
Keesokan harinya,saat aku bangun ternyata Beni sudah pergi ke kampus.Dia melewatkan sarapan paginya bersamaku dan juga papah.
"Nara,kakak kamu kenapa ya?Tumben pagi-pagi dia sudah berangkat,wajahnya juga terlihat murung" Ucap papah.
"Aku ga tau pah,emm mungkin dia ada masalah di kampusnya" Ujarku pura-pura tidak tahu.
"Nanti coba kamu tanyakan ke kakak kamu itu,papah khawatir kalau dia ada masalah dengan Putri" Pinta papah.
"Iya pah,nanti Nara coba tanya ke kak Beni kalau pulang nanti.Pah,Nara berangkat ke kampus sekarang ya?Nara takut telat"
"Iya sayang,mau papah antar?" Tanya papah.
"Enggak pah,aku mau naik taksi aja.Aku juga lagi malas bawa mobil sendiri."
"Nara,aku antar kamu pulang ya?Aku juga mau ngomong sesuatu sama kamu" Ajak Deon.
"Emm oke,kalau gitu kita pulang sekarang aja yuk?" Ucapku.
"Kalian berdua kok buru-buru banget,mau kemana sih?" Tanya Xana penasaran.
"Ini bukan urusan anak kecil kaya lo,udah sana lo juga pulang" Omel Deon pada Xana.
Aku hanya tersenyum melihat tingkah mereka,mereka memang kadang seperti anak kecil yang sering bertengkar.Tapi tidak lama kemudian mereka pasti kembali kompak.Aku pulang diantar oleh Deon,sepertinya dia ingin bertanya tentang jawaban dariku.Sebenarnya perasaanku untuk Deon belum tumbuh,tapi seperti kata Siska,aku mungkin harus mencobanya.
(Sesampainya depan rumah)
__ADS_1
"Nara,gimana?Apa kamu udah punya jawaban buat aku?" Tanya Deon sambil memegang kedua tanganku.
"Emm udah kok,aku udah ada jawaban buat kamu"
"Ja jadi jawaban kamu apa,Ra?"
"Sebenarnya aku punya cowok yang aku sayang,Deon.Tapi karena beberapa hal kami gak bisa bersatu.Jadi sekarang aku mau tanya sama kamu,apa kamu mau pacaran sama aku yang di dalam hatinya masih ada orang lain?" Tanyaku dengan wajah serius.
Deon tampak berpikir keras,tapi kemudian dengan tatapan yakin dan tangan yang masih mengenggam tanganku dia berkata,
"Aku mau jadi pacar kamu,walaupun di hati kamu masih ada orang lain.Aku percaya seiring waktu,aku bisa menggantikan posisi orang itu di hati kamu" Ungkap Deon dengan tegas.
"Ya udah kalau gitu,mulai hari ini kita resmi pacaran" Kataku sambi tersenyum.
"Makasih Nara,karena kamu udah kasih aku kesempatan."
Setelah saling mengungkapkan perasaan kami berdua,Deon langsung pamit untuk pulang.Sebenarnya aku masih bingung apa suatu saat aku bisa benar-benar cinta pada Deon?Tapi pikiranku terganggu oleh pemandangan di depanku.Di teras rumah ku terlihat Beni dan Putri sedang mengobrol bersama papah.
"Hai Nara,apa kabar?Kamu baru pulang dari kampus?" Tanya Putri basa-basi.
"Hai kak,aku baik kok.Iya nih aku baru pulang dari kampus" Jawabku.
"Kamu diantar pulang sama siapa Ra?Kakak lihat mobil kamu masih ada di garasi" Tanya Beni penasaran.
"Aku tadi diantar pacar aku kak,tapi dia langsung pulang soalnya ada urusan mendadak"
"Jadi sekarang kamu udah punya pacar?Kok kamu gak cerita ke papah?" Tanya papahku.
"Hehehe iya pah,nanti aku kenalin langsung ke papah deh"
__ADS_1
"Iya papah tunggu."
Setelah percakapan yang singkat itu,aku masuk ke dalam rumah.Aku mendengar Putri berpamitan pada papahku.Mungkin dari tadi dia sudah ada di rumahku untuk menemui Beni.